Proyek Penataan Kawasan Strategis, Plt Wali Kota Tekankan OPD Wajib Terlibat
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 56
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun menegaskan target penyelesaian proyek penataan kawasan strategis menjadi fokus utama Pemerintah Kota Madiun tahun 2026. Hal itu disampaikan saat rapat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), OPD terkait, serta konsultan perencana pada Selasa (26/5/2026).
Beberapa proyek strategis yang menjadi pembahasan meliputi penataan Pasar Mojorejo, kawasan pasar barang antik di Manguharjo, kawasan Proliman, hingga pengembangan kawasan Gor Willis.
Dalam rapat tersebut, Bagus menekankan pola pembangunan di Kota Madiun kini diubah agar tidak lagi hanya berfokus pada pekerjaan fisik semata. Menurutnya, seluruh OPD terkait harus dilibatkan sejak tahap perencanaan agar pembangunan memiliki konsep terintegrasi sekaligus jelas dalam pengelolaan dan pemeliharaannya.
“Sekarang pembangunan tidak bisa hanya satu dinas PU sendiri. Semua dinas terkait harus tahu tugasnya nanti seperti apa, termasuk yang akan mem-maintenance dan mengawal kawasan tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan setiap proyek kini wajib dipaparkan lebih dahulu sebelum dikerjakan. Konsep pembangunan harus berangkat dari arah pembangunan yang telah disusun dalam RKPD agar seluruh kawasan di Kota Madiun memiliki keterkaitan tema dan identitas yang sama.
“Semua harus dimulai dari cerita pembangunan yang sudah kami siapkan di RKPD supaya tidak berjalan sendiri-sendiri dan akhirnya tidak terintegrasi,” katanya.
Bagus mengaku konsep yang diinginkan Pemkot Madiun telah mampu ditangkap dengan baik meski masih diperlukan sejumlah revisi dan penyesuaian teknis.

“Secara total saya puas. Apa yang diinginkan pemerintah kota bisa ditangkap. Revisi pasti ada, tapi arahnya sudah sesuai,” tambahnya.
Terkait pemilihan lima titik kawasan prioritas, Bagus menyebut dua proyek di antaranya, yakni Pasar Mojorejo dan kawasan pasar barang antik Manguharjo. Pemkot kini fokus menghubungkan desain kawasan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi tersebut.
Sementara tiga kawasan lain merupakan pengembangan baru, salah satunya kawasan Proliman yang dinilai sebagai titik dengan kepadatan lalu lintas tinggi sekaligus membutuhkan identitas kawasan yang lebih kuat.
“Proliman ini akses lalu lintasnya sangat padat, sehingga perlu sentuhan identitas dan harus bisa bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot juga menyiapkan pengembangan kawasan Gor Willis sebagai alternatif ruang publik baru. Kawasan tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas jogging track dan destinasi baru di Kota Madiun.
“Kalau hanya punya satu kawasan unggulan, kita khawatir wisatawan bosan. Maka harus ada kawasan baru agar semakin banyak orang datang ke Kota Madiun,” ujarnya.
Untuk target pelaksanaan proyek fisik, Bagus berharap seluruh program yang direncanakan Dinas PUPR dapat terealisasi 100 persen pada tahun ini. Namun, ia mengakui kemungkinan penyesuaian tetap bisa terjadi apabila terdapat kendala seperti kenaikan harga maupun faktor teknis lainnya.
“Saya berharap seluruh rencana pembangunan oleh PU bisa dilaksanakan total tahun ini,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





