Berita Terkini
Trending Tags

Kekeringan Meluas, BPBD Ponorogo Distribusikan 31 Ribu Liter Air Bersih

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 109
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Ponorogo droping air di desa Munggu, kecamatan Bungkal. Foto : Istimewa

Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo terus melakukan penanganan terhadap dampak kekeringan yang mulai terjadi di sejumlah wilayah. Hingga 31 Agustus 2026, BPBD mencatat telah mendistribusikan sebanyak 31.000 liter air bersih kepada warga terdampak di dua wilayah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan laporan mengenai kekeringan telah diterima dari beberapa titik. Setiap laporan terlebih dahulu ditindaklanjuti dengan asesmen bersama pemerintah desa untuk menentukan kebutuhan warga.

Dari sejumlah laporan yang masuk, dua wilayah dinilai membutuhkan distribusi air bersih secara langsung. Keduanya yakni Dukuh Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, dan Dukuh Munggur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal.

“Untuk kekeringan sampai dengan 31 Agustus, terlaporkan di beberapa titik. BPBD bersama pemerintah desa melakukan asesmen. Dari beberapa laporan tersebut, ada dua yang diputuskan harus dilakukan distribusi air bersih,” kata Masun.

Di Dukuh Dungus, Desa Karangpatihan, tercatat sebanyak 189 jiwa terdampak dan mendapat pemenuhan kebutuhan air bersih. Sejak akhir Juli hingga 31 Agustus, BPBD bersama mitra telah mendistribusikan sekitar 18.000 liter air ke wilayah tersebut.

Sementara di Dukuh Munggur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, terdapat 153 jiwa yang terdampak. Pada periode yang sama, distribusi air bersih telah mencapai sekitar 13.000 liter.

Dengan demikian, total air bersih yang telah didistribusikan ke dua wilayah tersebut mencapai 31.000 liter hingga 31 Agustus. Distribusi dilakukan tidak hanya oleh BPBD, tetapi juga melibatkan sejumlah mitra, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI).

Selain distribusi air, BPBD juga menyesuaikan penanganan berdasarkan kondisi dan kesiapan masing-masing desa. Desa Wates, misalnya, berdasarkan hasil asesmen disepakati belum memerlukan distribusi air bersih secara langsung. Desa tersebut membutuhkan dukungan sarana dan prasarana berupa tandon penampungan air.

“Khusus Desa Wates, disepakati hanya meminta bantuan sarpras dari BPBD berupa tandon-tandon. Airnya nanti akan dicukupi dari sumur bor yang sudah dibangun sebelumnya,” jelas Masun.

Sementara itu, laporan kekeringan juga datang dari Desa Gelang Kulon. BPBD masih melakukan asesmen untuk menentukan bentuk bantuan yang paling dibutuhkan masyarakat. Jika hasil asesmen menyatakan perlu dilakukan distribusi air bersih, penyaluran diperkirakan mulai dilakukan pada awal pekan depan.

Menurut Masun, distribusi air di Gelang Kulon perlu diawali dengan pemenuhan sarana penampungan. Sebab, di lokasi tersebut belum tersedia tandon yang memadai untuk menampung bantuan air bersih.

“Gelang Kulon minta air bersih dan saat ini sedang asesmen. Perkiraannya Senin depan akan dilakukan distribusi pertama. Namun, prasarana harus dicukupi terlebih dahulu karena tandon belum tersedia,” ujarnya.

BPBD Ponorogo memastikan setiap laporan kekeringan akan ditindaklanjuti melalui asesmen bersama pemerintah desa. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar untuk menentukan apakah wilayah terdampak membutuhkan distribusi air bersih, bantuan peralatan, atau keduanya.

Masun menyebut tidak semua desa memiliki kesiapan sarana penunjang distribusi air. Karena itu, BPBD juga menyiapkan kebutuhan pendukung seperti tandon dan jeriken bagi masyarakat.

“Tidak semua desa siap dengan peralatannya. Jadi kami juga harus menyiapkan, termasuk tandon-tandon, jeriken untuk masyarakat dan seterusnya. Insyaallah kami siap, baik prasarananya maupun distribusinya,” katanya.

