Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Kebakaran Lereng Lawu Meluas ke Hutan Lindung Ngawi, Luasan Capai 15 Hektare

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 127
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kebakaran lereng Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu memasuki hari ketiga dan masih menyisakan sejumlah titik api. Api yang sebelumnya membakar kawasan hutan di wilayah Kabupaten Magetan kini bergerak ke arah utara dan telah memasuki kawasan hutan lindung di wilayah Kabupaten Ngawi.

Waka Administratur Lawu Ds Hermawan mengatakan, berdasarkan pemantauan hingga Rabu (16/9/2026) siang, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 13 hingga 15 hektare. Sebagian besar luasan tersebut berada di wilayah Ngawi.

Sementara kawasan yang sebelumnya terbakar di sisi Magetan, khususnya sekitar Petak 51A, telah berhasil dikendalikan. Hasil survei tim hingga Rabu siang juga tidak menemukan lagi asap di kawasan tersebut.

“Kalau sampai siang hari ini sekitar 13 sampai 15 hektare. Termasuk sudah di kawasan hutan lindung, tapi masuk di Kabupaten Ngawi,” kata Hermawan.

Hermawan menjelaskan, kebakaran yang pertama kali terpantau di kawasan hutan wilayah Magetan kemudian bergerak ke arah utara. Pergerakan tersebut dipengaruhi kondisi angin yang cenderung bertiup ke utara.

Sejumlah titik api kini terpantau di kawasan hutan yang mengarah ke Gunung Anakan, wilayah Ngawi. Bahkan, pada Rabu sekitar pukul 12.00 WIB, kembali terpantau titik api baru di kawasan Petak 66, Sidomulyo, yang masih masuk wilayah Magetan.

“Kalau tadi jam 12 ada muncul di Petak 66 di Sidomulyo kalau tidak salah namanya. Ini proses pemadaman saat ini,” ujarnya.

Untuk kawasan Ngawi, Hermawan menyebut terdapat tiga titik yang masih dipantau. Lokasinya berada di arah Gunung Anakan hingga menuju kawasan Ukir Bayi, dengan jarak yang masih cukup jauh. Tim gabungan saat ini terus mengikuti perkembangan titik api untuk memastikan kebakaran tidak kembali bergerak menuju kawasan Magetan.

Upaya pengendalian dilakukan dengan membuat ilaran atau sekat bakar pada lokasi yang masih memungkinkan dijangkau petugas. Sekat tersebut dibuat dengan lebar sekitar lima hingga enam meter. Selain sekat buatan, keberadaan sungai di kawasan perbatasan Magetan dan Ngawi menjadi pembatas alami untuk menghambat pergerakan api.

Menurut Hermawan, kawasan yang terbakar di sisi Magetan telah berhasil “diblok” sehingga api tidak lagi meluas ke wilayah tersebut.

“Jadi aliran di Magetan ini tidak, jadi ngeblok menurut aliran sungai. Sungai ini menjadi pemutus ilaran alami di perbatasan antara Ngawi dan Magetan,” jelasnya.

Pemadaman dilakukan bersama oleh Perhutani, BPBD, TNI, Polri dan masyarakat. Namun, petugas menghadapi medan yang curam serta akses menuju lokasi yang terbatas.

Kondisi kawasan di bagian atas lereng Lawu juga menjadi perhatian. Jika titik awal kebakaran didominasi hutan pinus, kawasan yang kini terbakar lebih tinggi telah memasuki hutan lindung dengan vegetasi berupa savana, ilalang kering dan sebagian cemara. Vegetasi tersebut relatif mudah terbakar, terlebih ketika angin bertiup kencang. Karena itu, petugas terus memperkuat sekat bakar dan memantau arah pergerakan api.

Hermawan mengatakan, kondisi angin yang cukup kuat menjadi salah satu faktor yang menyulitkan pemadaman. Petugas berharap hujan turun untuk membantu mengurangi potensi penyebaran api.

Terkait penyebab kebakaran, Hermawan menyebut kebakaran di wilayah tersebut diduga tidak berasal dari faktor alam. Ia mengarah pada dugaan adanya unsur kesengajaan manusia. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena penyelidikan masih berjalan dan belum ada tersangka yang diamankan.

