Berita Terkini
Trending Tags

Rentetan Longsor di Magetan, Jalan Tertutup, Air Bersih Terputus, Sekolah Terdampak

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
  • visibility 50
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Longsor terjadi di Kabupaten Magetan yang berdampak di Sekolah, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Magetan selama lebih dari dua pekan memicu rentetan longsor di tiga lokasi berbeda pada Jumat (23/05/2025). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini mengganggu aktivitas warga, merusak infrastruktur, dan memicu krisis air bersih di beberapa titik.

Longsor pertama terjadi di jalur penghubung antara Wonomulyo dan Genilangit, tepatnya di Dukuh Wonomulyo, Desa Genilangit, Kecamatan Poncol. Sebuah tebing setinggi 10 meter runtuh, membawa serta batu-batu besar yang menutup seluruh badan jalan.

Jalur ini merupakan satu-satunya akses menuju desa tertinggi di Magetan. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Dinas PUPR, serta relawan dan warga setempat segera diterjunkan untuk membersihkan material longsoran.

“Retakan tanah sebenarnya sudah terlihat sebelumnya. Longsor pertama terjadi saat hujan deras mengguyur, lalu disusul longsor susulan sekitar pukul 13.15 WIB,” ungkap Eka Wahyudi, Kepala Seksi Darurat dan Logistik BPBD Magetan.

Beberapa jam setelah kejadian pertama, musibah kedua terjadi di Dusun Gejeruk, Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan. Sebuah talud jalan desa sepanjang 7 meter dan kedalaman 8 meter ambruk, menggerus halaman rumah warga dan memutus saluran air bersih yang digunakan sembilan kepala keluarga (KK).

“Untuk mencegah longsoran meluas, bagian yang rusak kami tutup sementara dengan terpal. Penanganan lebih lanjut akan dilakukan besok pagi,” kata Eka.

Warga kini harus mencari sumber air alternatif untuk kebutuhan sehari-hari, sembari menunggu perbaikan jaringan.

Menjelang sore, longsor ketiga menimpa SDN 1 Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo. Pagar sekolah setinggi 2,5 meter dan panjang 10 meter ambruk bersama talud penyangga, menutup sebagian badan jalan dusun.

“Pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan wali murid dan warga sekitar untuk gotong royong membersihkan lokasi pada esok hari,” tambah Eka.

BPBD Magetan kembali mengingatkan warga yang tinggal di dekat tebing atau lereng curam agar tetap waspada. Retakan tanah, suara gemuruh, atau pergerakan tanah sekecil apa pun harus segera dilaporkan.

“Jangan ragu menghubungi layanan darurat BPBD jika melihat tanda-tanda bahaya,” tegas Eka.

Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan lebat masih berpotensi mengguyur wilayah Magetan dalam beberapa hari ke depan. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan warga menjadi kunci untuk mengantisipasi bencana susulan.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Korban Perdagangan Manusia di Afrika, 7 PMI Madiun dan Magetan Dipulangkan

    Diduga Korban Perdagangan Manusia di Afrika, 7 PMI Madiun dan Magetan Dipulangkan

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak tujuh Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Madiun dan Magetan diduga menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) di Guinea Ekuatorial, Afrika. Mereka tiba kembali di Indonesia pada Rabu (03/09/2025) dan diterima Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mejayan. Salah satu korban asal Desa Sugihwaras, […]

    Bagikan
  • Sikapi Aksi Demo, PSHT Kubu Moerdjoko : Hormati Upaya Hukum di Pengadilan Play Button

    Sikapi Aksi Demo, PSHT Kubu Moerdjoko : Hormati Upaya Hukum di Pengadilan

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 542
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun kubu Ketua Umum R. Moerdjoko melalui Lembaga Hukum dan Advokasi (LHA) angkat bicara menyikapi aksi demo dari PSHT kubu Ketua Umum M. Taufiq yang digelar di Alun-Alun Kota Madiun pada Senin (02/02/2026). LHA PSHT Pusat Madiun menilai hak berpendapat diperbolehkan sesuai aturan Undang-Undang. […]

    Bagikan
  • R-APBD 2026, Proyeksi Pendapatan Daerah Rp. 1,108 Triliun, Belanja Daerah Rp. 1,168 Triliun

    R-APBD 2026, Proyeksi Pendapatan Daerah Rp. 1,108 Triliun, Belanja Daerah Rp. 1,168 Triliun

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 Kota Madiun mulai memasuki tahap pembahasan. Hal ini ditandai dengan penyampaian Nota Keuangan Wali Kota Madiun atas Raperda APBD 2026 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Madiun, Senin (15/09/2025). Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, mengungkapkan proyeksi pendapatan daerah pada tahun […]

    Bagikan
  • Modus Pecah Kaca Mobil, Tas dan Uang Rp. 2 Juta Warga Magetan Raib

    Modus Pecah Kaca Mobil, Tas dan Uang Rp. 2 Juta Warga Magetan Raib

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah mobil yang diparkir di tepi Jalan Seno, Kelurahan Tambran, menjadi sasaran pencurian dengan modus pecah kaca pada Selasa malam (18/3/2023). Peristiwa ini menimpa Eva, warga Jalan Yos Sudarso Kelurahan Sukowinangun, yang kehilangan dua tas berisi keperluan sekolah anaknya, buku tabungan, dan uang tunai sekitar Rp. 2 juta. Wingin Nursalim (60), […]

    Bagikan
  • Bupati Ponorogo Instruksikan Vaksinasi Serentak untuk Cegah Penyakit pada Sapi

    Bupati Ponorogo Instruksikan Vaksinasi Serentak untuk Cegah Penyakit pada Sapi

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 52
    • 0Komentar

    KAB. PONOROGO – Menanggapi penyebaran penyakit yang menyerang ternak sapi di sejumlah wilayah, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menginstruksikan agar vaksinasi terhadap sapi segera dilakukan secara serentak. Instruksi ini muncul setelah adanya laporan kematian sapi di beberapa desa. (03/01/2025) “Saat ini, kami masih mencatat data dari Dinas Pertanian mengenai jumlah sapi yang mati. Di Slahung, baru […]

    Bagikan
  • 900 Santri Gontor Tidak Mudik Selama Ramadhan

    900 Santri Gontor Tidak Mudik Selama Ramadhan

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sekitar 900 santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo tetap berada di pondok selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1446 Hijriah. Mereka tidak diperbolehkan mudik hingga tahun ajaran baru berakhir. Humas PMDG, Ustadz Riza Ashari, menjelaskan bahwa para santri yang diwajibkan bermukim adalah mereka yang sedang duduk di kelas 5 dan 6. […]

    Bagikan
expand_less