Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

Kebakaran Lereng Lawu Meluas ke Hutan Lindung Ngawi, Luasan Capai 15 Hektare

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 179
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kebakaran lereng Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu memasuki hari ketiga dan masih menyisakan sejumlah titik api. Api yang sebelumnya membakar kawasan hutan di wilayah Kabupaten Magetan kini bergerak ke arah utara dan telah memasuki kawasan hutan lindung di wilayah Kabupaten Ngawi.

Waka Administratur Lawu Ds Hermawan mengatakan, berdasarkan pemantauan hingga Rabu (16/9/2026) siang, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 13 hingga 15 hektare. Sebagian besar luasan tersebut berada di wilayah Ngawi.

Sementara kawasan yang sebelumnya terbakar di sisi Magetan, khususnya sekitar Petak 51A, telah berhasil dikendalikan. Hasil survei tim hingga Rabu siang juga tidak menemukan lagi asap di kawasan tersebut.

“Kalau sampai siang hari ini sekitar 13 sampai 15 hektare. Termasuk sudah di kawasan hutan lindung, tapi masuk di Kabupaten Ngawi,” kata Hermawan.

Hermawan menjelaskan, kebakaran yang pertama kali terpantau di kawasan hutan wilayah Magetan kemudian bergerak ke arah utara. Pergerakan tersebut dipengaruhi kondisi angin yang cenderung bertiup ke utara.

Sejumlah titik api kini terpantau di kawasan hutan yang mengarah ke Gunung Anakan, wilayah Ngawi. Bahkan, pada Rabu sekitar pukul 12.00 WIB, kembali terpantau titik api baru di kawasan Petak 66, Sidomulyo, yang masih masuk wilayah Magetan.

“Kalau tadi jam 12 ada muncul di Petak 66 di Sidomulyo kalau tidak salah namanya. Ini proses pemadaman saat ini,” ujarnya.

Untuk kawasan Ngawi, Hermawan menyebut terdapat tiga titik yang masih dipantau. Lokasinya berada di arah Gunung Anakan hingga menuju kawasan Ukir Bayi, dengan jarak yang masih cukup jauh. Tim gabungan saat ini terus mengikuti perkembangan titik api untuk memastikan kebakaran tidak kembali bergerak menuju kawasan Magetan.

Upaya pengendalian dilakukan dengan membuat ilaran atau sekat bakar pada lokasi yang masih memungkinkan dijangkau petugas. Sekat tersebut dibuat dengan lebar sekitar lima hingga enam meter. Selain sekat buatan, keberadaan sungai di kawasan perbatasan Magetan dan Ngawi menjadi pembatas alami untuk menghambat pergerakan api.

Menurut Hermawan, kawasan yang terbakar di sisi Magetan telah berhasil “diblok” sehingga api tidak lagi meluas ke wilayah tersebut.

“Jadi aliran di Magetan ini tidak, jadi ngeblok menurut aliran sungai. Sungai ini menjadi pemutus ilaran alami di perbatasan antara Ngawi dan Magetan,” jelasnya.

Pemadaman dilakukan bersama oleh Perhutani, BPBD, TNI, Polri dan masyarakat. Namun, petugas menghadapi medan yang curam serta akses menuju lokasi yang terbatas.

Kondisi kawasan di bagian atas lereng Lawu juga menjadi perhatian. Jika titik awal kebakaran didominasi hutan pinus, kawasan yang kini terbakar lebih tinggi telah memasuki hutan lindung dengan vegetasi berupa savana, ilalang kering dan sebagian cemara. Vegetasi tersebut relatif mudah terbakar, terlebih ketika angin bertiup kencang. Karena itu, petugas terus memperkuat sekat bakar dan memantau arah pergerakan api.

Hermawan mengatakan, kondisi angin yang cukup kuat menjadi salah satu faktor yang menyulitkan pemadaman. Petugas berharap hujan turun untuk membantu mengurangi potensi penyebaran api.

Terkait penyebab kebakaran, Hermawan menyebut kebakaran di wilayah tersebut diduga tidak berasal dari faktor alam. Ia mengarah pada dugaan adanya unsur kesengajaan manusia. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena penyelidikan masih berjalan dan belum ada tersangka yang diamankan.

“Kalau penyebabnya ya rata-rata kesengajaan manusia. Yang jelas bukan faktor alami. Tapi kalau ketahuan ya mesti tertangkap. Kalau motifnya, tersangkanya belum tertangkap, jadi kita masih belum tahu. Kalau menduga-duga juga kasihan nanti kita kalau salah,” ujar Hermawan.

