Berita Terkini
Trending Tags

Diterjang Longsor, Dua Rumah di Poncol Magetan Rusak Parah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
  • visibility 64
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Salah satu rumah warga terkena longsor, Foto : Istimewa

Sinergia | Kab. Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Poncol Magetan selama sepekan terakhir memicu bencana tanah longsor. Pada Senin (19/05/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, terjadi tanah longsor yang menimpa dua rumah warga di Desa Plangkrongan.

Material longsoran berasal dari talud sepanjang 10 meter dan lebar 6 meter yang berada di pekarangan rumah Saidi (70). Tanah dan puing bangunan meluncur deras, menghantam rumah milik tetangganya, Lanjar (56). Akibatnya, ruang tamu dan kamar rumah Lanjar mengalami kerusakan berat, dengan tembok jebol sepanjang sekitar 15 meter.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Untuk sementara, pemilik rumah mengungsi ke dapur yang terpisah dari bangunan utama,” ungkap Eka Wahyudi, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan saat dikonfirmasi, Selasa pagi (20/05/2025).

Hingga kini, proses pembersihan material longsor belum bisa dilakukan karena kondisi di lapangan masih belum aman. Sebagai langkah awal, petugas bersama warga memasang terpal untuk mencegah longsoran susulan.

“Rencana kerja bakti bersama warga akan digelar pada Rabu, 21 Mei. Saat ini, fokus kami adalah mengamankan lokasi agar longsoran tidak meluas,” jelas Eka.

Pihak BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di lereng bukit dan tebing, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan.

“Tanda-tanda awal biasanya terlihat dari retakan tanah, pohon miring, air keluar dari celah tanah dalam kondisi keruh, atau terdengar suara gemuruh dari arah lereng. Jika itu terjadi, segera evakuasi ke tempat aman,” tegasnya.

Warga juga diminta tidak mendekati area yang telah diberi barikade atau penutup terpal, karena masih berpotensi terjadi longsor ulang. Sebagai bentuk antisipasi, BPBD Magetan menyarankan warga untuk menyiapkan tas darurat berisi dokumen penting, obat-obatan, makanan ringan, senter, dan air minum.

“Musim hujan memang membawa berkah, tapi kita tidak boleh lengah. Kesiapsiagaan adalah kunci,” tutup Eka Wahyudi.

BPBD juga mengingatkan warga untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan BPBD setempat sebagai bagian dari upaya pencegahan dini terhadap bencana hidrometeorologi.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek, Bupati Madiun: “Kami Adalah Korban, Bukan Sarang PKI”

    Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek, Bupati Madiun: “Kami Adalah Korban, Bukan Sarang PKI”

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek, Kecamatan Wungu, Rabu (01/10/2025). Monumen yang berada di lereng Gunung Wilis itu merupakan lokasi pembantaian para tokoh masyarakat, kiai, serta anggota TNI-Polri pada tragedi Madiun 1948. Dalam upacara tersebut, Bupati Madiun […]

    Bagikan
  • Harga Telur Naik, Warga Miskin Di Ponorogo Malah Untung

    Harga Telur Naik, Warga Miskin Di Ponorogo Malah Untung

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kenaikan harga telur ayam yang kini mencapai Rp28–Rp29 ribu per kilogram ternyata tidak selalu membawa kabar buruk. Di Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, sejumlah warga miskin justru merasa diuntungkan. Mereka adalah penerima bantuan ayam petelur dari pemerintah daerah melalui program Taskintul atau Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pangan yang Betul. Program […]

    Bagikan
  • Sungai Gandong Kidul Dipenuhi Sampah, Warga Desak Penertiban

    Sungai Gandong Kidul Dipenuhi Sampah, Warga Desak Penertiban

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kondisi Sungai Gandong Kidul di Dusun Babar, Desa Bulugunung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, kini sangat memprihatinkan. Aliran sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan berubah fungsi layaknya tempat pembuangan sampah. Dari atas Jembatan Kranjang, tumpukan sampah terlihat jelas memenuhi aliran sungai. Mulai dari sisa sayuran, plastik kemasan, karung bekas, hingga limbah rumah […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Dorong Harmonisasi Guru dan Kepala Sekolah demi Pendidikan “Bersahaja”

    Bupati Madiun Dorong Harmonisasi Guru dan Kepala Sekolah demi Pendidikan “Bersahaja”

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan pentingnya hubungan kerja yang harmonis antara kepala sekolah dan guru sebagai fondasi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Madiun. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan semakin kompleks dan menuntut para pemimpin sekolah bersikap visioner, proaktif, serta solutif dalam menghadapi perubahan. “Kasek dan guru harus harmonis. Jangan sampai […]

    Bagikan
  • 500 Warga Terdampak Akibat Banjir Bandang Josaren Desa Sugihwaras

    500 Warga Terdampak Akibat Banjir Bandang Josaren Desa Sugihwaras

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Sedikitnya 500 warga terdampak akibat banjir bandang yang menerjang Dusun Josaren Desa Sugihwaras Kec Saradan Kab Madiun. Warga terpaksa mengungsi ke rumah rumah penduduk dan bangunan sekolah yang dirasa aman dari terjangan air banjir. Kepala bidang Perlindungan Jaminan Sosial, Dinsos Kab Madiun Dedy Anggoro mengaku pihaknya sudah berada di lokasi […]

    Bagikan
  • Wagiyem, Nenek 66 Tahun Asal Magetan yang Bertahan dengan Keset Sabut Kelapa

    Wagiyem, Nenek 66 Tahun Asal Magetan yang Bertahan dengan Keset Sabut Kelapa

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di sebuah sudut Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tangan renta seorang nenek tampak lincah memilin sabut kelapa. Ia adalah Wagiyem (66), sosok pekerja keras yang tetap produktif di usia senjanya. Dengan ketelatenan dan kesabaran, Wagiyem menenun helai demi helai sabut kelapa menjadi keset kaki tradisional — warisan turun-temurun […]

    Bagikan
expand_less