Mandi di Sungai Bengawan Solo, Satu Pemuda di Ngawi Tewas Tenggelam
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 41
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Nahas menimpa tiga pemuda yang terseret arus Sungai Bengawan Solo di Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Dua pemuda berhasil diselamatkan warga, sementara satu korban lainnya, Rokhim Maulana (24), ditemukan meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang pada Sabtu (7/11/2026) sore.
Jasad Rokhim, warga Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, ditemukan mengambang di aliran sungai pada Minggu (8/11/2026) sekitar pukul 06.40 WIB. Lokasi penemuan berada sekitar 50 meter dari titik awal korban dilaporkan terseret arus.
Penemuan jasad korban mengakhiri pencarian yang dilakukan petugas gabungan. Saat ditemukan pertama kali oleh warga, korban sudah dalam kondisi mengambang di permukaan sungai.
Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi menggunakan perahu. Jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Petugas Basarnas, Nanang Pujo Prasetiyo, mengatakan korban ditemukan oleh warga yang berada di sekitar aliran sungai.
“Ditemukan pertama kali oleh warga dan kita langsung evakuasi jasad korban,” ujarnya.
Diketahui, insiden tersebut terjadi pada Sabtu sekitar pukul 16.30 WIB. Rokhim diketahui sedang mandi di Sungai Bengawan Solo bersama dua rekannya, yakni Ronal (22) dan Rohmat Maulana (24). Keduanya juga merupakan warga Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar.
Saat berada di sungai, salah satu korban diduga terseret arus. Dua rekannya berusaha memberikan pertolongan, namun justru ikut terseret derasnya aliran sungai.
Ronal dan Rohmat berhasil diselamatkan oleh warga yang saat kejadian berada di kebun dekat lokasi sungai. Sementara Rokhim tidak berhasil diselamatkan dan hilang terbawa arus.
Kapolsek Kedunggalar, AKP Karno, menjelaskan ketiga pemuda tersebut awalnya mandi bersama di sungai. Ketika mengetahui salah satu rekannya terseret arus, dua pemuda lainnya berupaya memberikan pertolongan.
“Korban bertiga mandi. Tahu temannya terseret arus, ikut menolong. Korban hilang, dua temannya berhasil diselamatkan warga,” jelasnya.
Upaya pencarian terhadap Rokhim langsung dilakukan petugas gabungan pada Sabtu sore. Petugas sempat melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian, tetapi belum berhasil menemukan korban.
Pencarian akhirnya dihentikan sementara saat malam hari. Selain keterbatasan jarak pandang, kondisi medan dan arus sungai yang berbahaya menjadi pertimbangan keselamatan tim pencari.
Pencarian kembali dilanjutkan pada Minggu pagi hingga akhirnya jasad korban ditemukan.
Setelah dievakuasi, jenazah Rokhim dibawa ke rumah duka. Petugas juga melakukan visum di lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban dipastikan meninggal dunia akibat tenggelam. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Krz/Diez





