Berita Terkini
Trending Tags

Riyin Nur Asiyah Resmi Pimpin DPRD Magetan, Janji Benahi Internal dan Pulihkan Kepercayaan Publik

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 121
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Riyin mengucapkan sumpah dan janji sebagai Ketua DPRD Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Riyin Nur Asiyah, resmi menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Magetan sisa masa jabatan 2024–2029 setelah mengucapkan sumpah dan janji dalam rapat paripurna DPRD Magetan, Selasa (1/9/2026).

Riyin menggantikan Suratno yang diberhentikan dari jabatan Ketua DPRD Magetan. Penggantian tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/633/KPTS-011.2/2026 tentang peresmian pemberhentian Ketua DPRD Magetan dan Keputusan Nomor 100.3.3.1/634/KPTS-011.2/2026 tentang peresmian pengangkatan pengganti Ketua DPRD Magetan.

Kedua keputusan tersebut ditetapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 13 Agustus 2026. Dalam keputusan pengangkatan, Riyin ditetapkan sebagai pengganti Ketua DPRD Magetan hingga berakhirnya masa jabatan 2024–2029, terhitung sejak pengucapan sumpah dan janji.

Pengucapan sumpah dipandu Ketua Pengadilan Negeri Magetan Rintis Chandra. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara, penyerahan keputusan gubernur, serta penyerahan palu pimpinan dari pelaksana tugas Ketua DPRD kepada Riyin.

“Ini merupakan tanggungjawab besar. Saya berharap dukungan dan kerja sama seluruh pimpinan serta anggota DPRD, pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjalankan tugas legislatif,” kata Riyin dalam sambutannya.

Riyin menegaskan langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan penataan, baik di internal maupun eksternal DPRD. Menurutnya, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi, diluruskan, dan disinkronkan agar lembaga legislatif dapat bekerja lebih optimal.

“Tentu tantangan terbesar DPRD Magetan adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat. Untuk itu pentingnya pendekatan melalui pembuktian lewat kerja dan tindakan nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menyadari persoalan yang terjadi telah memengaruhi kepercayaan masyarakat sehingga pemulihannya membutuhkan proses. Riyin menyatakan akan berupaya memperbaiki citra DPRD bersama jajaran pimpinan dan seluruh anggota sesuai tugas serta kewenangan masing-masing.

Di bidang legislasi dan penganggaran, Riyin memastikan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan masih berlangsung dan belum mencapai tahap finalisasi. Karena itu, ia meminta seluruh pihak menunggu proses pembahasan hingga nota kesepakatan antara DPRD dan pemerintah daerah ditandatangani.

Terkait rencana anggaran sarana dan prasarana sekolah, Riyin meluruskan bahwa pembahasannya tidak semata-mata mengenai pembangunan toilet. Menurutnya, sarana dan prasarana tersebut mencakup berbagai kebutuhan sekolah dasar milik pemerintah daerah yang masih perlu dibenahi.

Sementara mengenai Pokir DPRD, Riyin menegaskan pelaksanaannya harus mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Ia menyatakan tidak ingin mendahului pembahasan yang masih berjalan, terutama karena dirinya baru mulai menjalankan fungsi sebagai pimpinan DPRD.

Image Not Found
Riyin berjanji benahi DPRD dan pulihkan kepercayaan. Foto : Kus-Sinergia

“Saya lebih ke kita buktikan lewat perbuatan. Karena masyarakat sudah terlanjur terlukai, kita harus mengobati secara pelan, tapi bismillah pasti. Dengan sinergi saya, pimpinan dan seluruh anggota DPRD Magetan, kita bahu-membahu sesuai tugas dan wewenang masing-masing untuk memperbaiki citra DPRD Kabupaten Magetan,” ujar Riyin.

Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyampaikan ucapan selamat kepada Riyin atas amanah barunya. Ia berharap Ketua DPRD yang baru dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi untuk kepentingan masyarakat.

Menurut Nanik, pengucapan sumpah Ketua DPRD bukan sekadar seremoni, melainkan bagian penting dalam memperkuat penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ia menekankan pentingnya hubungan kemitraan yang sejajar antara pemerintah daerah dan DPRD, dengan fungsi masing-masing yang berbeda.

“Kita mengajak DPRD memperkuat sinergi, kolaborasi, dan komunikasi dalam mengawal program prioritas pembangunan daerah, mulai dari peningkatan pelayanan dasar, penguatan ekonomi kerakyatan hingga kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” jelasnya.