“Kalau penyebabnya ya rata-rata kesengajaan manusia. Yang jelas bukan faktor alami. Tapi kalau ketahuan ya mesti tertangkap. Kalau motifnya, tersangkanya belum tertangkap, jadi kita masih belum tahu. Kalau menduga-duga juga kasihan nanti kita kalau salah,” ujar Hermawan.

Dengan sebagian kawasan Magetan telah bersih dari api, perhatian penanganan kini bergeser ke titik-titik kebakaran di kawasan hutan lindung Ngawi. Pemantauan tetap dilakukan di kedua sisi perbatasan untuk mengantisipasi perubahan arah api akibat kondisi angin. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Habis, Lima Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Magetan Berhenti Operasi

    Dana Habis, Lima Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Magetan Berhenti Operasi

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang tutup tahun anggaran, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan mengalami hambatan serius. Lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan kegiatan produksi dan distribusi karena dana operasional telah habis. Penghentian sementara ini bukan disebabkan kurangnya penerima manfaat, melainkan keterlambatan pencairan dana yang seluruhnya bersumber dari pemerintah pusat melalui […]

    Bagikan
  • Madiun Street Competition 2026 Ramaikan Balai Kota, Ajang Sportifitas Anak Muda dari Basket 3×3 hingga Mural

    Madiun Street Competition 2026 Ramaikan Balai Kota, Ajang Sportifitas Anak Muda dari Basket 3×3 hingga Mural

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Halaman Balai Kota Madiun berubah menjadi ruang penuh energi dan kreativitas pada Sabtu (1/8/2026). Riuh sorak penonton berpadu dengan atraksi para atlet muda dan seniman jalanan dalam gelaran Madiun Street Competition 2026, sebuah ajang yang menghadirkan olahraga dan seni kreatif dalam satu panggung. Ratusan pelajar dan masyarakat memadati lokasi untuk […]

    Bagikan
  • Sengketa Lahan TK Masyitoh Madiun Berakhir, PN Kota Madiun Jelaskan Runtutan Sidang hingga Eksekusi

    Sengketa Lahan TK Masyitoh Madiun Berakhir, PN Kota Madiun Jelaskan Runtutan Sidang hingga Eksekusi

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 724
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pengadilan Negeri Kota Madiun akhirnya melaksanakan eksekusi terhadap tanah dan bangunan RA/TK Islam Masyitoh yang berada di Jalan Alun-Alun Barat Nomor 6, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Eksekusi pada Selasa (12/5/2026) dilakukan setelah perkara sengketa lahan tersebut melalui rangkaian proses hukum panjang hingga berkekuatan hukum tetap. Juru Bicara Pengadilan Negeri Kota […]

    Bagikan
  • Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Puluhan Pohon Tumbang dan Dua Rumah di Kota Madiun Rusak

    Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Puluhan Pohon Tumbang dan Dua Rumah di Kota Madiun Rusak

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun diguyur hujan deras disertai angin kencang pada Jumat sore (17/10/2025). Dalam waktu sekitar satu jam, puluhan pohon tumbang dan dua rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa batang pohon. Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, Heter Hidayati, menjelaskan bahwa sejumlah titik terdampak tersebar di beberapa wilayah. “Ada dua […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Sabet Penghargaan Smart Branding Terbaik Kedua di ISNA 2025

    Kota Madiun Sabet Penghargaan Smart Branding Terbaik Kedua di ISNA 2025

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Tangerang Selatan – Kota Madiun kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Indonesia Smart Nation Awards (ISNA) 2025 yang digelar oleh PT Citi Asia Internasional (Citiasia), Kota Pecel berhasil meraih penghargaan Smart City kategori Smart Branding terbaik kedua. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Madiun, Maidi, dalam acara puncak yang berlangsung […]

    Bagikan
  • Mayat Perempuan Mengambang di Bengawan Madiun Gegerkan Warga

    Mayat Perempuan Mengambang di Bengawan Madiun Gegerkan Warga

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga Desa Kiringan, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang mengambang di aliran Sungai Bengawan Madiun, Minggu siang (14/12/2025). Penemuan tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar. Proses evakuasi pun berlangsung dramatis. Mayat pertama kali ditemukan oleh Sunaryo, warga setempat yang hendak memancing di sungai tersebut sekitar pukul […]

    Bagikan
expand_less