Berita Terkini
Trending Tags

Kekeringan Meluas, BPBD Ponorogo Distribusikan 31 Ribu Liter Air Bersih

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 39
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Ponorogo droping air di desa Munggu, kecamatan Bungkal. Foto : Istimewa

Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo terus melakukan penanganan terhadap dampak kekeringan yang mulai terjadi di sejumlah wilayah. Hingga 31 Agustus 2026, BPBD mencatat telah mendistribusikan sebanyak 31.000 liter air bersih kepada warga terdampak di dua wilayah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan laporan mengenai kekeringan telah diterima dari beberapa titik. Setiap laporan terlebih dahulu ditindaklanjuti dengan asesmen bersama pemerintah desa untuk menentukan kebutuhan warga.

Dari sejumlah laporan yang masuk, dua wilayah dinilai membutuhkan distribusi air bersih secara langsung. Keduanya yakni Dukuh Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, dan Dukuh Munggur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal.

“Untuk kekeringan sampai dengan 31 Agustus, terlaporkan di beberapa titik. BPBD bersama pemerintah desa melakukan asesmen. Dari beberapa laporan tersebut, ada dua yang diputuskan harus dilakukan distribusi air bersih,” kata Masun.

Di Dukuh Dungus, Desa Karangpatihan, tercatat sebanyak 189 jiwa terdampak dan mendapat pemenuhan kebutuhan air bersih. Sejak akhir Juli hingga 31 Agustus, BPBD bersama mitra telah mendistribusikan sekitar 18.000 liter air ke wilayah tersebut.

Sementara di Dukuh Munggur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, terdapat 153 jiwa yang terdampak. Pada periode yang sama, distribusi air bersih telah mencapai sekitar 13.000 liter.

Dengan demikian, total air bersih yang telah didistribusikan ke dua wilayah tersebut mencapai 31.000 liter hingga 31 Agustus. Distribusi dilakukan tidak hanya oleh BPBD, tetapi juga melibatkan sejumlah mitra, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI).

Selain distribusi air, BPBD juga menyesuaikan penanganan berdasarkan kondisi dan kesiapan masing-masing desa. Desa Wates, misalnya, berdasarkan hasil asesmen disepakati belum memerlukan distribusi air bersih secara langsung. Desa tersebut membutuhkan dukungan sarana dan prasarana berupa tandon penampungan air.

“Khusus Desa Wates, disepakati hanya meminta bantuan sarpras dari BPBD berupa tandon-tandon. Airnya nanti akan dicukupi dari sumur bor yang sudah dibangun sebelumnya,” jelas Masun.

Sementara itu, laporan kekeringan juga datang dari Desa Gelang Kulon. BPBD masih melakukan asesmen untuk menentukan bentuk bantuan yang paling dibutuhkan masyarakat. Jika hasil asesmen menyatakan perlu dilakukan distribusi air bersih, penyaluran diperkirakan mulai dilakukan pada awal pekan depan.

Menurut Masun, distribusi air di Gelang Kulon perlu diawali dengan pemenuhan sarana penampungan. Sebab, di lokasi tersebut belum tersedia tandon yang memadai untuk menampung bantuan air bersih.

“Gelang Kulon minta air bersih dan saat ini sedang asesmen. Perkiraannya Senin depan akan dilakukan distribusi pertama. Namun, prasarana harus dicukupi terlebih dahulu karena tandon belum tersedia,” ujarnya.

BPBD Ponorogo memastikan setiap laporan kekeringan akan ditindaklanjuti melalui asesmen bersama pemerintah desa. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar untuk menentukan apakah wilayah terdampak membutuhkan distribusi air bersih, bantuan peralatan, atau keduanya.

Masun menyebut tidak semua desa memiliki kesiapan sarana penunjang distribusi air. Karena itu, BPBD juga menyiapkan kebutuhan pendukung seperti tandon dan jeriken bagi masyarakat.

“Tidak semua desa siap dengan peralatannya. Jadi kami juga harus menyiapkan, termasuk tandon-tandon, jeriken untuk masyarakat dan seterusnya. Insyaallah kami siap, baik prasarananya maupun distribusinya,” katanya.