Dengan dilantiknya Riyin Nur Asiyah, DPRD Magetan kini memiliki pimpinan definitif untuk melanjutkan fungsi legislatif hingga akhir masa jabatan 2024–2029. Tantangan berikutnya adalah memastikan konsolidasi internal berjalan baik, pembahasan anggaran berlangsung transparan dan sesuai aturan, serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif dapat dipulihkan melalui kinerja nyata. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semangat HUT ke-81 RI, Ngawi Dorong Kemandirian dan Ketahanan Pangan sebagai Prioritas Pembangunan

    Semangat HUT ke-81 RI, Ngawi Dorong Kemandirian dan Ketahanan Pangan sebagai Prioritas Pembangunan

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi menegaskan komitmen memperkuat kemandirian daerah, ketahanan pangan, serta pemerataan pembangunan sebagai bagian dari semangat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan tema kemerdekaan harus diterjemahkan melalui komitmen bersama, tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Menurutnya, semangat kemandirian dan […]

    Bagikan
  • 8 Remaja Di Ponorogo Diciduk Kepolisian, Terbangkan Balon Udara Berisikan Petasan

    8 Remaja Di Ponorogo Diciduk Kepolisian, Terbangkan Balon Udara Berisikan Petasan

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sebanyak 8 Remaja Di Kabupaten Ponorogo Harus Berurusan Dengan Pihak Kepolisian. Tiga dari 8 pelaku yang diamankan yakni Irfan, Irsyad dan Alvin warga Desa Sampung Kecamatan Sampung Ponorogo. Sementara, 5 pelaku lain menjalani pembinaan karena masih dibawah umur dan berstatus pelajar. Dari keterangan para pelaku, mereka patungan untuk membeli bahan […]

    Bagikan
  • Wacana Pemkot Madiun Revitalisasi Bekas Pasar Bunga Akan Disulap Jadi Ruang Publik

    Wacana Pemkot Madiun Revitalisasi Bekas Pasar Bunga Akan Disulap Jadi Ruang Publik

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Kawasan di belakang GOR Wilis Kota Madiun yang selama ini terkesan terbengkalai bakal mendapat sentuhan baru. Pemerintah Kota Madiun berencana merevitalisasi area yang dahulu dikenal sebagai bekas pasar bunga tersebut menjadi ruang publik yang lebih tertata dan ramah bagi masyarakat. Rencana penataan itu mulai disiapkan setelah Pelaksana Tugas (Plt) Wali […]

    Bagikan
  • Harga Bawang Merah di Pasar Legi Naik Dua Kali Lipat

    Harga Bawang Merah di Pasar Legi Naik Dua Kali Lipat

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Harga bawang merah di Pasar Legi, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, melonjak tajam dalam sepekan terakhir. Kenaikannya bahkan mencapai dua kali lipat dari harga normal. Saat ini, harga bawang merah di pasar tradisional terbesar di Ponorogo tersebut berada di kisaran Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya harga normal berkisar antara Rp25.000 […]

    Bagikan
  • Momen Idul Adha Jadi Berkah Bagi Perajin Tusul Sate Madiun

    Momen Idul Adha Jadi Berkah Bagi Perajin Tusul Sate Madiun

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Hari Raya Idul Adha 2026, perajin tusuk sate di Kabupaten Madiun justru kebanjiran pesanan dari berbagai daerah. Permintaan tak hanya datang dari wilayah Madiun Raya, tetapi juga luar provinsi hingga luar Pulau Jawa. Lonjakan pesanan itu dirasakan Nahrowi, perajin tusuk sate asal Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Dalam tiga pekan […]

    Bagikan
  • Banyak Kabel Semrawut, Legislatif Terus Godok Raperda Infrastruktur Pasif Daerah

    Banyak Kabel Semrawut, Legislatif Terus Godok Raperda Infrastruktur Pasif Daerah

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun –  Penertiban kabel fiber optik sambungan telekomunikasi akan terus dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun meski saat ini Pemkab Madiun belum memiliki landasan hukum yang pasti. Rancangan peraturan daerah tentang infrastruktur pasif daerah dalam proses pembahasan di panitia khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Madiun.  Sekretaris komisi D DPRD Kabupaten Madiun, Budi Wahono menambahkan […]

    Bagikan
expand_less