Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

DPRD Magetan Soroti Defisit Membengkak hingga Pemotongan Anggaran Desa dalam P-APBD 2026

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 120
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD Magetan membahas pandangan umum fraksi terhadap P-APBD 2026. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Rapat paripurna DPRD Kabupaten Magetan dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Magetan Tahun Anggaran 2026 berlangsung dengan sejumlah catatan kritis, Senin (21/9/2026).

Dari delapan fraksi yang memiliki kursi di DPRD Magetan, pandangan umum disampaikan secara langsung oleh Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Fraksi PDI Perjuangan. Sementara fraksi lainnya menyerahkan dokumen pandangan umum untuk ditindaklanjuti dalam tahapan pembahasan berikutnya.

Rapat ini menjadi bagian dari tahapan pembahasan setelah Pemerintah Kabupaten Magetan menyampaikan nota keuangan Raperda Perubahan APBD 2026 pada 17 September 2026. Dalam nota tersebut, pemerintah menyebut adanya penyesuaian pendapatan, belanja, dan pembiayaan akibat perkembangan kondisi fiskal serta kebutuhan program daerah.

Salah satu sorotan utama datang dari Fraksi PDI Perjuangan. Fraksi ini menilai perubahan APBD 2026 perlu dicermati karena terjadi penurunan pendapatan daerah, sementara belanja justru mengalami kenaikan.

Berdasarkan pandangan umum yang disampaikan, pendapatan daerah diproyeksikan turun sekitar Rp26,34 miliar, sedangkan belanja meningkat sekitar Rp64,11 miliar. Kondisi tersebut membuat defisit anggaran disebut melebar dari sekitar Rp42,12 miliar menjadi Rp132,57 miliar.

Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam rancangan perubahan, PAD meningkat dari sekitar Rp348,6 miliar menjadi Rp358,73 miliar. Namun, angka tersebut masih berada di bawah realisasi PAD 2025 yang mencapai sekitar Rp380,47 miliar. Fraksi tersebut mempertanyakan alasan pemerintah menetapkan target PAD 2026 yang masih lebih rendah dibanding capaian tahun sebelumnya. Ketergantungan terhadap pendapatan transfer juga menjadi perhatian karena porsi transfer disebut masih mencapai sekitar 79,6 persen dari struktur pendapatan daerah.

Di sisi belanja, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti kenaikan belanja barang dan jasa sekitar Rp71,59 miliar, dari Rp485,84 miliar menjadi Rp557,43 miliar. Kenaikan itu dinilai perlu dijelaskan korelasinya dengan peningkatan pelayanan publik. Pengadaan videotron dengan anggaran sekitar Rp2,4 miliar turut dipertanyakan. Fraksi PDI Perjuangan meminta agar pengadaan tersebut dikaji dari sisi urgensi dan kewajaran harga.

Hal serupa disampaikan terkait rencana pengadaan mobil dinas Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magetan. Fraksi PDI Perjuangan meminta pemerintah mempertimbangkan kembali urgensi belanja tersebut agar anggaran lebih diarahkan pada kebutuhan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sebaliknya, fraksi tersebut mendorong penguatan digitalisasi pendapatan, salah satunya melalui penerapan e-ticketing pariwisata Sarangan, yang dinilai dapat membantu optimalisasi PAD sekaligus memperkecil potensi kebocoran penerimaan.

Fraksi PDI Perjuangan mencatat belanja transfer mengalami penurunan sekitar Rp83,56 miliar, dengan salah satu penurunan terbesar terjadi pada bantuan keuangan desa. Sementara Fraksi PAN juga mempertanyakan strategi pemerintah daerah menghadapi penurunan alokasi Dana Desa secara nasional.

Fraksi PAN meminta pemerintah memastikan desa tetap mampu menjalankan pembangunan dan menggerakkan perekonomian masyarakat meskipun ruang fiskal desa semakin terbatas.

Ketua DPRD Magetan Riyin Nur Asiyah membenarkan bahwa persoalan kemampuan fiskal desa menjadi salah satu perhatian yang mengemuka dalam rapat paripurna.

Menurutnya, seluruh fraksi memberikan sejumlah masukan dan pertanyaan kepada eksekutif karena kondisi keuangan daerah dalam perubahan APBD 2026 mendapat sorotan.

“Banyak masukan, banyak pertanyaan dari teman-teman perwakilan fraksi karena situasi dan kondisi keuangan anggaran tahun ini di perubahan ini banyak sorotan,” kata Riyin.

Ia menyebut isu belanja tertentu, termasuk pengadaan kendaraan dinas, serta kondisi anggaran desa menjadi bagian yang mendapat perhatian DPRD.

“Memang banyak hal yang menjadi keprihatinan kami DPRD Kabupaten Magetan,” ujarnya.

Terkait desa, Riyin mengatakan pengurangan bantuan dana desa menjadi persoalan yang perlu dijawab pemerintah daerah karena desa tetap harus menjalankan pelayanan dan kewajibannya kepada masyarakat.

