Minggu, 25 Okt 2026
Trending Tags

Tuntut Kompensasi, Warga Desa Bagi Madiun Tutup Akses Proyek Pabrik Sepatu

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 218
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga Desa Bagi menutup akses proyek pembangunan pabrik sepatu. (25/10/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun –  Puluhan warga Desa Bagi, Kecamatan/Kabupaten Madiun, menutup akses menuju lokasi pembangunan pabrik sepatu pada Minggu (25/10/2026). Aksi ini dipicu belum adanya sosialisasi dari pihak perusahaan, meski pembangunan telah berlangsung sekitar empat bulan dan mulai dikeluhkan warga karena debu serta getaran yang diduga menyebabkan rumah retak.

Warga menuntut perusahaan segera berkomunikasi dengan masyarakat dan memberikan kejelasan terkait kompensasi atas dampak pembangunan. Akses proyek ditutup sementara hingga ada kesepakatan yang dinilai jelas antara warga, perusahaan, dan pemerintah desa.

Warga Dusun Gedangan, Desa Bagi Dika Kusuma mengatakan masyarakat telah menunggu penjelasan dari perusahaan selama berbulan-bulan. Namun, hingga aksi dilakukan, warga mengaku belum menerima sosialisasi maupun kepastian mengenai kompensasi.

“Sudah sekitar empat bulan belum ada reaksi apa-apa dari perusahaan. Seharusnya sebelum proyek dimulai ada sosialisasi kepada warga, tetapi sampai sekarang belum ada komunikasi sama sekali,” kata Dika.

Menurut dia, aktivitas pembangunan menimbulkan debu akibat pengurukan tanah dan getaran dari pemasangan tiang pancang. Warga menduga getaran tersebut menyebabkan keretakan pada sejumlah rumah di sekitar lokasi proyek.

Selain meminta penjelasan mengenai dampak pembangunan, warga juga menuntut kepastian mekanisme kompensasi, termasuk kemungkinan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

“Selama belum ada komitmen yang pasti terkait kompensasi dan hal lainnya, akses proyek kami tutup sementara,” ujarnya.

Kepala Desa Bagi, Mulyanto, membenarkan bahwa sosialisasi kepada warga belum dilakukan oleh pihak perusahaan. Ia mengaku sebelumnya telah meminta perusahaan menggelar sosialisasi setelah proses transaksi lahan selesai. Namun, permintaan tersebut hingga kini belum terlaksana.

Image Not Found
Warga menuntut kompensasi atas dampak pembangunan pabrik sepatu. Foto : Tova-Sinergia

“Kami mengikuti keinginan warga. Prinsipnya, kalau ada investor masuk, jangan sampai merugikan masyarakat maupun wilayah kami,” kata Mulyanto.

Ia menjelaskan, lahan yang disiapkan untuk pembangunan pabrik tersebut memiliki luas hampir lima hektare. Meski demikian, pemerintah desa belum menerima surat resmi yang memuat secara lengkap rencana pembangunan maupun identitas perusahaan yang akan mengoperasikan pabrik tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima, lokasi itu direncanakan menjadi pabrik sepatu yang diduga melibatkan investasi asing. Namun, identitas badan usaha dan nilai investasinya belum terkonfirmasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun, Anang Sulistijono, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp mengatakan perizinan penanaman modal asing (PMA) menjadi kewenangan pemerintah pusat. Adapun pemerintah kabupaten menangani Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Anang membenarkan bahwa pabrik tersebut belum mengantongi izin. Ia menjawab, “Belum”, ketika ditanya mengenai status perizinan proyek tersebut.

Anang juga membenarkan bahwa proyek itu berkaitan dengan industri alas kaki. Namun, ia belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai nama perusahaan yang membangun pabrik tersebut.

Warga menegaskan akses proyek belum akan dibuka sampai terdapat komunikasi dan kesepakatan yang jelas. Mereka meminta keluhan mengenai debu, getaran, dugaan kerusakan rumah, serta mekanisme kompensasi dibahas secara terbuka sebelum aktivitas pembangunan kembali berjalan.

