Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

PSHT Pusat Madiun Genap 104 Tahun, Teguhkan Persaudaraan dan Pengabdian untuk Masyarakat

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 413
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
104 tahun, PSHT teguhkan persaudaraan dan pengabdian. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun genap berusia 104 tahun pada 2 September 2026. Lebih dari satu abad perjalanan organisasi yang lahir di Kota Madiun itu menjadi momentum untuk kembali meneguhkan nilai persaudaraan, budi pekerti, serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Peringatan hari lahir ke-104 PSHT digelar dengan tasyakuran dan bakti sosial kepada masyarakat di lingkungan Graha Krida Budaya, Rabu (2/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari refleksi perjalanan panjang PSHT sekaligus upaya menjaga nilai-nilai yang diwariskan para pendiri organisasi. Bahkan, buceng atau tumpeng nasi kuning pun setinggi 104 cm sesuai dengan usia PSHT.

Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, R. Moerdjoko mengatakan secara historis, PSHT lahir pada 10 Suro atau 10 Muharram yang bertepatan dengan 2 September 1922. Organisasi tersebut didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Desa Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

“Pada malam hari ini bertepatan tanggal 2 September telah ditetapkan sebagai hari ulang tahun atau hari kelahiran keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate,” kata Moerdjoko.

Menurutnya, usia 104 tahun bukan sekadar angka, tetapi menjadi penanda panjangnya pengabdian PSHT kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Ia mengajak seluruh keluarga besar PSHT untuk terus menjaga warisan pendiri, bukan hanya dalam bentuk ilmu bela diri, tetapi juga persaudaraan yang tumbuh dari hati ke hati.

Persaudaraan tersebut, lanjut Moerdjoko, dibangun tanpa membedakan latar belakang warga. Suku, agama, ras, golongan, pangkat, derajat maupun kondisi ekonomi tidak menjadi pembatas dalam persaudaraan di lingkungan PSHT.

“Yang ada kita sama-sama sebagai warga Setia Hati Terate, sesama saudara. Tugas kita adalah mengabdikan diri untuk keperluan, untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Selain persaudaraan, Moerdjoko menekankan pentingnya menjaga watak dan jiwa patriotisme yang diwariskan Ki Hadjar Hardjo Oetomo.

Menurut dia, kecintaan terhadap tanah air, bangsa, dan negara merupakan nilai yang perlu terus diresapi dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Karena itu, warga PSHT diharapkan tidak berhenti pada aktivitas organisasi maupun pencak silat, tetapi turut mengambil peran dalam kehidupan sosial dan pembangunan.

Moerdjoko juga mengajak keluarga besar PSHT mendukung berbagai program pemerintah, termasuk program yang berkaitan dengan Asta Cita. Tentu harapannya pembangunan dapat membawa masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang adil dan makmur sesuai cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Sekali lagi kami mohon doa restu, semoga keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate tetap menjunjung tinggi persaudaraan, guyub rukun, saling asih mengasihi, dan bisa selalu mendharmabaktikan dirinya untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.

Image Not Found
Tumpeng setinggi 104 cm menjadi simbol usia PSHT. Foto : Kris-Sinergia

Sementara itu, Ketua Dewan Pusat PSHT, Issoebiantoro menyebut perjalanan 104 tahun PSHT tidak terlepas dari upaya melestarikan budaya sekaligus membentuk insan yang berbudi luhur.

Ia menilai usia lebih dari satu abad semestinya menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan organisasi dan memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur PSHT.

“PSHT telah menorehkan perjalanan panjang dalam perjuangan melestarikan budaya dan membentuk insan yang berbudi luhur yang terus dijaga dari sinergi ke sinergi,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh keluarga besar PSHT untuk menjadikan peringatan tersebut sebagai momentum memperkuat keteguhan terhadap ajaran, menjaga marwah organisasi, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“Harapan kita, PSHT terus tumbuh dan semakin kokoh dalam persaudaraan, luhur dalam budi pekerti, dan nilai-nilai luhur Setia Hati Terate senantiasa hidup dalam sanubari generasi penerus bangsa,” kata Issoebiantoro.

Ia juga berpesan kepada seluruh keluarga besar PSHT agar terus menjaga kebersamaan dan persatuan. “Mari kita senguyung, mari kita pertahankan. Mudah-mudahan dengan 104 tahun umur kita, Persaudaraan Setia Hati Terate tetap kekal jaya abadi untuk selama-lamanya,” pungkasnya.

