Berita Terkini
Trending Tags

Rentetan Longsor di Magetan, Jalan Tertutup, Air Bersih Terputus, Sekolah Terdampak

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
  • visibility 85
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Longsor terjadi di Kabupaten Magetan yang berdampak di Sekolah, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Magetan selama lebih dari dua pekan memicu rentetan longsor di tiga lokasi berbeda pada Jumat (23/05/2025). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini mengganggu aktivitas warga, merusak infrastruktur, dan memicu krisis air bersih di beberapa titik.

Longsor pertama terjadi di jalur penghubung antara Wonomulyo dan Genilangit, tepatnya di Dukuh Wonomulyo, Desa Genilangit, Kecamatan Poncol. Sebuah tebing setinggi 10 meter runtuh, membawa serta batu-batu besar yang menutup seluruh badan jalan.

Jalur ini merupakan satu-satunya akses menuju desa tertinggi di Magetan. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Dinas PUPR, serta relawan dan warga setempat segera diterjunkan untuk membersihkan material longsoran.

“Retakan tanah sebenarnya sudah terlihat sebelumnya. Longsor pertama terjadi saat hujan deras mengguyur, lalu disusul longsor susulan sekitar pukul 13.15 WIB,” ungkap Eka Wahyudi, Kepala Seksi Darurat dan Logistik BPBD Magetan.

Beberapa jam setelah kejadian pertama, musibah kedua terjadi di Dusun Gejeruk, Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan. Sebuah talud jalan desa sepanjang 7 meter dan kedalaman 8 meter ambruk, menggerus halaman rumah warga dan memutus saluran air bersih yang digunakan sembilan kepala keluarga (KK).

“Untuk mencegah longsoran meluas, bagian yang rusak kami tutup sementara dengan terpal. Penanganan lebih lanjut akan dilakukan besok pagi,” kata Eka.

Warga kini harus mencari sumber air alternatif untuk kebutuhan sehari-hari, sembari menunggu perbaikan jaringan.

Menjelang sore, longsor ketiga menimpa SDN 1 Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo. Pagar sekolah setinggi 2,5 meter dan panjang 10 meter ambruk bersama talud penyangga, menutup sebagian badan jalan dusun.

“Pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan wali murid dan warga sekitar untuk gotong royong membersihkan lokasi pada esok hari,” tambah Eka.

BPBD Magetan kembali mengingatkan warga yang tinggal di dekat tebing atau lereng curam agar tetap waspada. Retakan tanah, suara gemuruh, atau pergerakan tanah sekecil apa pun harus segera dilaporkan.

“Jangan ragu menghubungi layanan darurat BPBD jika melihat tanda-tanda bahaya,” tegas Eka.

Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan lebat masih berpotensi mengguyur wilayah Magetan dalam beberapa hari ke depan. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan warga menjadi kunci untuk mengantisipasi bencana susulan.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasutri Tewas di Dalam Kamar, Diduga Dibunuh Anaknya Sendiri

    Pasutri Tewas di Dalam Kamar, Diduga Dibunuh Anaknya Sendiri

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Warga Dukuh Sedandang, Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo digegerkan dengan tewasnya pasangan suami istri, Kaseno dan Sarilah, di dalam rumah mereka pada Senin (22/09/2025) siang. Ketua RT setempat, Jarno, mengatakan jenazah pasutri tersebut pertama kali ditemukan oleh anaknya sendiri yang curiga ketika hendak berkunjung. Namun malah dihadang oleh adiknya di […]

    Bagikan
  • Ribuan Cyclist Ramaikan Fun Bike HUT TNI ke-80 Korem 081/DSJ

    Ribuan Cyclist Ramaikan Fun Bike HUT TNI ke-80 Korem 081/DSJ

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kota Madiun berlangsung semarak. Ribuan cyclist dari berbagai daerah memadati Pahlawan Business Center (PBC) pada Minggu (12/10/2025) untuk meramaikan Fun Bike bersama Korem 081/Dhirot Saha Jaya. Acara ini turut dihadiri Bupati Madiun, Hari Wuryanto, Wakil Walikota Madiun, Bagus Panuntun […]

    Bagikan
  • Proses PAW di DPRD Magetan Dinilai Cacat Hukum, Kuasa Hukum Gus Wakhid Ajukan Gugatan PMH

    Proses PAW di DPRD Magetan Dinilai Cacat Hukum, Kuasa Hukum Gus Wakhid Ajukan Gugatan PMH

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polemik adanya Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap anggota DPRD Kabupaten Magetan dari fraksi PKB terus berlanjut. Proses pergantian terhadap Nur Wakhid disebut-sebut berjalan tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku. Nurcahyo, kuasa hukum Gus Wakhid, menilai keputusan tersebut dilakukan secara terburu-buru dan mengabaikan prinsip dasar demokrasi. Menurutnya, tindakan pimpinan DPRD Magetan dalam […]

    Bagikan
  • Dindik Kota Madiun Cek Kesiapan TKA 2026 SMP, 3.044 Siswa Ikuti Ujian Berbasis Online

    Dindik Kota Madiun Cek Kesiapan TKA 2026 SMP, 3.044 Siswa Ikuti Ujian Berbasis Online

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Senergia | Kota Madiun – Dinas Pendidikan Kota Madiun memastikan kesiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP yang akan digelar pada 8–9 April 2026. Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, turun langsung melakukan pengecekan kesiapan di SMP Negeri 6 Kota Madiun, Selasa (7/4/2026). Total terdapat 3.044 siswa SMP se-Kota Madiun yang akan mengikuti TKA […]

    Bagikan
  • Lahan Tanam Berkurang, Produksi Padi di Kota Madiun Justru Meningkat

    Lahan Tanam Berkurang, Produksi Padi di Kota Madiun Justru Meningkat

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Di tengah semakin sempitnya lahan pertanian, para petani di Kota Madiun justru menunjukkan pencapaian luar biasa. Produksi padi tahun 2024 mengalami kenaikan, meski luas lahan pertanian mengalami penyusutan. Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Azis menyampaikan lahan pertanian di Kota Pendekar mengalami penurunan sebesar 0,65 persen, dari 2.204 hektare menjadi 2.190 […]

    Bagikan
  • Dugaan Manipulasi Titik Koordinat dalam Penerimaan Siswa di Kota Madiun, Komisi I DPRD Kota Madiun Lakukan Klarifikasi

    Dugaan Manipulasi Titik Koordinat dalam Penerimaan Siswa di Kota Madiun, Komisi I DPRD Kota Madiun Lakukan Klarifikasi

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SD dan SMP negeri di Kota Madiun tahun 2025 menyisakan sejumlah catatan penting. Salah satunya adalah dugaan manipulasi titik koordinat domisili yang dilakukan oleh calon peserta didik demi bisa masuk ke sekolah favorit. Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun, Didik Yulianto, mengungkap […]

    Bagikan
expand_less