Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Cegah Perdagangan Anak, Pemkab Madiun Minta Kades Terlibat Pengawasan Prosedur Adopsi

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 151
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati dan Wakil Bupati Madiun memimpin sosialisasi pengangkatan anak secara legal kepada para kepala desa. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Praktik pengangkatan anak secara ilegal menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Madiun. Pemkab mengingatkan proses adopsi tidak boleh dilakukan sembarangan karena celah dalam prosedur dapat dimanfaatkan sebagai kedok perdagangan anak dan eksploitasi manusia.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Madiun meminta kepala desa ikut menjadi tangan panjang pemerintah daerah dalam mengawasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai prosedur adopsi anak yang sah secara hukum.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto saat sosialisasi penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan mekanisme pengangkatan anak secara legal kepada para kepala desa di Ruang Rapat Ekakapti Caruban, Senin (31/8/2026).

Bupati menegaskan, pengangkatan anak harus menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prinsip utama. Proses tersebut juga tidak serta-merta memutus hubungan darah antara anak dengan orang tua kandung.

“Kepala desa adalah ujung tombak kami di lapangan. Kami berharap para kades dapat mengedukasi warga agar proses pengangkatan anak dilakukan secara sah menurut hukum dan tidak lagi melalui kesepakatan di bawah tangan,” kata Hari Wuryanto.

Menurutnya, pengawasan di tingkat desa penting karena kepala desa merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat. Pemkab berharap setiap indikasi pengangkatan anak yang tidak sesuai prosedur dapat diketahui dan ditindaklanjuti sejak awal.

Hari menjelaskan, calon orang tua angkat harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya berusia antara 30 hingga 55 tahun, memiliki agama yang sama dengan calon anak, telah menikah sekurang-kurangnya lima tahun, serta memiliki kemampuan ekonomi dan sosial yang memadai.

Proses pengangkatan anak juga membutuhkan persetujuan tertulis dari pihak-pihak terkait. Pengajuan tidak cukup hanya berdasarkan kesepakatan antara keluarga kandung dan calon orang tua angkat.

Tahapan selanjutnya dilakukan melalui Dinas Sosial, asesmen dan kunjungan rumah oleh pekerja sosial, pertimbangan Tim Pertimbangan Perizinan Pengangkatan Anak (PIPA), hingga keputusan akhir melalui pengadilan.

Dengan mekanisme tersebut, Pemkab ingin memastikan identitas, kondisi, serta kepentingan anak terlindungi sebelum proses pengangkatan dinyatakan sah.

Image Not Found
Pemkab Madiun cegah adopsi ilegal dan perdagangan anak. Foto : Tova-Sinergia

PPKS Juga Jadi Perhatian

Selain persoalan adopsi, sosialisasi tersebut membahas penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial. Pemkab Madiun mendorong agar data PPKS terus diperbarui dan diintegrasikan ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Bupati yang akrab disapa Mas Hari itu, mengakui penanganan PPKS masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pemutakhiran data serta stigma masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga sosial, dan masyarakat.

“Pendataan PPKS harus terus diperbarui secara akurat agar penyaluran bantuan sosial benar-benar tepat sasaran demi mewujudkan Madiun yang sejahtera,” ujarnya.

Melalui penguatan peran kepala desa, Pemkab Madiun berharap pengawasan terhadap pengangkatan anak dapat dilakukan lebih ketat dari tingkat paling bawah. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa Sekolah Rakyat di Ponorogo Belajar Kurban Dan Berbagi

    Siswa Sekolah Rakyat di Ponorogo Belajar Kurban Dan Berbagi

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Momentum Idul Adha dimanfaatkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo untuk menanamkan nilai kepedulian dan keikhlasan kepada para siswa. Pada Jumat pagi, sekolah tersebut menyembelih delapan hewan kurban yang melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari guru, tenaga pendidik, wali asuh hingga para siswa. Kepala sekolah SR Terintegrasi 5 Ponorogo, Devit Tri Candrawati […]

    Bagikan
  • Telur Menumpuk, Harga Pakan Melonjak, Ratusan Peternak Ayam Petelur di Magetan Terancam Bangkrut

    Telur Menumpuk, Harga Pakan Melonjak, Ratusan Peternak Ayam Petelur di Magetan Terancam Bangkrut

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ratusan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tengah menghadapi tekanan berat akibat anjloknya serapan pasar dan tingginya biaya produksi. Dalam dua bulan terakhir, telur hasil produksi menumpuk di gudang, sementara harga pakan ternak terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut membuat para peternak terancam mengalami kerugian besar hingga gulung tikar. Fenomena […]

    Bagikan
  • Perempuan Paruh Baya Diduga Hanyut Saat Buang Hajat di Sungai

    Perempuan Paruh Baya Diduga Hanyut Saat Buang Hajat di Sungai

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Desa Cantel, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, digemparkan dengan hilangnya seorang perempuan bernama Sri Wahyuni (53) pada Rabu (22/10/2025) sore. Ia dilaporkan tak kembali ke rumah setelah pamit buang hajat ke sungai yang berjarak sekitar 80 meter dari tempat tinggalnya. Hingga malam hari, keberadaan Sri Wahyuni belum juga diketahui. […]

    Bagikan
  • Menjelang Idul Adha, Harga Bahan Pokok dan Daging Sapi di Kota Madiun Masih Stabil

    Menjelang Idul Adha, Harga Bahan Pokok dan Daging Sapi di Kota Madiun Masih Stabil

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga bahan pokok dan daging sapi di Pasar Besar Kota Madiun terpantau masih stabil. Tidak ada lonjakan harga seperti yang biasa terjadi saat momen hari besar keagamaan. Untuk harga daging sapi, pedagang menyebut belum ada perubahan signifikan dibandingkan tahun lalu.  Citra Dewi Kuncahya, salah satu […]

    Bagikan
  • Siswa SMP di Ngawi Nekat Bikin Mercon, Ibu Panggil Damkar untuk Beri Pembinaan

    Siswa SMP di Ngawi Nekat Bikin Mercon, Ibu Panggil Damkar untuk Beri Pembinaan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Seorang siswa kelas VII SMP Negeri 1 Paron di Kabupaten Ngawi menjadi perhatian publik setelah diketahui enggan berangkat sekolah dan justru sibuk meracik petasan di rumahnya. Aksi berbahaya itu membuat sang ibu panik dan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar) untuk memberikan pembinaan pada Rabu (11/3/2026) pagi. Peristiwa tersebut terekam dalam […]

    Bagikan
  • Warga Sayutan Bersikukuh Tolak Tambang Galian C, Khawatir Sumber Air hingga Makam Leluhur Terancam

    Warga Sayutan Bersikukuh Tolak Tambang Galian C, Khawatir Sumber Air hingga Makam Leluhur Terancam

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penolakan warga terhadap aktivitas tambang galian C di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, masih terus bergulir. Meski DPRD Magetan telah memfasilitasi rapat dengar pendapat (RDP) antara warga, pemerintah daerah, dan pihak penambang, masyarakat tetap bersikukuh meminta seluruh aktivitas penambangan dihentikan. Bagi warga, persoalan tambang tidak semata menyangkut investasi maupun legalitas […]

    Bagikan
expand_less