BPBD juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penanganan kekeringan di Ponorogo. Salah satunya PMI yang sejak awal turut bekerja sama dalam pendistribusian air bersih ke sejumlah titik terdampak.

“Kami berterima kasih kepada banyak mitra, terutama PMI yang sejak awal sudah menggandeng kami bersama-sama melakukan dropping air di beberapa titik,” pungkas Masun. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkat Pengangguran Terbuka di Angka 4,34 persen, Minat Job Fair di Madiun Malah Sedikit

    Tingkat Pengangguran Terbuka di Angka 4,34 persen, Minat Job Fair di Madiun Malah Sedikit

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) menggelar Job Fair 2025 di Pendopo Ronggo Djoemeno pada 7-8 Mei 2025. Job Fair ini sebagai upaya untuk mengentaskan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Maidun yang tinggi. Sesuai data BPS Provinsi Jawa Timur, TPT tahun 2024 di Kabupaten […]

    Bagikan
  • 565 JCH Ponorogo Siap Berangkat, 20 Persen Lansia dan Risti

    565 JCH Ponorogo Siap Berangkat, 20 Persen Lansia dan Risti

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 565 jemaah calon haji (JCH) asal Ponorogo dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji tahun 2026. Dari total tersebut, sekitar 20 persen di antaranya masuk kategori berisiko tinggi (risti) karena faktor usia lanjut maupun kondisi kesehatan. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ponorogo, Marjuni, menyampaikan bahwa seluruh […]

    Bagikan
  • Kejari Magetan Musnahkan Barang Bukti 45 Perkara Inkrah, Didominasi Perkara Narkotika

    Kejari Magetan Musnahkan Barang Bukti 45 Perkara Inkrah, Didominasi Perkara Narkotika

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri Magetan melaksanakan pemusnahan barang bukti dari puluhan perkara yang telah berkekuatan hukum tetap. Kegiatan dihadiri Wakapolres Magetan serta sejumlah perwakilan instansi terkait. Dalam pemusnahan periode kedua tahun 2025 yang mencakup putusan sejak Mei hingga November, Kejari memusnahkan barang bukti dari 45 perkara. Perkara tersebut meliputi 7 kasus Kamnegtibum, 11 […]

    Bagikan
  • Apel Siaga Loyalis PSHT Pusat Madiun, Soroti Hasil Munas IPSI hingga Dukungan ke Ketum R. Moerdjoko

    Apel Siaga Loyalis PSHT Pusat Madiun, Soroti Hasil Munas IPSI hingga Dukungan ke Ketum R. Moerdjoko

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Ribuan pesilat memadati Padepokan Agung Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak, Kota Madiun, Sabtu (2/5/2026). Massa yang datang dari berbagai ranting di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun tersebut mengikuti Apel Siaga Loyalis PSHT Pusat Madiun menjelang bulan Suro atau Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang […]

    Bagikan
  • Perlunya Koordinasi Lintas Sektor Menangani Bencana di Kecamatan Dagangan

    Perlunya Koordinasi Lintas Sektor Menangani Bencana di Kecamatan Dagangan

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia| Kab. Madiun – Pemkab Madiun sangat serius dalam antisipasi bencana. Salah satu sudah dilakukan adalah rembug maton dalam memetakan dan mitigasi lokasi rawan bencana, misalnya saja di daerah Kecamatan Dagangan. “Salah satu yang menjadi kendala hingga saat ini ketika terjadi sebuah bencana  adalah faktor laporan data yang kurang sinkron,” kata Fajar Andy, anggota Tagana […]

    Bagikan
  • Plt Wali Kota Semprot Kinerja Disperkim, Bakal Dipantau dan Diawasi CCTV

    Plt Wali Kota Semprot Kinerja Disperkim, Bakal Dipantau dan Diawasi CCTV

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, memberikan peringatan tegas terhadap kinerja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim), khususnya terkait pelayanan di lapangan yang dinilai masih kurang optimal. Hal itu ditegaskan saat pembinaan terhadap pegawai Disperkim di Aula Asrama Haji Kota Madiun pada Jum’at (17/4/2026). Peringatan tersebut […]

    Bagikan
expand_less