Sabtu, 7 Nov 2026
Trending Tags

DPRD Magetan Soroti Defisit Membengkak hingga Pemotongan Anggaran Desa dalam P-APBD 2026

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 176
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD Magetan membahas pandangan umum fraksi terhadap P-APBD 2026. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Rapat paripurna DPRD Kabupaten Magetan dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Magetan Tahun Anggaran 2026 berlangsung dengan sejumlah catatan kritis, Senin (21/9/2026).

Dari delapan fraksi yang memiliki kursi di DPRD Magetan, pandangan umum disampaikan secara langsung oleh Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Fraksi PDI Perjuangan. Sementara fraksi lainnya menyerahkan dokumen pandangan umum untuk ditindaklanjuti dalam tahapan pembahasan berikutnya.

Rapat ini menjadi bagian dari tahapan pembahasan setelah Pemerintah Kabupaten Magetan menyampaikan nota keuangan Raperda Perubahan APBD 2026 pada 17 September 2026. Dalam nota tersebut, pemerintah menyebut adanya penyesuaian pendapatan, belanja, dan pembiayaan akibat perkembangan kondisi fiskal serta kebutuhan program daerah.

Salah satu sorotan utama datang dari Fraksi PDI Perjuangan. Fraksi ini menilai perubahan APBD 2026 perlu dicermati karena terjadi penurunan pendapatan daerah, sementara belanja justru mengalami kenaikan.

Berdasarkan pandangan umum yang disampaikan, pendapatan daerah diproyeksikan turun sekitar Rp26,34 miliar, sedangkan belanja meningkat sekitar Rp64,11 miliar. Kondisi tersebut membuat defisit anggaran disebut melebar dari sekitar Rp42,12 miliar menjadi Rp132,57 miliar.

Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam rancangan perubahan, PAD meningkat dari sekitar Rp348,6 miliar menjadi Rp358,73 miliar. Namun, angka tersebut masih berada di bawah realisasi PAD 2025 yang mencapai sekitar Rp380,47 miliar. Fraksi tersebut mempertanyakan alasan pemerintah menetapkan target PAD 2026 yang masih lebih rendah dibanding capaian tahun sebelumnya. Ketergantungan terhadap pendapatan transfer juga menjadi perhatian karena porsi transfer disebut masih mencapai sekitar 79,6 persen dari struktur pendapatan daerah.

Di sisi belanja, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti kenaikan belanja barang dan jasa sekitar Rp71,59 miliar, dari Rp485,84 miliar menjadi Rp557,43 miliar. Kenaikan itu dinilai perlu dijelaskan korelasinya dengan peningkatan pelayanan publik. Pengadaan videotron dengan anggaran sekitar Rp2,4 miliar turut dipertanyakan. Fraksi PDI Perjuangan meminta agar pengadaan tersebut dikaji dari sisi urgensi dan kewajaran harga.

Hal serupa disampaikan terkait rencana pengadaan mobil dinas Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magetan. Fraksi PDI Perjuangan meminta pemerintah mempertimbangkan kembali urgensi belanja tersebut agar anggaran lebih diarahkan pada kebutuhan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sebaliknya, fraksi tersebut mendorong penguatan digitalisasi pendapatan, salah satunya melalui penerapan e-ticketing pariwisata Sarangan, yang dinilai dapat membantu optimalisasi PAD sekaligus memperkecil potensi kebocoran penerimaan.

Fraksi PDI Perjuangan mencatat belanja transfer mengalami penurunan sekitar Rp83,56 miliar, dengan salah satu penurunan terbesar terjadi pada bantuan keuangan desa. Sementara Fraksi PAN juga mempertanyakan strategi pemerintah daerah menghadapi penurunan alokasi Dana Desa secara nasional.

Fraksi PAN meminta pemerintah memastikan desa tetap mampu menjalankan pembangunan dan menggerakkan perekonomian masyarakat meskipun ruang fiskal desa semakin terbatas.

Ketua DPRD Magetan Riyin Nur Asiyah membenarkan bahwa persoalan kemampuan fiskal desa menjadi salah satu perhatian yang mengemuka dalam rapat paripurna.

Menurutnya, seluruh fraksi memberikan sejumlah masukan dan pertanyaan kepada eksekutif karena kondisi keuangan daerah dalam perubahan APBD 2026 mendapat sorotan.

“Banyak masukan, banyak pertanyaan dari teman-teman perwakilan fraksi karena situasi dan kondisi keuangan anggaran tahun ini di perubahan ini banyak sorotan,” kata Riyin.

Ia menyebut isu belanja tertentu, termasuk pengadaan kendaraan dinas, serta kondisi anggaran desa menjadi bagian yang mendapat perhatian DPRD.

“Memang banyak hal yang menjadi keprihatinan kami DPRD Kabupaten Magetan,” ujarnya.

Terkait desa, Riyin mengatakan pengurangan bantuan dana desa menjadi persoalan yang perlu dijawab pemerintah daerah karena desa tetap harus menjalankan pelayanan dan kewajibannya kepada masyarakat.

“Seluruh fraksi menyampaikan terkait pemotongan anggaran dana desa, terus bagaimana nanti eksekutif menyikapi desa ini tetap bisa berjalan menjalankan seluruh tugas dan kewajiban secara optimal,” katanya.

