Berita Terkini
Trending Tags

DPRD Magetan Soroti Defisit Membengkak hingga Pemotongan Anggaran Desa dalam P-APBD 2026

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 33
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD Magetan membahas pandangan umum fraksi terhadap P-APBD 2026. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Rapat paripurna DPRD Kabupaten Magetan dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Magetan Tahun Anggaran 2026 berlangsung dengan sejumlah catatan kritis, Senin (21/9/2026).

Dari delapan fraksi yang memiliki kursi di DPRD Magetan, pandangan umum disampaikan secara langsung oleh Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Fraksi PDI Perjuangan. Sementara fraksi lainnya menyerahkan dokumen pandangan umum untuk ditindaklanjuti dalam tahapan pembahasan berikutnya.

Rapat ini menjadi bagian dari tahapan pembahasan setelah Pemerintah Kabupaten Magetan menyampaikan nota keuangan Raperda Perubahan APBD 2026 pada 17 September 2026. Dalam nota tersebut, pemerintah menyebut adanya penyesuaian pendapatan, belanja, dan pembiayaan akibat perkembangan kondisi fiskal serta kebutuhan program daerah.

Salah satu sorotan utama datang dari Fraksi PDI Perjuangan. Fraksi ini menilai perubahan APBD 2026 perlu dicermati karena terjadi penurunan pendapatan daerah, sementara belanja justru mengalami kenaikan.

Berdasarkan pandangan umum yang disampaikan, pendapatan daerah diproyeksikan turun sekitar Rp26,34 miliar, sedangkan belanja meningkat sekitar Rp64,11 miliar. Kondisi tersebut membuat defisit anggaran disebut melebar dari sekitar Rp42,12 miliar menjadi Rp132,57 miliar.

Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam rancangan perubahan, PAD meningkat dari sekitar Rp348,6 miliar menjadi Rp358,73 miliar. Namun, angka tersebut masih berada di bawah realisasi PAD 2025 yang mencapai sekitar Rp380,47 miliar. Fraksi tersebut mempertanyakan alasan pemerintah menetapkan target PAD 2026 yang masih lebih rendah dibanding capaian tahun sebelumnya. Ketergantungan terhadap pendapatan transfer juga menjadi perhatian karena porsi transfer disebut masih mencapai sekitar 79,6 persen dari struktur pendapatan daerah.

Di sisi belanja, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti kenaikan belanja barang dan jasa sekitar Rp71,59 miliar, dari Rp485,84 miliar menjadi Rp557,43 miliar. Kenaikan itu dinilai perlu dijelaskan korelasinya dengan peningkatan pelayanan publik. Pengadaan videotron dengan anggaran sekitar Rp2,4 miliar turut dipertanyakan. Fraksi PDI Perjuangan meminta agar pengadaan tersebut dikaji dari sisi urgensi dan kewajaran harga.

Hal serupa disampaikan terkait rencana pengadaan mobil dinas Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magetan. Fraksi PDI Perjuangan meminta pemerintah mempertimbangkan kembali urgensi belanja tersebut agar anggaran lebih diarahkan pada kebutuhan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sebaliknya, fraksi tersebut mendorong penguatan digitalisasi pendapatan, salah satunya melalui penerapan e-ticketing pariwisata Sarangan, yang dinilai dapat membantu optimalisasi PAD sekaligus memperkecil potensi kebocoran penerimaan.

Fraksi PDI Perjuangan mencatat belanja transfer mengalami penurunan sekitar Rp83,56 miliar, dengan salah satu penurunan terbesar terjadi pada bantuan keuangan desa. Sementara Fraksi PAN juga mempertanyakan strategi pemerintah daerah menghadapi penurunan alokasi Dana Desa secara nasional.

Fraksi PAN meminta pemerintah memastikan desa tetap mampu menjalankan pembangunan dan menggerakkan perekonomian masyarakat meskipun ruang fiskal desa semakin terbatas.

Ketua DPRD Magetan Riyin Nur Asiyah membenarkan bahwa persoalan kemampuan fiskal desa menjadi salah satu perhatian yang mengemuka dalam rapat paripurna.

Menurutnya, seluruh fraksi memberikan sejumlah masukan dan pertanyaan kepada eksekutif karena kondisi keuangan daerah dalam perubahan APBD 2026 mendapat sorotan.

“Banyak masukan, banyak pertanyaan dari teman-teman perwakilan fraksi karena situasi dan kondisi keuangan anggaran tahun ini di perubahan ini banyak sorotan,” kata Riyin.

Ia menyebut isu belanja tertentu, termasuk pengadaan kendaraan dinas, serta kondisi anggaran desa menjadi bagian yang mendapat perhatian DPRD.

“Memang banyak hal yang menjadi keprihatinan kami DPRD Kabupaten Magetan,” ujarnya.

Terkait desa, Riyin mengatakan pengurangan bantuan dana desa menjadi persoalan yang perlu dijawab pemerintah daerah karena desa tetap harus menjalankan pelayanan dan kewajibannya kepada masyarakat.

