Berita Terkini
Trending Tags

Puluhan Anak-Anak Seru-seruan “Sinau Tani” dan Panen Semangka

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
  • visibility 118
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Puluhan anak anak seru seruan belajar bertani dan memanen semangka di Sinau Tani Farm. Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Di tengah panas matahari pagi, tawa puluhan anak-anak riuh terdengar dari lahan pertanian seluas seratus meter persegi di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Dengan tangan kecil yang berlumur tanah, mereka belajar menanam cabai, membuat pupuk organik, hingga memetik buah semangka matang langsung dari kebun.

Kegiatan ini bukan sekedar bermain di luar kelas. Di bawah bimbingan Setyo Budi Utomo, pemilik Sinau Tani Farm, anak-anak usia dini diajak memahami bagaimana proses menanam dan merawat tanaman dengan metode Outdoor Learning, Senin (06/10/2025).

“Awalnya kita ajak anak-anak bermain dulu, karena dunia mereka memang bermain. Setelah itu baru kita arahkan, bagaimana memilih semangka yang bagus, bagaimana menanam benih dengan benar,” ujar Setyo, yang akrab disapa Pak Budi.

Menurutnya, pembelajaran bertani sejak dini penting untuk menanamkan kecintaan terhadap dunia pertanian, sekaligus mengenalkan bahwa bertani kini tak lagi identik dengan pekerjaan berat. 

“Anak-anak Gen Z dan Gen Alpha perlu tahu, bertani sekarang sudah sangat modern dan didukung teknologi. Tidak seperti dulu yang harus mengandalkan tenaga fisik,” katanya.

Sebelum turun ke kebun, para peserta belajar membuat media tanam sederhana dan pupuk cair alami. Dengan penuh semangat, mereka menyiapkan campuran tanah dan kompos, lalu menanam benih cabai ke dalam polibag. Rasa ingin tahu mereka terlihat jelas dari tatapan dan tawa kecil setiap kali melihat cacing atau benih yang mulai tertutup tanah.

Setelah sesi menanam, anak-anak berpindah ke area kebun semangka. Di lahan hijau itu tumbuh dua jenis semangka: semangka inul yang dijual Rp 5 ribu per kilogram dan semangka merah tanpa biji seharga Rp 8 ribu per kilogram. Mereka bebas memilih buah sesuka hati — beberapa bahkan memeluk semangkanya dengan bangga seolah membawa pulang harta karun kecil.

Bagi orang tua seperti Ima Nurjannah, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi anaknya. “Tadi diajarkan cara buat pupuknya, media tanamnya, bagus sekali buat anak-anak. Selain belajar, mereka juga senang bisa memetik sendiri semangka,” ujarnya.

Keseruan juga dirasakan Raisa Nahda Zakira, salah satu peserta yang antusias menceritakan pengalamannya. “Seru banget! Tadi senam bareng, bikin pupuk, sampai bisa memetik semangka sendiri. Nanti semangkanya mau dimakan bareng keluarga,” katanya dengan mata berbinar.

Di penghujung kegiatan, anak-anak tidak hanya membawa pulang buah semangka, tetapi juga mempraktikkan cara mengolah hasil panen dengan membuat jus semangka segar. Aktivitas ini menutup hari mereka dengan tawa dan wajah sumringah, sekaligus meninggalkan pelajaran penting tentang menghargai proses pangan yang mereka konsumsi.

Budi berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain untuk menghadirkan pembelajaran luar ruang yang lebih kontekstual dan menyenangkan.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Korban Perdagangan Manusia di Afrika, 7 PMI Madiun dan Magetan Dipulangkan

    Diduga Korban Perdagangan Manusia di Afrika, 7 PMI Madiun dan Magetan Dipulangkan

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak tujuh Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Madiun dan Magetan diduga menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) di Guinea Ekuatorial, Afrika. Mereka tiba kembali di Indonesia pada Rabu (03/09/2025) dan diterima Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mejayan. Salah satu korban asal Desa Sugihwaras, […]

    Bagikan
  • Serapan Gabah Petani Lambat, DPRD Panggil Direksi Bulog Madiun

    Serapan Gabah Petani Lambat, DPRD Panggil Direksi Bulog Madiun

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas lambatnya serapan gabah oleh Perum Bulog Madiun. Hal itu sangat dikeluhkan para petani. Rapat yang berlangsung pada Rabu (26/03/2025) yang dipimpin oleh Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun, Wahyu Widayat ini juga menghadirkan perwakilan petani. Wakil Ketua Petani Milenial, Husein Fata […]

    Bagikan
  • Puluhan Anak Yatim Piatu Diajak Berbelanja Baju Lebaran

    Puluhan Anak Yatim Piatu Diajak Berbelanja Baju Lebaran

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menjelang Idul Fitri, sejumlah donatur yang tergabung dalam Yayasan Gerak Bareng mengajak puluhan anak yatim piatu untuk berbelanja baju lebaran. Kegiatan ini berlangsung di Pasar Legi Songgolangit, Ponorogo. Sebanyak 31 anak yatim piatu dari berbagai wilayah di Kabupaten Ponorogo diberikan kesempatan untuk memilih sendiri baju muslim serta pakaian harian. Sebelum berbelanja, mereka […]

    Bagikan
  • Irigasi Magetan Panjangnya Ribuan Kilometer, Tapi Anggarannya Kerdil

    Irigasi Magetan Panjangnya Ribuan Kilometer, Tapi Anggarannya Kerdil

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemkab Magetan tampaknya masih kedodoran dalam urusan memperbaiki infrastruktur irigasi. Ribuan kilometer saluran membentang, tetapi sebagian besar hanya bisa menunggu giliran perbaikan. Ironisnya, sekitar Rp. 2,1 miliar yang sudah dialokasikan justru ditarik kembali pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden (Inpres). Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Magetan, Yuli Karyawan Iswahyudi, […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Bakal Terima 66 Persen PKB-BBNKB, Target Senilai Rp. 31 Miliar

    Pemkot Madiun Bakal Terima 66 Persen PKB-BBNKB, Target Senilai Rp. 31 Miliar

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 110
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Madiun tahun 2025 bakal bertambah. Hal ini seiring potensi sektor pajak daerah dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB dan BBNKB). Tahun 2025 ini, Pemkot Madiun memiliki target PAD sebesar Rp. 138,9 miliar. “Ya mulai tahun ini kita akan mendapatkan pemasukan […]

    Bagikan
  • Dampak Atap Ruang Kelas Roboh, Try Out Kelas 6 SDN Bukur 02 Dipindahkan 

    Dampak Atap Ruang Kelas Roboh, Try Out Kelas 6 SDN Bukur 02 Dipindahkan 

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Atap ruang Kelas 6 SDN Bukur 02 Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun pada Minggu malam (04/05/2025) roboh tertimpa pohon.  Akibatnya aktifitas belajar mengajar khususnya ujian try out yang saat ini sedang dijalani 8 siswa siswi kelas 6 SDN tersebut dipindahkan ke ruang kelas IV.  Kepala SDN Bukur 02, Heny Erawati, menerangkan […]

    Bagikan
expand_less