Kekeringan Makin Meluas, 1.910 Warga Ponorogo Terdampak Krisis Air Bersih
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 22 menit yang lalu
- visibility 24
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Dampak musim kemarau panjang di Kabupaten Ponorogo kian meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mencatat penambahan wilayah terdampak kekeringan di Dukuh Guyangan, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung.
Masuknya wilayah baru tersebut membuat jumlah warga terdampak krisis air bersih meningkat dari sebelumnya sekitar 1.600 jiwa menjadi 1.910 jiwa.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan distribusi bantuan air bersih ke Dukuh Guyangan mulai dilakukan sejak 3 November 2026. Langkah tersebut menyusul surat permohonan bantuan darurat yang diterima BPBD pada Senin (2/11/2026) lalu.
“Memang mulai 3 November kemarin ada tambahan permintaan dropping, yaitu di Dukuh Guyangan, Desa Tugurejo, Slahung. Wilayah Guyangan ini cukup luas, mencakup 88 Kartu Keluarga (KK) dengan total 212 jiwa,” ujar Masun, Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, Dukuh Guyangan dan Dukuh Sumber sebenarnya merupakan wilayah yang setiap tahun mengalami kekeringan. Untuk mengantisipasi krisis air bersih, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) sebelumnya telah membangun sumur bor di wilayah Sumber.
Keberadaan sumur bor tersebut membuat warga Dukuh Sumber tidak mengajukan bantuan distribusi air bersih ke BPBD.
“Kalau di Sumber ini tidak minta bantuan air bersih, karena di sana ada sumur bor yang sudah dibangun,” jelasnya.
Sementara itu, kemarau panjang membuat debit air sumur milik warga di Dukuh Guyangan menyusut drastis. Kondisi tersebut mendorong warga mengajukan permohonan bantuan distribusi air bersih kepada BPBD.
“Karena kemaraunya cukup panjang, mungkin air sumurnya kering, akhirnya bersurat ke kami,” katanya.
Berdasarkan data BPBD Ponorogo, saat ini terdapat 16 dukuh yang tersebar di sembilan desa dan sembilan kecamatan mengalami krisis air bersih. Total warga terdampak mencapai 761 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 1.910 jiwa.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Ponorogo rutin mendistribusikan sekitar 111 ribu liter air bersih setiap pekan. Penyaluran bantuan tersebut dipastikan masih berlangsung setidaknya hingga pertengahan November 2026.
“Kami masih memiliki jadwal pengiriman sampai nanti pertengahan bulan. Kita lihat perkembangannya, jika sampai pertengahan bulan sumber air warga belum pulih dan pemerintah desa belum memberikan sinyal penghentian, maka droping air bersih akan terus kami lanjutkan,” pungkasnya. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Krz/Diez