Peringatan 104 tahun PSHT di Madiun pun tidak sekadar menjadi perayaan bertambahnya usia organisasi. Tasyakuran dan bakti sosial menjadi simbol bahwa perjalanan panjang sebuah organisasi juga diukur dari sejauh mana nilai-nilai yang diwariskan mampu diterjemahkan menjadi persaudaraan, kepedulian, dan pengabdian di tengah masyarakat. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program TPS 3R DLHKP Magetan Dikritik : Banyak Dibangun, Minim Pengelolaan

    Program TPS 3R DLHKP Magetan Dikritik : Banyak Dibangun, Minim Pengelolaan

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Ketahanan Pangan (DLHKP) Kabupaten Magetan menuai sorotan tajam. Meskipun belasan unit TPS 3R telah dibangun, pelaksanaan di lapangan dinilai belum mencerminkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Tercatat sedikitnya 22 titik TPS 3R telah berdiri di berbagai wilayah Magetan. Selain […]

    Bagikan
  • Kasus Kematian Sapi Akibat PMK di Magetan Naik Dua Kali Lipat

    Kasus Kematian Sapi Akibat PMK di Magetan Naik Dua Kali Lipat

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Angka kematian sapi akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Magetan pada tahun 2025 melonjak drastis dibanding tahun sebelumnya. Data Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) mencatat, hingga September 2025 sebanyak 59 ekor sapi mati akibat serangan PMK. Sementara pada 2024, jumlah sapi mati hanya 33 ekor. Sejak Januari hingga Agustus […]

    Bagikan
  • Damkar Ponorogo Evakuasi Sarang Tawon Vespa di Kamar Tidur Warga Siman

    Damkar Ponorogo Evakuasi Sarang Tawon Vespa di Kamar Tidur Warga Siman

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Warga Desa Manuk, Kecamatan Siman, Ponorogo, digegerkan dengan penemuan sarang tawon vespa di dalam kamar tidur salah satu rumah warga. Sarang yang berada di lemari kamar milik Dwi Wahyuni itu akhirnya dievakuasi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ponorogo, Senin (22/09/2025) pagi. Keberadaan sarang tersebut baru diketahui setelah Dwi menjadi korban sengatan. Ia […]

    Bagikan
  • Puluhan Dosen Poltek Negeri Madiun Tuntut Tunjangan Kinerja ke Kemendiktisaintek

    Puluhan Dosen Poltek Negeri Madiun Tuntut Tunjangan Kinerja ke Kemendiktisaintek

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Puluhan dosen dari Politeknik Negeri Madiun (Poltek Negeri Madiun) mengajukan tuntutan terkait tunjangan kinerja (TUKIN) yang belum diterima, Kamis (23/1/2025) kepada pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) Para dosen tersebut meminta agar hak mereka segera dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena selama 4 tahun terakhir para […]

    Bagikan
  • Atap Lapuk hingga Bocor, Empat Pasar Tradisional di Kabupaten Madiun Butuh Revitalisasi

    Atap Lapuk hingga Bocor, Empat Pasar Tradisional di Kabupaten Madiun Butuh Revitalisasi

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kondisi fisik sejumlah pasar tradisional milik Pemerintah Kabupaten Madiun kian memprihatinkan. Kerusakan bangunan, terutama pada bagian atap yang telah lapuk, menyebabkan kebocoran dan mengganggu aktivitas jual beli para pedagang maupun pengunjung pasar. Salah satu pembeli di Pasar Dolopo mengatakan keprihatinan jika melihat pasar sebagai pusat perekonomian tapi terkesan kumuh dan tidak […]

    Bagikan
  • Harga Padi Turun, Ini Temuan Tim Ekspedisi Patriot IPB Kendala Pertanian di Mahalona

    Harga Padi Turun, Ini Temuan Tim Ekspedisi Patriot IPB Kendala Pertanian di Mahalona

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Luwu Timur — Survei yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot IPB University pada September–November 2025 mengungkap kondisi memprihatinkan yang tengah dialami petani padi di Kawasan Transmigrasi Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Penurunan harga jual padi dan meningkatnya biaya usaha tani disebut menjadi ancaman serius bagi kesejahteraan petani transmigran. Dalam temuan tim, padi merupakan […]

    Bagikan
expand_less