Berita Terkini
Trending Tags

Puluhan Anak-Anak Seru-seruan “Sinau Tani” dan Panen Semangka

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
  • visibility 182
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Puluhan anak anak seru seruan belajar bertani dan memanen semangka di Sinau Tani Farm. Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Di tengah panas matahari pagi, tawa puluhan anak-anak riuh terdengar dari lahan pertanian seluas seratus meter persegi di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Dengan tangan kecil yang berlumur tanah, mereka belajar menanam cabai, membuat pupuk organik, hingga memetik buah semangka matang langsung dari kebun.

Kegiatan ini bukan sekedar bermain di luar kelas. Di bawah bimbingan Setyo Budi Utomo, pemilik Sinau Tani Farm, anak-anak usia dini diajak memahami bagaimana proses menanam dan merawat tanaman dengan metode Outdoor Learning, Senin (06/10/2025).

“Awalnya kita ajak anak-anak bermain dulu, karena dunia mereka memang bermain. Setelah itu baru kita arahkan, bagaimana memilih semangka yang bagus, bagaimana menanam benih dengan benar,” ujar Setyo, yang akrab disapa Pak Budi.

Menurutnya, pembelajaran bertani sejak dini penting untuk menanamkan kecintaan terhadap dunia pertanian, sekaligus mengenalkan bahwa bertani kini tak lagi identik dengan pekerjaan berat. 

“Anak-anak Gen Z dan Gen Alpha perlu tahu, bertani sekarang sudah sangat modern dan didukung teknologi. Tidak seperti dulu yang harus mengandalkan tenaga fisik,” katanya.

Sebelum turun ke kebun, para peserta belajar membuat media tanam sederhana dan pupuk cair alami. Dengan penuh semangat, mereka menyiapkan campuran tanah dan kompos, lalu menanam benih cabai ke dalam polibag. Rasa ingin tahu mereka terlihat jelas dari tatapan dan tawa kecil setiap kali melihat cacing atau benih yang mulai tertutup tanah.

Setelah sesi menanam, anak-anak berpindah ke area kebun semangka. Di lahan hijau itu tumbuh dua jenis semangka: semangka inul yang dijual Rp 5 ribu per kilogram dan semangka merah tanpa biji seharga Rp 8 ribu per kilogram. Mereka bebas memilih buah sesuka hati — beberapa bahkan memeluk semangkanya dengan bangga seolah membawa pulang harta karun kecil.

Bagi orang tua seperti Ima Nurjannah, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi anaknya. “Tadi diajarkan cara buat pupuknya, media tanamnya, bagus sekali buat anak-anak. Selain belajar, mereka juga senang bisa memetik sendiri semangka,” ujarnya.

Keseruan juga dirasakan Raisa Nahda Zakira, salah satu peserta yang antusias menceritakan pengalamannya. “Seru banget! Tadi senam bareng, bikin pupuk, sampai bisa memetik semangka sendiri. Nanti semangkanya mau dimakan bareng keluarga,” katanya dengan mata berbinar.

Di penghujung kegiatan, anak-anak tidak hanya membawa pulang buah semangka, tetapi juga mempraktikkan cara mengolah hasil panen dengan membuat jus semangka segar. Aktivitas ini menutup hari mereka dengan tawa dan wajah sumringah, sekaligus meninggalkan pelajaran penting tentang menghargai proses pangan yang mereka konsumsi.

Budi berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain untuk menghadirkan pembelajaran luar ruang yang lebih kontekstual dan menyenangkan.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laka Lantas Pikap dan Motor di Madiun, Satu Orang Terluka

    Laka Lantas Pikap dan Motor di Madiun, Satu Orang Terluka

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Madiun-Ponorogo, tepatnya masuk Desa Sangen, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, pada Jumat malam (21/3/2025). Insiden ini melibatkan mobil pikap bermuatan paket dan sebuah sepeda motor. Mohammad Rendi, pengemudi mobil pikap, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat dirinya melaju dari arah utara ke arah Ponorogo. Saat […]

    Bagikan
  • Desil Warga Bisa Naik meski Kondisi Ekonomi Tak Berubah, BPS Madiun Jelaskan Penyebabnya

    Desil Warga Bisa Naik meski Kondisi Ekonomi Tak Berubah, BPS Madiun Jelaskan Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Posisi desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak selalu mencerminkan perubahan kondisi ekonomi seseorang secara langsung. Pergeseran peringkat bisa terjadi karena perubahan kondisi ekonomi masyarakat lain yang masuk dalam pemeringkatan yang sama. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) khawatir. Mereka waswas jika desilnya naik, status sebagai […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Salurkan 146 Ton Pupuk Non Subsidi untuk 32 Kelompok Tani

    Pemkot Madiun Salurkan 146 Ton Pupuk Non Subsidi untuk 32 Kelompok Tani

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyalurkan bantuan pupuk non subsidi kepada kelompok tani di wilayah setempat. Program ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pupuk majemuk para petani di tengah terbatasnya alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat. Subkor Budidaya, Sarana dan Prasarana Pertanian DKPP Kota Madiun, […]

    Bagikan
  • Tiket KA Lebaran 2026 Sudah Bisa Dipesan hingga H-4, Daop 7 Madiun Tembus 19 Ribu Penumpang

    Tiket KA Lebaran 2026 Sudah Bisa Dipesan hingga H-4, Daop 7 Madiun Tembus 19 Ribu Penumpang

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Minat masyarakat menggunakan kereta api pada masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah terus meningkat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat, hingga akhir Januari 2026, jumlah pemesanan tiket telah menembus 19.110 pelanggan. Data tersebut merupakan akumulasi pemesanan penumpang untuk periode H-10 hingga H+10 Lebaran, yakni mulai 11 Maret […]

    Bagikan
  • Harga Tomat Anjlok, Pemkab Jalin Komunikasi Dengan Petani

    Harga Tomat Anjlok, Pemkab Jalin Komunikasi Dengan Petani

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun angkat bicara terkait merosotnya harga tomat hasil panen petani di Desa Kare, Kecamatan Kare, yang hanya dihargai Rp2 ribu per kilogram. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan langkah darurat penyerapan hasil panen. Dari upaya itu, sebanyak […]

    Bagikan
  • TKA Susulan SMP Menuai Polemik, DPRD Kota Madiun Soroti Ketidaksinkronan Nilai dan Sistem PPDB

    TKA Susulan SMP Menuai Polemik, DPRD Kota Madiun Soroti Ketidaksinkronan Nilai dan Sistem PPDB

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) susulan bagi siswa SMP yang akan melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK negeri memicu polemik di Kota Madiun. DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah kejanggalan yang dinilai merugikan siswa, mulai dari perbedaan nilai hasil ujian hingga persoalan sistem pendaftaran yang mengunci data peserta. Ketua Komisi I DPRD Kota […]

    Bagikan
expand_less