Berita Terkini
Trending Tags

WOW ! Tiga Pengemis di Ponorogo Pendapatan Capai Ratusan Ribu Per Hari

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
  • visibility 165
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Dinsos mengamankan tiga pengemis dan sejumlah uang hasil pendapatan mengemis, Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo kembali menjaring pengemis di jalanan selama bulan Ramadhan. Kali ini, tiga pengemis yang merupakan penyandang disabilitas terjaring razia pada Selasa (11/03/2025). Ketiganya merupakan warga luar Ponorogo, masing-masing berasal dari Madiun, Sragen, dan Blitar.

Kini, mereka dibawa ke rumah singgah Dinsos P3A Ponorogo untuk diberikan pembinaan dan assessment lebih lanjut. Kepala Dinsos P3A Ponorogo, Supriyadi, mengungkapkan razia ini dilakukan atas dasar laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan pengemis di sejumlah titik di Ponorogo. “ Hasil interogasi, salah satu pengemis dalam waktu sekitar tiga jam berhasil mengumpulkan uang Rp. 174 ribu. Jika dirata-rata, pendapatan per harinya bisa mencapai Rp. 400 ribu” terang Supriyadi.

Lebih lanjut, Supriyadi menyebut bahwa ketiga pengemis ini bukan kali pertama terjaring razia. Mereka adalah ‘pemain lama’ yang sebelumnya juga pernah mendapatkan rehabilitasi dari Kementerian Sosial RI, namun tetap kembali ke jalanan. “Kita lakukan pendataan dan pembinaan kedepannya,” kata Supriyadi.

Salah satu pengemis, Sunaji, warga Blitar, mengaku sering berpindah tempat dalam menjalankan aktivitasnya. Ia tidak hanya meminta-minta di kawasan Alun-Alun Ponorogo, tetapi juga di beberapa perempatan, seperti di Taman Sukowati dan Terminal Seloaji. Saat diamankan petugas, Sunaji kedapatan membawa empat unit ponsel.

“Saya sehari kadang dapat Rp. 90 ribu, kadang juga lebih. Uangnya untuk makan, sebagian dikirim ke keluarga, dan saya sisihkan untuk berbagi saat Lebaran,” kata Sunaji.

Para pengemis ini memilih Ponorogo sebagai tempatnya mengemis karena warga yang dikenal lebih dermawan dibanding daerah lain. “Bahasa mereka, wong Ponorogo itu ‘awehan’ atau loman, lang lung gitu. Katanya lebih enak di Ponorogo daripada daerah lain,” tambah Supriyadi.

Dinsos P3A Ponorogo memastikan, para pengemis yang terjaring akan mendapatkan pembinaan selama tiga hingga tujuh hari, sebelum nantinya dikembalikan ke daerah asal. Untuk penanganan lebih lanjut, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Supriyadi menghimbau masyarakat agar tidak memberikan uang secara langsung kepada pengemis, agar mereka tidak kembali ke jalan.

Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil Pick Up Hangus Terbakar Diduga Terkena Percikan Mesin Gerinda

    Mobil Pick Up Hangus Terbakar Diduga Terkena Percikan Mesin Gerinda

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah mobil pick up milik warga Desa Pengkol, Kecamatan Kauman, Ponorogo, ludes terbakar pada Jumat (9/5/2025) siang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.15 WIB atau menjelang waktu salat Jumat itu sempat membuat warga panik karena kobaran api yang cukup besar. Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran diduga dipicu oleh percikan api dari mesin […]

    Bagikan
  • Kabur Usai Gelapkan Motor Teman, Pria Asal Sleman Ditangkap Polres Ngawi Hendak Lari ke Bali

    Kabur Usai Gelapkan Motor Teman, Pria Asal Sleman Ditangkap Polres Ngawi Hendak Lari ke Bali

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Upaya pelarian A.A warga Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berakhir di tangan petugas Satreskrim Polres Ngawi. Pria 24 tahun itu ditangkap saat hendak melarikan diri ke Bali menggunakan bus antar kota setelah diduga menggelapkan sepeda motor milik temannya. Pelaku diamankan petugas di Terminal Kertonegoro, Kabupaten Ngawi, pada Sabtu (30/5/2026). Penangkapan dilakukan setelah […]

    Bagikan
  • Ini Penampilan SMAN 1 Maospati Dalam Pawai Budaya Magetan 2025

    Ini Penampilan SMAN 1 Maospati Dalam Pawai Budaya Magetan 2025

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Buyung Wahyu
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kemeriahan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia berlangsung semarak di Kabupaten Magetan. Pawai Budaya Magetan 2025 dengan mengusung tema “Magetan Gemah Ripah Loh Jinawi, Indonesia Hanjayeng Mukti”, kegiatan ini menampilkan kekayaan seni dan budaya, Sabtu (23/8/2025)  SMA Negeri 1 Maospati menjadi salah satu peserta yang mencuri perhatian masyarakat dan tamu undangan. […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Kembali Usulkan Pembangunan Rusunawa Ke Kementerian PUPR

    Pemkot Madiun Kembali Usulkan Pembangunan Rusunawa Ke Kementerian PUPR

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun kembali mengusulkan pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Usulan ini menjadi lanjutan dari pengkajian serupa yang telah disampaikan sejak tahun 2023. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun, Jemakir menjelaskan bahwa dari sisi administrasi dan […]

    Bagikan
  • Gerbong Kertapati, Daya Tarik Monumen Soco yang Menyimpan Luka Sejarah

    Gerbong Kertapati, Daya Tarik Monumen Soco yang Menyimpan Luka Sejarah

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di area Monumen Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, sebuah gerbong kereta uap berwarna perak dan hitam menjadi pusat perhatian setiap pengunjung. Gerbong yang dikenal dengan nama Gerbong Kertapati itu bukan sekadar benda tua, melainkan saksi bisu tragedi Madiun 1948 saat pemberontakan PKI yang merenggut ratusan nyawa. Juru kunci Monumen Soco, Ahmad […]

    Bagikan
  • Dampak TKD Dipangkas, Pasokan Obat Suportif Posyandu di Magetan Berkurang

    Dampak TKD Dipangkas, Pasokan Obat Suportif Posyandu di Magetan Berkurang

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat mulai berdampak pada dukungan pembiayaan layanan Posyandu di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Salah satu dampaknya adalah berkurangnya pasokan obat-obatan suportif, seperti vitamin dan suplemen, yang selama ini menunjang kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat. Meski ruang fiskal semakin terbatas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan memastikan kegiatan […]

    Bagikan
expand_less