Kebakaran Warung di Samping Kantor BPJS Madiun, Api Diduga Berasal dari Tungku Dapur
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 43
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Kebakaran melanda sebuah warung makan sekaligus bangunan tempat tinggal non-permanen di samping Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Madiun, Senin (31/8/2026) malam. Api diduga pertama kali muncul dari tungku dapur tradisional yang masih menyimpan bara.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Madiun, Hengky Wahyu Setyo Wibowo, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 19.21 WIB. Informasi awal yang diterima petugas menyebut kebakaran terjadi pada lahan.
“Laporan awalnya menginformasikan kebakaran lahan. Penelponnya security dari BPJS Ketenagakerjaan. Tetapi setelah kami cek di lapangan ternyata yang terbakar warung dan bangunan rumah yang tidak permanen,” kata Hengki.
Setelah laporan diterima, petugas Damkar bergerak menuju lokasi. Personel tiba sekitar pukul 19.30 WIB dan langsung melakukan pemadaman untuk mengendalikan kobaran api dan mencegah perembetan ke bangunan di sekitar, termasuk area Kantor BPJS Ketenagakerjaan.

“Armada yang dikerahkan ada 2 dua unit mobil penembak serta satu unit water supply berkapasitas 10.000 liter. Juga dukungan suplai air dari BPBD Kota Madiun,” imbuhnya.
Total personel gabungan yang terlibat terdiri atas 15 personel Damkar, enam personel BPBD, empat personel ambulans, dua Redkar, satu personel PMI dan tiga personel Dinas Perhubungan, dengan pendampingan unsur TNI/Polri.
Hengky menyebut dugaan sementara titik awal kebakaran berasal dari tungku dapur yang digunakan di warung tersebut. Saat petugas melakukan penanganan dan pembongkaran bagian yang terbakar, masih ditemukan bara api pada area tungku setelah bagian atasnya dilakukan pembasahan.

“Kalau titik api itu diduga bermula dari tungku. Tungku pawon tradisional itu sebenarnya masih menyala. Ketika tim Damkar ke sana, yang paling panas juga disitu ketika dibongkar. Setelah dilakukan pembasahan, ternyata masih ada bara api di situ,” jelasnya.
Meski demikian, Damkar menegaskan dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan final mengenai penyebab kebakaran. Kepastian penyebab masih menunggu proses investigasi dan olah tempat kejadian perkara oleh kepolisian.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan warung dan bangunan tempat tinggal yang dihuni pemilik warung habis terbakar. Berdasarkan inventaris awal, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





