Longsor Tutup Akses Jalan Tapak-Sukowidi Panekan, Batu Besar dan Pohon Timpa Jaringan Listrik
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 60
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Tanah longsor menutup akses jalan penghubung Desa Tapak dan Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Material berupa tanah, batu berukuran besar, dan pohon menimbun badan jalan hingga Minggu (25/10/2026) pagi belum dapat dilalui kendaraan.
Longsor juga sempat memutus aliran listrik warga setelah pohon mengenai tiang jaringan listrik. Selain itu, saluran air untuk pengairan sawah di sekitar lokasi turut terdampak.
Warga bersama petugas BPBD, TNI-Polri, relawan, dan pemerintah desa setempat bergotong royong membersihkan material longsoran. Namun, proses evakuasi membutuhkan alat berat karena ukuran batu dan tebalnya timbunan tanah menyulitkan pembersihan secara manual.
Kepala Desa Tapak, Sumarno, mengatakan longsor terjadi di sekitar jalur saluran air dari Sumber Nganten yang digunakan untuk mengairi sawah warga. Di lokasi tersebut terdapat titik penampungan terakhir sebelum aliran air diteruskan ke jalur berikutnya.
“Cuacanya cerah saat kejadian. Aliran air dari Sumber Nganten itu untuk pengairan sawah. Jalur tambahannya memang belum diteruskan dan penampungan terakhir berada di situ,” kata Sumarno, Minggu (25/10/2026).

Sementara itu, dampak longsor kini dirasakan warga, terutama pengguna jalan yang biasa melintas antara Desa Tapak dan Desa Sukowidi serta petani yang mengandalkan saluran tersebut.
“Jalan ini belum bisa digunakan karena masih tertutup tanah dan batu. Harus menunggu alat berat untuk menyingkirkan materialnya,” ujarnya.
Kapolsek Panekan AKP Mahfud Sidiq mengatakan, polisi menerima informasi longsor dari masyarakat sekitar pukul 22.00 WIB. Petugas kemudian mendatangi lokasi bersama TNI dan pemerintah desa untuk mengamankan area serta mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.
“Kami pasang garis polisi untuk mengamankan lokasi karena masih ada potensi longsor susulan. Akses jalan antara Desa Tapak dan Desa Sukowidi sementara masih tertutup,” kata Mahfud.
Ia memperkirakan longsoran memiliki ketinggian sekitar 20 meter dan lebar 30 meter. Besarnya material yang menutup jalan membuat proses evakuasi memerlukan bantuan alat berat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Magetan dan dinas pekerjaan umum. Dengan kondisi longsoran cukup berat, tidak memungkinkan jika hanya ditangani secara manual. Dibutuhkan ekskavator untuk menyingkirkan tanah dan batu,” jelasnya.
Mahfud menduga derasnya aliran air dari sumber di kawasan tersebut turut memengaruhi kondisi tanah hingga memicu longsor, meski penyebab pastinya masih perlu dipastikan.
Warga diimbau menjauhi lokasi selama proses penanganan berlangsung untuk menghindari risiko tertimpa material apabila terjadi longsor susulan. Akses jalan akan dibuka kembali setelah material yang menutup badan jalan berhasil dievakuasi dan kondisi dinilai aman. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Krz/Diez





