Berita Terkini
Trending Tags

Puluhan Anak-Anak Seru-seruan “Sinau Tani” dan Panen Semangka

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
  • visibility 60
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Puluhan anak anak seru seruan belajar bertani dan memanen semangka di Sinau Tani Farm. Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Di tengah panas matahari pagi, tawa puluhan anak-anak riuh terdengar dari lahan pertanian seluas seratus meter persegi di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Dengan tangan kecil yang berlumur tanah, mereka belajar menanam cabai, membuat pupuk organik, hingga memetik buah semangka matang langsung dari kebun.

Kegiatan ini bukan sekedar bermain di luar kelas. Di bawah bimbingan Setyo Budi Utomo, pemilik Sinau Tani Farm, anak-anak usia dini diajak memahami bagaimana proses menanam dan merawat tanaman dengan metode Outdoor Learning, Senin (06/10/2025).

“Awalnya kita ajak anak-anak bermain dulu, karena dunia mereka memang bermain. Setelah itu baru kita arahkan, bagaimana memilih semangka yang bagus, bagaimana menanam benih dengan benar,” ujar Setyo, yang akrab disapa Pak Budi.

Menurutnya, pembelajaran bertani sejak dini penting untuk menanamkan kecintaan terhadap dunia pertanian, sekaligus mengenalkan bahwa bertani kini tak lagi identik dengan pekerjaan berat. 

“Anak-anak Gen Z dan Gen Alpha perlu tahu, bertani sekarang sudah sangat modern dan didukung teknologi. Tidak seperti dulu yang harus mengandalkan tenaga fisik,” katanya.

Sebelum turun ke kebun, para peserta belajar membuat media tanam sederhana dan pupuk cair alami. Dengan penuh semangat, mereka menyiapkan campuran tanah dan kompos, lalu menanam benih cabai ke dalam polibag. Rasa ingin tahu mereka terlihat jelas dari tatapan dan tawa kecil setiap kali melihat cacing atau benih yang mulai tertutup tanah.

Setelah sesi menanam, anak-anak berpindah ke area kebun semangka. Di lahan hijau itu tumbuh dua jenis semangka: semangka inul yang dijual Rp 5 ribu per kilogram dan semangka merah tanpa biji seharga Rp 8 ribu per kilogram. Mereka bebas memilih buah sesuka hati — beberapa bahkan memeluk semangkanya dengan bangga seolah membawa pulang harta karun kecil.

Bagi orang tua seperti Ima Nurjannah, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi anaknya. “Tadi diajarkan cara buat pupuknya, media tanamnya, bagus sekali buat anak-anak. Selain belajar, mereka juga senang bisa memetik sendiri semangka,” ujarnya.

Keseruan juga dirasakan Raisa Nahda Zakira, salah satu peserta yang antusias menceritakan pengalamannya. “Seru banget! Tadi senam bareng, bikin pupuk, sampai bisa memetik semangka sendiri. Nanti semangkanya mau dimakan bareng keluarga,” katanya dengan mata berbinar.

Di penghujung kegiatan, anak-anak tidak hanya membawa pulang buah semangka, tetapi juga mempraktikkan cara mengolah hasil panen dengan membuat jus semangka segar. Aktivitas ini menutup hari mereka dengan tawa dan wajah sumringah, sekaligus meninggalkan pelajaran penting tentang menghargai proses pangan yang mereka konsumsi.

Budi berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain untuk menghadirkan pembelajaran luar ruang yang lebih kontekstual dan menyenangkan.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampak Banjir di Ngawi, Jembatan Penghubung Putus dan Rumah Warga Rusak photo_camera 4

    Dampak Banjir di Ngawi, Jembatan Penghubung Putus dan Rumah Warga Rusak

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi pada Sabtu (14/2/2026) petang, mengakibatkan kerusakan cukup parah. Selain merusak satu rumah warga, derasnya arus juga memutus jembatan penghubung antar-dusun di Desa Jeblogan. Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan intens mengguyur kawasan itu selama sekitar satu jam. Air Sungai Buntung meluap dan menghantam bangunan […]

    Bagikan
  • Lewati Medan Terjal, Prajurit Lintas Udara Yonif 501/BY Evakuasi Warga Maybrat Yang Terserang Babi Hutan

    Lewati Medan Terjal, Prajurit Lintas Udara Yonif 501/BY Evakuasi Warga Maybrat Yang Terserang Babi Hutan

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Sinergia | Maybrat/Papua – Prajurit Lintas Udara Yonif 501/BY bergerak cepat usai menerima informasi seorang warga yang menjadi korban serangan babi hutan saat berkebun di Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat Daya. Tim yang dipimpin oleh Serda Edy Siswanto segera bergerak menuju lokasi kejadian. Serangan babi hutan memang sering kali terjadi di wilayah perkebunan saat warga […]

    Bagikan
  • Pasca Insiden Dugaan Keracunan MBG, Pemkot Madiun Perkuat Pengawasan SPPG

    Pasca Insiden Dugaan Keracunan MBG, Pemkot Madiun Perkuat Pengawasan SPPG

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kota Madiun memastikan akan mengambil langkah usai peristiwa dugaan keracunan makanan yang menimpa belasan siswa SDN 1 Demangan pada Kamis (15/4/2026) lalu. Evaluasi akan dilakukan menyeluruh kepada Satua Pelayanan Pemenuhan Gizi ,(SPPG) di Kota Madiun. Langkah ini dilakukan untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga di seluruh titik pelaksanaan program. […]

    Bagikan
  • Kepala SPPG Klecorejo Buka Suara, Menu Nasi Goreng MBG Dimasak Dini Hari

    Kepala SPPG Klecorejo Buka Suara, Menu Nasi Goreng MBG Dimasak Dini Hari

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Puluhan siswa sekolah dasar di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, mengalami gejala mual dan muntah usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (27/11/2025). Insiden ini menjadi kasus keracunan pertama yang terkait dengan program tersebut di Kabupaten Madiun. Kasus ini langsung menyita perhatian pemerintah daerah dan menjadi bahan evaluasi […]

    Bagikan
  • Pemasang CCTV di Toilet Siswi SMAN 1 Maospati Ternyata….

    Pemasang CCTV di Toilet Siswi SMAN 1 Maospati Ternyata….

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Terjawab sudah siapa yang memasang cctv berbentuk lampu di toilet siswi SMA Negeri 1 Maospati Magetan. Hal itu diungkapkan langsung oleh Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo-Magetan, Adi Prayitno usai berkoordinasi langsung dengan pihak sekolah. Dari hasil penelusuran, diketahui yang memasang lampu itu adalah salah satu tenaga kebersihan di sekolah. […]

    Bagikan
  • Alokasi Pupuk Subsidi di Magetan Bertambah, HET Turun Ikuti Kebijakan Terbaru Pemerintah Pusat

    Alokasi Pupuk Subsidi di Magetan Bertambah, HET Turun Ikuti Kebijakan Terbaru Pemerintah Pusat

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Magetan kembali bertambah. Tambahan kuota ini diharapkan mampu mengamankan kebutuhan pupuk petani hingga akhir tahun. Hal itu di tengah tingginya tingkat serapan pupuk yang sudah mencapai 85 persen per November. Staf Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pupuk Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Magetan, Edy […]

    Bagikan
expand_less