“Seluruh fraksi menyampaikan terkait pemotongan anggaran dana desa, terus bagaimana nanti eksekutif menyikapi desa ini tetap bisa berjalan menjalankan seluruh tugas dan kewajiban secara optimal,” katanya.

Secara keseluruhan, pandangan fraksi-fraksi tersebut akan menjadi bahan bagi eksekutif untuk memberikan jawaban dan penjelasan sebelum pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 memasuki tahapan berikutnya.

Sebelumnya, DPRD dan Pemkab Magetan telah menyepakati rancangan perubahan KUA-PPAS 2026 sebagai dasar penyusunan perubahan APBD. Dalam kesepakatan tersebut, penyesuaian anggaran dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan kebutuhan prioritas pembangunan.

Dengan demikian, pembahasan P-APBD 2026 kini tidak hanya berkaitan dengan penyesuaian angka pendapatan dan belanja, tetapi juga menyangkut bagaimana pemerintah menjawab sorotan DPRD mengenai defisit, efisiensi belanja, penguatan PAD, keberlanjutan pembangunan desa, pelayanan dasar, hingga kesiapan menghadapi risiko bencana. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • BBPOM Surabaya Sidak Takjil di Caruban, Dua Sampel Kerupuk Diduga Mengandung Boraks

    BBPOM Surabaya Sidak Takjil di Caruban, Dua Sampel Kerupuk Diduga Mengandung Boraks

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya menemukan dua sampel kerupuk yang diduga mengandung bahan berbahaya boraks saat melakukan pemeriksaan makanan berbuka puasa di Kabupaten Madiun, Kamis (5/3/2026). Pemeriksaan dilakukan di kawasan Alun-Alun Caruban, tepatnya di sepanjang Jalan MT Haryono, Kecamatan Mejayan, yang menjadi salah satu pusat penjualan takjil selama […]

    Bagikan
  • Pilkada Magetan Makin Memanas, Pengamat Politik Sebut Suara Paslon 2 Akan Jadi Rebutan di Empat TPS

    Pilkada Magetan Makin Memanas, Pengamat Politik Sebut Suara Paslon 2 Akan Jadi Rebutan di Empat TPS

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan untuk menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) di empat TPS yang menjadi objek sengketa dalam Pilkada Magetan 2024. Terkait putusan tersebut, pengamat politik Nuryanto, memberikan pandangannya tentang dinamika yang akan terjadi pada tahap lanjutan pemilihan ini. “Mencermati bahwa PSU di empat TPS tersebut akan sangat mempengaruhi […]

    Bagikan
  • Sebatas Usulkan Lokasi Sekolah Rakyat, Magetan Tunggu Petunjuk Teknis dari Pemerintah Pusat

    Sebatas Usulkan Lokasi Sekolah Rakyat, Magetan Tunggu Petunjuk Teknis dari Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) menyatakan tengah menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah pusat terkait rencana pendirian Sekolah Rakyat. Program ini merupakan inisiasi Kementerian Sosial yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan konsep sekolah berasrama (boarding school). Kepala Dindikpora Magetan, Suwata, menyampaikan bahwa pihaknya […]

    Bagikan
  • Penantian Proses Panjang, Bupati Magetan Terpilih Bakal Dilantik 23 Mei

    Penantian Proses Panjang, Bupati Magetan Terpilih Bakal Dilantik 23 Mei

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Harapan masyarakat Magetan untuk segera menyaksikan pelantikan Bupati-Wakil Bupati hasil Pilkada 2024 mulai menemui titik terang. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan bahwa pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Magetan terpilih akan dilaksanakan pada 23 Mei 2025. Hal tersebut disampaikan Khofifah saat dimintai keterangan soal perkembangan administrasi pelantikan yang hingga kini […]

    Bagikan
  • Permohonan Ganti Kelamin di Kabupaten Madiun Ditolak Pengadilan

    Permohonan Ganti Kelamin di Kabupaten Madiun Ditolak Pengadilan

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Madiun untuk pertama kalinya menolak permohonan perubahan jenis kelamin yang diajukan seorang warga berinisial A. Permohonan yang diajukan sejak Agustus 2025 itu diputuskan ditolak majelis hakim pada Selasa (23/09/2025). Juru Bicara PN Kabupaten Madiun, Agung Nugroho, membenarkan adanya perkara tersebut. Ia menyebut, pemohon mengajukan perubahan status […]

    Bagikan
  • DPRD Madiun Soroti Potensi Pariwisata Belum Tergarap, Dinilai Bisa Dongkrak PAD

    DPRD Madiun Soroti Potensi Pariwisata Belum Tergarap, Dinilai Bisa Dongkrak PAD

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menilai masih banyak potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum dimaksimalkan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun. Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah adalah pariwisata. Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun, Purwadi, mengatakan Kabupaten Madiun memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan sektor wisata. Selain […]

    Bagikan
expand_less