“Seluruh fraksi menyampaikan terkait pemotongan anggaran dana desa, terus bagaimana nanti eksekutif menyikapi desa ini tetap bisa berjalan menjalankan seluruh tugas dan kewajiban secara optimal,” katanya.

Secara keseluruhan, pandangan fraksi-fraksi tersebut akan menjadi bahan bagi eksekutif untuk memberikan jawaban dan penjelasan sebelum pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 memasuki tahapan berikutnya.

Sebelumnya, DPRD dan Pemkab Magetan telah menyepakati rancangan perubahan KUA-PPAS 2026 sebagai dasar penyusunan perubahan APBD. Dalam kesepakatan tersebut, penyesuaian anggaran dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan kebutuhan prioritas pembangunan.

Dengan demikian, pembahasan P-APBD 2026 kini tidak hanya berkaitan dengan penyesuaian angka pendapatan dan belanja, tetapi juga menyangkut bagaimana pemerintah menjawab sorotan DPRD mengenai defisit, efisiensi belanja, penguatan PAD, keberlanjutan pembangunan desa, pelayanan dasar, hingga kesiapan menghadapi risiko bencana. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerebek Toko Plastik, Petugas Gabungan Temukan 12 Ribu Batang Rokok Ilegal

    Gerebek Toko Plastik, Petugas Gabungan Temukan 12 Ribu Batang Rokok Ilegal

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun –  Sebanyak 12.236 batang rokok ilegal tanpa pita cukai diamankan Petugas gabungan dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Madiun bersama Detasemen Polisi Militer (Denpom) V/1 Madiun. Puluhan ribu barang siap jual tersebut ditemukan saat pemeriksaan sebuah toko plastik di Desa Matesih, Kecamatan Jiwan, […]

    Bagikan
  • 13 Ribu Pengangguran Menanti Pekerjaan, Pemkab Magetan Genjot Sistem Digital Ketenagakerjaan

    13 Ribu Pengangguran Menanti Pekerjaan, Pemkab Magetan Genjot Sistem Digital Ketenagakerjaan

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sebuah ironi terjadi di Kabupaten Magetan. Belasan ribu kursi kerja kosong, namun ribuan pencari kerja masih belum terserap. Data terbaru mencatat, 16.000 lowongan kerja tersedia, tetapi 13.000 warga tercatat masih menganggur. Kondisi ini membuka mata Pemerintah Kabupaten Magetan untuk segera membenahi sistem penyaluran tenaga kerja. Salah satu langkah nyata dilakukan […]

    Bagikan
  • Jambore MTB 2026 di Magetan Gerakkan Ekonomi Hingga Rp2,1 Miliar

    Jambore MTB 2026 di Magetan Gerakkan Ekonomi Hingga Rp2,1 Miliar

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gelaran Jambore MTB 2026 yang berlangsung di Kabupaten Magetan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para komunitas sepeda gunung, tetapi juga memicu perputaran uang dalam jumlah besar. Kegiatan yang digelar di C1000 Bike Park, Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Minggu (8/2/2026), tercatat menghadirkan 2.100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Besarnya jumlah peserta […]

    Bagikan
  • DPRD Kota Madiun Dorong Eksekutif Fokus pada Efisiensi dan Pertumbuhan Ekonomi

    DPRD Kota Madiun Dorong Eksekutif Fokus pada Efisiensi dan Pertumbuhan Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – DPRD Kota Madiun menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Madiun Tahun Anggaran 2024 pada Rabu (30/04/2025). Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan masukan strategis terhadap kinerja pemerintah daerah. Wali Kota Madiun, Maidi, menyampaikan apresiasinya atas rekomendasi yang diberikan DPRD. Menurutnya, rekomendasi […]

    Bagikan
  • Jelang Suro, Polres Magetan Gandeng Perguruan Silat Wujudkan Keamanan Bersama

    Jelang Suro, Polres Magetan Gandeng Perguruan Silat Wujudkan Keamanan Bersama

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Menyambut datangnya Bulan Suro atau Muharram 1447 Hijriah, Polres Magetan menginisiasi Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh ketua perguruan pencak silat se-Kabupaten Magetan. Rakor ini digelar pada Jumat (13/06/2025) di Aula Pesat Gatra Polres Magetan, sebagai bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas yang […]

    Bagikan
  • Kesigapan Personil TNI Korem 081/DSJ Membantu Para Pemudik

    Kesigapan Personil TNI Korem 081/DSJ Membantu Para Pemudik

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Korem 081/DSJ mengerahkan personelnya untuk mengamankan arus mudik lebaran tahun ini, salah satunya di kawasan Stasiun Madiun. Tak hanya fokus melaksanakan tugas pengamanan, para prajurit TNI itu juga terlihat sering membantu para pemudik yang kesulitan membawa barang bawaannya. Seperti terlihat pada Minggu (30/03/2025), ratusan penumpang turun di Stasiun Madiun. Personil […]

    Bagikan
expand_less