Pemkot Madiun Bagikan 5.368 Stel Seragam Sekolah, Siswa Negeri Dapat Uang Jahit Rp 300 Ribu
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Senin, 2 Nov 2026
- visibility 146
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada 5.368 siswa SD dan SMP negeri maupun swasta. Selain mendapatkan dua stel kain seragam, siswa sekolah negeri juga memperoleh bantuan uang tunai Rp 300 ribu untuk biaya menjahit.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, di SMP Negeri 3 Kota Madiun, Senin (2/11/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bagus menyerahkan kain seragam sekaligus bantuan ongkos jahit kepada perwakilan siswa.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Madiun, total bantuan seragam yang disalurkan mencapai 5.368 stel. Rinciannya, sebanyak 2.242 stel untuk siswa SD dan 3.126 stel untuk siswa SMP. Bantuan tersebut terdiri dari seragam putih-merah untuk SD, putih-biru untuk SMP, serta seragam Pramuka.
Sementara itu, bantuan ongkos jahit diberikan kepada 4.393 siswa sekolah negeri. Jumlah tersebut terdiri dari 1.651 siswa SD negeri dan 2.742 siswa SMP negeri. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1.317.900.000.

Besaran bantuan ongkos jahit masing-masing siswa sebesar Rp 300 ribu. Dana tersebut nantinya ditransfer langsung ke rekening masing-masing walimurid.
Adapun perbedaan jumlah penerima seragam dan bantuan ongkos jahit disebabkan siswa SD dan SMP swasta juga mendapatkan bantuan kain seragam. Namun, biaya menjahit seragam bagi siswa sekolah swasta masih menjadi tanggungan masing-masing orang tua murid.
Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, mengatakan seluruh bantuan kain seragam ditargetkan sudah terdistribusi dalam tujuh hari. Sedangkan pencairan bantuan ongkos jahit membutuhkan waktu sekitar tujuh hari karena melalui proses transfer perbankan.
“Targetnya tujuh hari, hari ini seluruh seragam terdistribusi. Untuk keuangan karena transfer membutuhkan waktu kurang lebih tujuh hari,” kata Bagus.
Dia menjelaskan, pengadaan seragam tersebut sempat mengalami kendala dalam proses lelang. Minimnya peserta lelang serta pertimbangan kualitas kain menjadi beberapa faktor yang memengaruhi proses pengadaan.
Untuk pengerjaan seragam, Pemkot Madiun juga mengarahkan orang tua siswa agar menggunakan jasa penjahit lokal. Kebijakan pemberian bantuan uang secara langsung diharapkan ikut menggerakkan usaha penjahit di Kota Madiun.

“Makanya kita berikan ongkos jahit supaya nanti orang tuanya bisa menjahitkan langsung ke penjahit sekitar. Ya harus lokal,” tambahnya.
Bagus berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus meningkatkan semangat anak-anak dalam mengikuti pendidikan. Pemkot juga berharap program ini berdampak terhadap peningkatan kehadiran siswa di sekolah.
Salah satu wali murid, Siti Nur Sulaikah, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan Pemkot Madiun. Kedua anaknya masing-masing bersekolah di SDN 04 dan SMP Negeri 3 Kota Madiun.
Menurutnya, bantuan kain seragam beserta ongkos jahit sangat membantu mengurangi pengeluaran keluarga, terutama bagi orang tua yang memiliki lebih dari satu anak usia sekolah.
“Ya sangat senang. Anak-anak saya yang dua, masuk SD dan SMP, sangat-sangat senang. Apalagi dapat ongkos jahit sekalian, jadi meringankan sekali bagi saya sebagai orang tua,” ungkap Siti.
Siti berharap program bantuan seragam dan ongkos jahit dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. Dia juga berharap Pemkot Madiun menghadirkan bantuan pendidikan lainnya agar anak-anak semakin termotivasi belajar dan meraih prestasi.
“Ya mungkin dipertahankan bantuan seperti ini untuk anak-anak yang masuk SD, SMP. Mungkin juga bantuan-bantuan yang lain biar anak-anak lebih semangat dalam belajar dan meraih prestasi,” pungkasnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krz/Diez





