PSHT Pusat Madiun Genap 104 Tahun, Teguhkan Persaudaraan dan Pengabdian untuk Masyarakat
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 109
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun genap berusia 104 tahun pada 2 September 2026. Lebih dari satu abad perjalanan organisasi yang lahir di Kota Madiun itu menjadi momentum untuk kembali meneguhkan nilai persaudaraan, budi pekerti, serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Peringatan hari lahir ke-104 PSHT digelar dengan tasyakuran dan bakti sosial kepada masyarakat di lingkungan Graha Krida Budaya, Rabu (2/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari refleksi perjalanan panjang PSHT sekaligus upaya menjaga nilai-nilai yang diwariskan para pendiri organisasi. Bahkan, buceng atau tumpeng nasi kuning pun setinggi 104 cm sesuai dengan usia PSHT.
Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, R. Moerdjoko mengatakan secara historis, PSHT lahir pada 10 Suro atau 10 Muharram yang bertepatan dengan 2 September 1922. Organisasi tersebut didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Desa Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.
“Pada malam hari ini bertepatan tanggal 2 September telah ditetapkan sebagai hari ulang tahun atau hari kelahiran keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate,” kata Moerdjoko.
Menurutnya, usia 104 tahun bukan sekadar angka, tetapi menjadi penanda panjangnya pengabdian PSHT kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Ia mengajak seluruh keluarga besar PSHT untuk terus menjaga warisan pendiri, bukan hanya dalam bentuk ilmu bela diri, tetapi juga persaudaraan yang tumbuh dari hati ke hati.
Persaudaraan tersebut, lanjut Moerdjoko, dibangun tanpa membedakan latar belakang warga. Suku, agama, ras, golongan, pangkat, derajat maupun kondisi ekonomi tidak menjadi pembatas dalam persaudaraan di lingkungan PSHT.
“Yang ada kita sama-sama sebagai warga Setia Hati Terate, sesama saudara. Tugas kita adalah mengabdikan diri untuk keperluan, untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Selain persaudaraan, Moerdjoko menekankan pentingnya menjaga watak dan jiwa patriotisme yang diwariskan Ki Hadjar Hardjo Oetomo.
Menurut dia, kecintaan terhadap tanah air, bangsa, dan negara merupakan nilai yang perlu terus diresapi dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Karena itu, warga PSHT diharapkan tidak berhenti pada aktivitas organisasi maupun pencak silat, tetapi turut mengambil peran dalam kehidupan sosial dan pembangunan.
Moerdjoko juga mengajak keluarga besar PSHT mendukung berbagai program pemerintah, termasuk program yang berkaitan dengan Asta Cita. Tentu harapannya pembangunan dapat membawa masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang adil dan makmur sesuai cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Sekali lagi kami mohon doa restu, semoga keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate tetap menjunjung tinggi persaudaraan, guyub rukun, saling asih mengasihi, dan bisa selalu mendharmabaktikan dirinya untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pusat PSHT, Issoebiantoro menyebut perjalanan 104 tahun PSHT tidak terlepas dari upaya melestarikan budaya sekaligus membentuk insan yang berbudi luhur.
Ia menilai usia lebih dari satu abad semestinya menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan organisasi dan memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur PSHT.
“PSHT telah menorehkan perjalanan panjang dalam perjuangan melestarikan budaya dan membentuk insan yang berbudi luhur yang terus dijaga dari sinergi ke sinergi,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh keluarga besar PSHT untuk menjadikan peringatan tersebut sebagai momentum memperkuat keteguhan terhadap ajaran, menjaga marwah organisasi, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Harapan kita, PSHT terus tumbuh dan semakin kokoh dalam persaudaraan, luhur dalam budi pekerti, dan nilai-nilai luhur Setia Hati Terate senantiasa hidup dalam sanubari generasi penerus bangsa,” kata Issoebiantoro.
Ia juga berpesan kepada seluruh keluarga besar PSHT agar terus menjaga kebersamaan dan persatuan. “Mari kita senguyung, mari kita pertahankan. Mudah-mudahan dengan 104 tahun umur kita, Persaudaraan Setia Hati Terate tetap kekal jaya abadi untuk selama-lamanya,” pungkasnya.
Peringatan 104 tahun PSHT di Madiun pun tidak sekadar menjadi perayaan bertambahnya usia organisasi. Tasyakuran dan bakti sosial menjadi simbol bahwa perjalanan panjang sebuah organisasi juga diukur dari sejauh mana nilai-nilai yang diwariskan mampu diterjemahkan menjadi persaudaraan, kepedulian, dan pengabdian di tengah masyarakat. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