Secara keseluruhan, pandangan fraksi-fraksi tersebut akan menjadi bahan bagi eksekutif untuk memberikan jawaban dan penjelasan sebelum pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 memasuki tahapan berikutnya.

Sebelumnya, DPRD dan Pemkab Magetan telah menyepakati rancangan perubahan KUA-PPAS 2026 sebagai dasar penyusunan perubahan APBD. Dalam kesepakatan tersebut, penyesuaian anggaran dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan kebutuhan prioritas pembangunan.

Dengan demikian, pembahasan P-APBD 2026 kini tidak hanya berkaitan dengan penyesuaian angka pendapatan dan belanja, tetapi juga menyangkut bagaimana pemerintah menjawab sorotan DPRD mengenai defisit, efisiensi belanja, penguatan PAD, keberlanjutan pembangunan desa, pelayanan dasar, hingga kesiapan menghadapi risiko bencana. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani Tebu PG Rejoagung Madiun Aman Pembayaran, Berbeda dengan Wilayah SGN

    Petani Tebu PG Rejoagung Madiun Aman Pembayaran, Berbeda dengan Wilayah SGN

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Ketika banyak petani tebu di Kabupaten Madiun mengeluhkan pembayaran hasil panen yang macet, petani tebu di bawah naungan Pabrik Gula (PG) Rejoagung Baru justru tak mengalami masalah serupa. Mereka menerima pembayaran hasil giling tebu setiap pekan sesuai harga pokok penjualan (HPP) Rp14.500 per kilogram. Sekretaris DPC Asosiasi Petani Tebu Rakyat […]

    Bagikan
  • Gagal Salip, Pemotor di Ngawi Tewas Usai Tabrak Truk Tronton di Jalur Ngawi–Mantingan

    Gagal Salip, Pemotor di Ngawi Tewas Usai Tabrak Truk Tronton di Jalur Ngawi–Mantingan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan maut terjadi di jalur perbatasan Ngawi–Jawa Tengah. Seorang pengendara sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AD-5583-BJF meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan truk tronton tractor head berpelat W-8130-UO di Jalan Ngawi-Mantingan, masuk Desa Pengkol, Kecamatan Mantingan, Kamis (04/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika mengungkapkan insiden […]

    Bagikan
  • Peringati Hari Bakti TNI AU ke-79, Lanud Iswahjudi Bersihkan Telaga Sarangan dan Ajak Warga Jaga Kelestarian Lingkungan

    Peringati Hari Bakti TNI AU ke-79, Lanud Iswahjudi Bersihkan Telaga Sarangan dan Ajak Warga Jaga Kelestarian Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menyambut Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-79 yang diperingati pada 29 Juli 2026, Lanud Iswahjudi menggelar aksi peduli lingkungan dengan membersihkan kawasan wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan. Kegiatan tersebut melibatkan puluhan personel TNI Angkatan Udara bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian destinasi wisata andalan Jawa […]

    Bagikan
  • Cerita Al Arsy, Murid Tunggal Kelas 1 SDN Jalen Ponorogo yang Tak Gentar Sekolah Sendirian

    Cerita Al Arsy, Murid Tunggal Kelas 1 SDN Jalen Ponorogo yang Tak Gentar Sekolah Sendirian

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Al Arsy Al Farizi menjadi satu-satunya siswa baru di SDN Jalen, Kecamatan Balong, Ponorogo. Saat ditemui di hari kedua masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (15/07/2025), Arsy tampak antusias mengikuti kegiatan bersama kakak kelasnya dalam satu ruang kelas. Tak tampak sedikit pun rasa takut, canggung, atau minder di wajah bocah berusia […]

    Bagikan
  • Ini Persentase Tertinggi dan Terluas Capaian LTT di Jajaran Korem 081/DSJ

    Ini Persentase Tertinggi dan Terluas Capaian LTT di Jajaran Korem 081/DSJ

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia – Kota Madiun – Berbagai target pencapaian Luas Tambah Tanam (LTT) padi di bulan Januari telah selesai dilaksanakan oleh satuan di jajaran Korem 081/DSJ. Dua satuan yang menonjol dari segi persentase target maupun luasan LTT yang berhasil dicapai. “Untuk persentase tertinggi raihan target LTT di bulan januari yakni Kodim 0801/Pacitan yang mencapai 687,27 persen. […]

    Bagikan
  • Pelestari Lingkungan, Sertu Tarsipan Sediakan Ratusan Ribu Bibit Gayam dan Gondang

    Pelestari Lingkungan, Sertu Tarsipan Sediakan Ratusan Ribu Bibit Gayam dan Gondang

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Trenggalek – Babinsa Koramil 0806/11 Panggul, Sertu Tarsipan bukan hanya dikenal sebagai anggota TNI. Namun, lebih dari itu, lewat aksinya sebagai pembudidaya bibit pohon Gayam dan Gondang, Sertu Tarsipan dikenal sebagai pelestari lingkungan. Tak hanya di Jawa Timur, namun juga di Indonesia. Aksi budidaya yang dilakukan itu dilatarbelakangi oleh kepeduliannya terhadap kondisi lingkungan […]

    Bagikan
expand_less