Berita Terkini
Trending Tags

30,8 Hektare Hutan Gunung Lawu Terbakar, Perhutani Siapkan Pemulihan Bertahap

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 32
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Perhutani memetakan area terdampak kebakaran di lereng Gunung Lawu. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Seluas 30,8 hektare kawasan hutan di lereng Gunung Lawu yang masuk wilayah Kabupaten Magetan dan Ngawi, Jawa Timur, terdampak kebakaran sejak 14 September 2026. Perhutani KPH Lawu Ds kini mulai memetakan karakteristik area terdampak sebagai dasar menentukan metode pemulihan kawasan.

Wakil Administratur KPH Lawu Ds, Hermawan, mengatakan luas tersebut merupakan hasil pendataan terakhir hingga Sabtu (19/9/2026). Rinciannya, 17 hektare berada di wilayah Kabupaten Magetan dan 13,8 hektare di Kabupaten Ngawi.

“Khusus wilayah Ngawi luas area terbakar 13,8 hektare, untuk Magetan 17 hektare. Wilayah yang terbakar masuk hutan produksi dengan tegakan pohon pinus dan hutan lindung dengan vegetasi rimba campuran atau RBC,” ujar Hermawan, Senin (21/9/2026).

Di Magetan, area terdampak berada di Petak 66 dan Petak 50 RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, KPH Lawu Ds, yang masuk wilayah Kecamatan Sidorejo dan Panekan. Sementara di Ngawi, kebakaran melanda Petak 39 RPH Manyol dan Petak 41 RPH Campurejo, BKPH Lawu Utara, masing-masing berada di Kecamatan Kendal dan Jogorogo.

Perbedaan karakteristik kawasan membuat penanganan pascakebakaran tidak bisa dilakukan dengan satu metode. Perhutani terlebih dahulu akan memetakan tingkat kerusakan tegakan, kondisi medan, serta jenis vegetasi yang masih mampu tumbuh di masing-masing petak.

Hermawan menjelaskan, sebagian lokasi terdampak memiliki medan berupa tebing terjal dan jurang sehingga tidak seluruh kawasan aman dijangkau petugas. Kondisi tersebut juga menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman ketika kebakaran terjadi.

Di sejumlah titik, pemadaman sebelumnya dilakukan dengan memperpanjang sekat bakar atau ilaran untuk membatasi pergerakan api. Bahkan, sulitnya medan di wilayah Ngawi sempat mendorong pemerintah daerah mengusulkan penggunaan helikopter untuk pemadaman melalui udara sebelum seluruh titik api akhirnya dinyatakan padam pada Minggu (20/9/2026).

Pasca kebakaran, Perhutani menyiapkan sejumlah skenario rehabilitasi. Pada kawasan yang masih memungkinkan dijangkau petugas, penanaman kembali akan dilakukan terhadap tegakan yang mengalami kerusakan.

Image Not Found
Kebakaran menghanguskan 30,8 hektare kawasan hutan Gunung Lawu. Foto : Kus-Sinergia

“Untuk tegakan yang terbakar jika memungkinkan ditempuh petugas kita akan lakukan penanaman kembali. Selain itu, sabuk-sabuk alami seperti tanaman kopi di bawah tegakan untuk pencegahan itu mungkin kemarin kita sosialisasi lagi ke warga,” jelas Hermawan.

Namun, tidak seluruh area membutuhkan penanaman dengan pola yang sama. Hermawan mencontohkan kondisi di Petak 66 RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan. Di lokasi tersebut, api lebih banyak membakar vegetasi bawah, sementara tegakan pinus di atasnya masih bertahan dan tidak mengalami kematian akibat kebakaran.

Kondisinya berbeda dengan Petak 41 HL RPH Campurejo, BKPH Lawu Utara, Ngawi. Kawasan tersebut memiliki kontur ekstrem dengan akses yang sangat terbatas sehingga sulit dilakukan penanaman secara konvensional.

Untuk mengembalikan fungsi hutan lindung di kawasan tersebut, Perhutani mempertimbangkan metode penyebaran biji-bijian dari jenis tanaman yang mampu beradaptasi dengan kondisi dan ketinggian lokasi yang mencapai lebih dari 1.700 meter di atas permukaan laut. Beberapa jenis yang dipertimbangkan antara lain eucalyptus dan kaliandra.

“Kalau yang pinus kemarin terbakar roboh, nanti sebagian kita sulami dengan tanaman pinus baru. Tapi kalau di hutan lindung yang aksesibilitas sulit, hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, memungkinkan nanti kita menggunakan biji seperti pohon eucalyptus dan kaliandra untuk penanamannya,” katanya.

