Ratusan Guru PPPK Kabupaten Madiun Ikuti Pembinaan, Sekda Tekankan Adaptasi Digital dan Inovasi
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 80
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Sebanyak 470 guru ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) angkatan 2022 dari jenjang SD dan SMP Negeri di Kabupaten Madiun mengikuti kegiatan pembinaan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun Selasa (12/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, menekankan pentingnya profesionalisme, inovasi, dan kemampuan literasi digital bagi para guru di era transformasi teknologi.
Dalam arahannya, Sigit menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru PPPK, salah satunya melalui peninjauan ulang lokasi penugasan.
“Kebijakan itu dilakukan agar guru yang tempat tinggalnya jauh dari lokasi kerja dapat ditempatkan lebih dekat dengan domisilinya” ucapnya.
Selain soal kesejahteraan, Sigit juga mengingatkan bahwa guru PPPK memiliki status yang setara dengan PNS sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023. Karena itu, para guru diminta menjaga profesionalisme, disiplin, dan dedikasi dalam menjalankan tugas pendidikan.
Ia menegaskan bahwa guru harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada siswa dengan mengedepankan pengabdian dan sikap profesional di lingkungan sekolah.
“Kita sudah tidak bisa lepas dengan dunia digital, sehingga transformasi ini harus betul-betul kita jaga agar tidak terjadi sesuatu yang negatif, baik bagi guru maupun anak didik,” ujarnya.
Sigit juga menekankan bahwa usia tidak boleh menjadi alasan bagi guru untuk tertinggal dalam penguasaan teknologi. Menurutnya, seluruh guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan meningkatkan kemampuan literasi digital.
“Tidak ada namanya merasa gaptek. Semuanya harus punya kemampuan yang sama terhadap era transformasi dan digital,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sigit menyebut inovasi menjadi kunci penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di tengah keterbatasan sarana prasarana maupun kemampuan fiskal daerah.
“Inovasi adalah kata kunci. Dengan inovasi, keterbatasan justru bisa menjadi pemantik lahirnya kreativitas baru untuk menyiapkan anak didik yang berprestasi,” katanya.
Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap para guru PPPK semakin termotivasi untuk bekerja profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta terus menghadirkan inovasi pembelajaran demi mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