Hingga berita ini ditulis, pihak perusahaan belum memberikan keterangan mengenai tuntutan warga maupun dampak pembangunan yang dikeluhkan masyarakat. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Krz/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Sapi di Ngawi Terjangkit PMK, 13 Ekor Mati

    Ratusan Sapi di Ngawi Terjangkit PMK, 13 Ekor Mati

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 211
    • 0Komentar

    KAB. NGAWI – Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi memberlakukan screening ketat terhadap ternak sapi yang masuk ke pasar hewan setempat. Langkah ini diambil menyusul laporan ratusan sapi di Kabupaten Ngawi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi adanya ternak yang terinfeksi PMK sebelum masuk ke pasar. “Dari data kami hingga […]

    Bagikan
  • Rapat Paripurna DPRD, Bupati Sampaikan Jawaban PU Fraksi Soal Perubahan APBD 2025

    Rapat Paripurna DPRD, Bupati Sampaikan Jawaban PU Fraksi Soal Perubahan APBD 2025

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan jawaban Bupati Madiun atas pandangan umum tujuh fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung di ruang paripurna DPRD, Rabu (16/07/2025). Dalam kesempatan itu, Bupati Madiun Hari […]

    Bagikan
  • Didik Haryono Calon Tunggal! Musda Golkar Magetan Adem Ayem, Fokus Konsolidasi 2025-2030

    Didik Haryono Calon Tunggal! Musda Golkar Magetan Adem Ayem, Fokus Konsolidasi 2025-2030

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Proses penjaringan calon Ketua DPD Partai Golkar Magetan yang semula diprediksi akan diwarnai persaingan sengit justru berjalan sangat tenang. Hingga masa pendaftaran ditutup pada Kamis (4/12/2025) pukul 13.00 WIB, hanya satu nama yang secara resmi mendaftar: Didik Haryono. Didik Haryono, yang saat ini menjabat sebagai Plt Sekretaris DPD Golkar Magetan, dipastikan […]

    Bagikan
  • Sidak Ramadan, Stok Aman, Daging dan Cabai Merangkak Naik, Minyakita Tidak Sesuai HET photo_camera 3

    Sidak Ramadan, Stok Aman, Daging dan Cabai Merangkak Naik, Minyakita Tidak Sesuai HET

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Memasuki pekan pertama Ramadan 2026 dan mendekati Idul Fitri 1447 H, upaya menjaga stabilitas pangan di Kabupaten Magetan kembali diperkuat. Satgas Pangan Polres Magetan bersama sejumlah instansi terkait melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) di dua titik, yaitu Pasar Tradisional Parang dan Pasar Kawedanan. Sidak yang digelar melibatkan seluruh unsur Satgas Saber Pelanggaran […]

    Bagikan
  • Kejati Jatim Angkat Bicara Soal Kabar Dugaan OTT Libatkan Staf Kejari Madiun

    Kejati Jatim Angkat Bicara Soal Kabar Dugaan OTT Libatkan Staf Kejari Madiun

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) memberikan klarifikasi terkait informasi dugaan operasi tangkap tangan (OTT) yang disebut menyeret salah satu staf Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun. Kepala Kejati Jawa Timur Agus Sahat menegaskan, langkah yang dilakukan jajarannya berupa pengamanan dan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait. Hal itu merupakan respons cepat atas laporan […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Bakal Terima 66 Persen PKB-BBNKB, Target Senilai Rp. 31 Miliar

    Pemkot Madiun Bakal Terima 66 Persen PKB-BBNKB, Target Senilai Rp. 31 Miliar

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 240
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Madiun tahun 2025 bakal bertambah. Hal ini seiring potensi sektor pajak daerah dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB dan BBNKB). Tahun 2025 ini, Pemkot Madiun memiliki target PAD sebesar Rp. 138,9 miliar. “Ya mulai tahun ini kita akan mendapatkan pemasukan […]

    Bagikan
expand_less