BPBD juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penanganan kekeringan di Ponorogo. Salah satunya PMI yang sejak awal turut bekerja sama dalam pendistribusian air bersih ke sejumlah titik terdampak.

“Kami berterima kasih kepada banyak mitra, terutama PMI yang sejak awal sudah menggandeng kami bersama-sama melakukan dropping air di beberapa titik,” pungkas Masun. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Petarung Ramaikan Kejuaraan Adu Wani MMA Piala Wali Kota Madiun 2026

    Ratusan Petarung Ramaikan Kejuaraan Adu Wani MMA Piala Wali Kota Madiun 2026

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejuaraan Adu Wani MMA Piala Wali Kota Madiun 2026 resmi digelar pada 24–25 Juli 2026 di Alun-Alun Kota Madiun. Sekitar 200 atlet mixed martial arts (MMA) dari berbagai daerah di Jawa Timur dipastikan ambil bagian dalam ajang perdana yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun tersebut. Kejuaraan […]

    Bagikan
  • Angin Kencang Tumbangkan Pohon Trembesi di Magetan, Anak 10 Tahun Tewas Tertimpa

    Angin Kencang Tumbangkan Pohon Trembesi di Magetan, Anak 10 Tahun Tewas Tertimpa

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (8/3/2026) siang, menumbangkan pohon trembesi berukuran besar di Jalan Raya Maospati–Ngawi. Pohon yang berada di tepi jalan, tepatnya di Desa Bayemtaman, Kecamatan Kartoharjo, itu roboh dan menimpa sepeda motor yang sedang melintas. Akibat kejadian tersebut, seorang anak berusia 10 tahun meninggal […]

    Bagikan
  • Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG, 7 Siswa SMK di Ngawi Mengeluh Mual dan Muntah

    Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG, 7 Siswa SMK di Ngawi Mengeluh Mual dan Muntah

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebanyak tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (10/8/2026). Empat siswa di antaranya harus dibawa ke Klinik Pratama Aisyiyah Sine untuk mendapatkan penanganan medis. Para siswa yang mengalami keluhan diketahui merupakan siswa kelas 10. Mereka mulai […]

    Bagikan
  • Kades Kebonagung Akui Lakukan Pemukulan dan Sampaikan Permohonan Maaf kepada Ketua PCNU Magetan

    Kades Kebonagung Akui Lakukan Pemukulan dan Sampaikan Permohonan Maaf kepada Ketua PCNU Magetan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perkembangan baru muncul dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap Ketua PCNU Magetan, KH Susanto Khoirul Fatwa. Kepala Desa Kebonagung, Balerejo, Kabupaten Madiun, Anton Sujarwo, akhirnya menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengakui perbuatannya dalam sebuah pernyataan resmi yang dibuat di Pondok Pesantren Al-Hasna, Kartoharjo, Magetan, Selasa (02/12/2025) malam. Pernyataan tersebut dibacakan Anton pada pukul […]

    Bagikan
  • Dua Truk Bertabrakan di Ngawi, Muatan Sapi Berserakan dan Empat Orang Luka-Luka

    Dua Truk Bertabrakan di Ngawi, Muatan Sapi Berserakan dan Empat Orang Luka-Luka

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua truk terjadi di Jalan Raya Ngawi–Karangjati, tepatnya di Desa Padas, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 05.15 WIB. Benturan keras antara truk pengangkut sapi dan truk bermuatan kain perca itu menyebabkan empat orang terluka serta menimbulkan kemacetan panjang di jalur utama tersebut. Kecelakaan yang […]

    Bagikan
  • Satgas Pangan Polres Madiun Kota Siaga Ramadan–Idul Fitri, Tegas Tindak Penimbunan Bapokting

    Satgas Pangan Polres Madiun Kota Siaga Ramadan–Idul Fitri, Tegas Tindak Penimbunan Bapokting

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Madiun Kota menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap upaya spekulasi maupun penimbunan bahan pokok penting (Bapokting) selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. Kasat Reskrim Polres Madiun Kota Iptu Agus Riadi mengatakan, pengawasan harga dan distribusi bahan pokok dilakukan secara intensif setiap hari. “Pengawasan Bapokting itu setiap […]

    Bagikan
expand_less