Dengan sebagian kawasan Magetan telah bersih dari api, perhatian penanganan kini bergeser ke titik-titik kebakaran di kawasan hutan lindung Ngawi. Pemantauan tetap dilakukan di kedua sisi perbatasan untuk mengantisipasi perubahan arah api akibat kondisi angin. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Amankan Belasan Remaja Diduga Hendak Perang Sarung

    Polisi Amankan Belasan Remaja Diduga Hendak Perang Sarung

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Polsek Ponorogo Kota mengamankan belasan remaja yang diduga hendak melakukan perang sarung di kawasan Alun-Alun Ponorogo, Rabu (5/3/2025) dini hari. Para remaja yang tertangkap tersebut masih berusia di bawah umur dan berstatus pelajar SMP. Kapolsek Ponorogo, AKP Catur Juli Hernawan, mengatakan penangkapan dilakukan saat patroli menjelang sahur. Selain di kawasan […]

    Bagikan
  • SPMB Hampir Usai, Masih Ada Sekolah Kekurangan Murid, Dikbud Madiun Tetap Optimis

    SPMB Hampir Usai, Masih Ada Sekolah Kekurangan Murid, Dikbud Madiun Tetap Optimis

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menjelang penutupan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang tinggal empat hari lagi, sejumlah sekolah di Kabupaten Madiun masih belum memenuhi kuota siswa. Salah satunya di SDN 01 Wayut Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun. Meski begitu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun tetap optimis kuota akan terpenuhi. Kepala Disdikbud Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
  • Bulog Madiun Siagakan Posko Pengendali Harga Sembako di Pasar Besar Madiun

    Bulog Madiun Siagakan Posko Pengendali Harga Sembako di Pasar Besar Madiun

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemantauan harga bahan kebutuhan pokok di Kota Madiun dilakukan Perum Bulog Kantor Cabang Madiun mendekati momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Seperti dalam pemantauan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Besar Madiun (PBM) pada Rabu (24/12/2025). Saat ini, permintaan beras SPHP di wilayah Perum […]

    Bagikan
  • Meriah dan Humanis, May Day 2025 di Trenggalek Dimeriahkan Jalan Sehat dan Donor Darah

    Meriah dan Humanis, May Day 2025 di Trenggalek Dimeriahkan Jalan Sehat dan Donor Darah

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Sinergia | Trenggalek – Lautan semangat dan antusiasme membanjiri kawasan Pasar Pon Trenggalek, Kamis (01/05/2025). Ribuan buruh, karyawan, dan warga tumpah ruah mengikuti peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025. Berbeda dari citra buruh yang kerap dikaitkan dengan demonstrasi, Trenggalek menunjukkan wajah baru perayaan May Day dengan penuh harmoni, keceriaan, dan kepedulian sosial. Momentum […]

    Bagikan
  • Awal Tahun 2026, Pupuk Bersubsidi Sudah Bisa Ditebus, Petani Jatim Manfaatkan Awal Tahun

    Awal Tahun 2026, Pupuk Bersubsidi Sudah Bisa Ditebus, Petani Jatim Manfaatkan Awal Tahun

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Sinergia | Bangkalan – PT Pupuk Indonesia (Persero) mulai menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani di Jawa Timur sejak hari pertama 2026. Sejumlah petani tercatat telah melakukan penebusan pupuk hanya beberapa menit setelah pergantian tahun, menandai kesiapan distribusi pupuk subsidi sejak awal tahun. Petani yang berhasil menebus pupuk bersubsidi pada 1 Januari 2026 berasal dari sejumlah […]

    Bagikan
  • Tak Wajib tapi Penting, TKA Bisa Jadi Tiket Emas ke Dunia Kampus dan Kerja

    Tak Wajib tapi Penting, TKA Bisa Jadi Tiket Emas ke Dunia Kampus dan Kerja

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII jenjang SMA/MA/SMK akan mulai dilaksanakan pada November 2025. Di Ponorogo, sekolah-sekolah kini tengah melakukan pendataan siswa yang berminat mengikuti program tersebut. Kasi SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Ponorogo–Magetan, Eko Budi Santoso, menjelaskan bahwa TKA merupakan program baru dari Kementerian Pendidikan […]

    Bagikan
expand_less