Perhutani belum menetapkan target waktu penyelesaian rehabilitasi kawasan terdampak. Lamanya pemulihan akan bergantung pada tingkat kerusakan setiap petak, kondisi medan, jenis tanaman yang dipilih, serta kecepatan pertumbuhan vegetasi baru.

Menurut Hermawan, pemulihan kawasan hutan tidak sekadar mengganti pohon yang terbakar. Upaya tersebut juga diarahkan untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan sesuai karakteristik masing-masing lokasi.

Dengan kondisi medan yang sebagian sulit dijangkau dan proses pertumbuhan vegetasi yang membutuhkan waktu, rehabilitasi 30,8 hektare kawasan terdampak kebakaran Gunung Lawu dipastikan menjadi proses jangka panjang dan dilakukan secara bertahap. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perdana di Jatim, 107.231 Warga Kabupaten Madiun Dapat Bantuan Pangan Beras 30 Kg

    Perdana di Jatim, 107.231 Warga Kabupaten Madiun Dapat Bantuan Pangan Beras 30 Kg

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Penyaluran bantuan pangan beras periode Juli–September 2026 resmi dimulai di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Sebanyak 107.231 penerima manfaat di wilayah tersebut akan mendapatkan bantuan beras dengan total alokasi mencapai 3.216.930 kilogram atau sekitar 3.216 ton. Launching penyaluran bantuan pangan tersebut berlangsung di Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Senin (10/8/2026). Penyaluran […]

    Bagikan
  • Jumlah Saksi Kasus Dugaan Pembunuhan di Perbatasan Madiun–Nganjuk Bertambah Jadi 9 Orang

    Jumlah Saksi Kasus Dugaan Pembunuhan di Perbatasan Madiun–Nganjuk Bertambah Jadi 9 Orang

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun — Polisi terus mendalami kasus dugaan pembunuhan terhadap Sundari (55), warga Dusun Sampung, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, yang ditemukan tewas di dalam warung di wilayah perbatasan Madiun–Nganjuk, tepatnya di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, pada Kamis (16/10/2025). Kasatreskrim Polres Madiun AKP Agus Andi Anto mengatakan jumlah saksi yang diperiksa dalam […]

    Bagikan
  • PLN UP3 Madiun Sosialisasikan Layanan PLN Icon Plus Lewat Media Gathering

    PLN UP3 Madiun Sosialisasikan Layanan PLN Icon Plus Lewat Media Gathering

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Komitmen untuk mempererat ikatan dengan awak media ditunjukkan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madiun melalui penyelenggaraan Media Gathering yang berlangsung di Aula Pati Unus Kantor PLN UP3 Madiun, Jumat (28/11/2025). Dalam kesempatan itu, dipaparkan berbagai produk dan layanan PLN Icon Plus.  Seperti ICONNET (Internet Rumah), Layanan Cloud dan […]

    Bagikan
  • Produksi Beduk di Magetan Anjlok 90 Persen, Pengrajin Terpaksa Turunkan Harga

    Produksi Beduk di Magetan Anjlok 90 Persen, Pengrajin Terpaksa Turunkan Harga

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Sinergia Magetan – Usaha pembuatan beduk di Kabupaten Magetan tengah menghadapi masa paling berat dalam hampir tiga dekade terakhir. Produksi beduk yang biasanya meningkat menjelang bulan Ramadan, justru anjlok hingga 90 persen dibanding tahun sebelumnya. Seperti yang dialami Apung, pengrajin beduk asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, yang sudah menekuni kerajinan tersebut sejak 1997. Ia menyebut […]

    Bagikan
  • Dua Jembatan di Bungkal Putus, BPBD Ponorogo Upayakan Jembatan Darurat

    Dua Jembatan di Bungkal Putus, BPBD Ponorogo Upayakan Jembatan Darurat

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dua jembatan di Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, putus diterjang derasnya arus sungai. Akibatnya, aktivitas warga di empat RT terganggu dan sekitar 100 kepala keluarga (KK) terisolir. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun, mengatakan bahwa dua jembatan yang rusak berada di RT 8 RW 4 dan RT 6 RW […]

    Bagikan
  • IPB Gelar Program Dosen Pulang Kampung di Magetan, Genjot Digital Marketing untuk Anak Muda Desa

    IPB Gelar Program Dosen Pulang Kampung di Magetan, Genjot Digital Marketing untuk Anak Muda Desa

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui program “Dosen Pulang Kampung” hadir di Kabupaten Magetan, Jawa Timur Kamis (12/06/2025). Kegiatan itu dengan misi pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan digital marketing. Fokus utama kegiatan kali ini adalah memberdayakan generasi muda desa dalam memasarkan produk lokal secara daring. Program ini digagas oleh Dr. Tekad Urip […]

    Bagikan
expand_less