Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

Pertanyakan SPMB 2025, Orang Tua Siswa Datangi Cabdindik Jatim

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
  • visibility 216
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Puluhan orang tua siswa mendatangi kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Madiun, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Puluhan orang tua siswa mendatangi kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Madiun pada Senin (30/06/2025). Mereka menyampaikan protes atas carut-marutnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA tahun ajaran 2025/2026. Mereka menilai sistem seleksi tahun ini tidak adil dan menyebabkan banyak siswa asal Kota Madiun tidak tertampung di sekolah negeri.

Salah satu wali murid, Neti Puspitorini, warga Manisrejo, Kota Madiun, mengaku kecewa terhadap sistem seleksi yang berlaku. Ia mengungkapkan bahwa pada tahap ketiga pendaftaran, meskipun disebut menggunakan sistem zonasi berdasarkan domisili, nyatanya nilai akademis tetap menjadi pertimbangan utama.

“Anak saya daftar di SMA 4, 5, dan 6, tapi semuanya terlempar. Jarak rumah dekat, tapi karena nilai dan indeks sekolah anak saya rendah, jadi tidak masuk. Kami berharap anak-anak asli Kota Madiun bisa masuk sekolah negeri tanpa harus ke swasta,” keluh Neti.

Sementara, menanggapi hal ini, Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun, Didik Sugiyanto yang turut hadir di Cabdindik Jatim wilayah Madiun mengungkapkan pihaknya telah berkomunikasi dengan Cabdindik dan menunggu data resmi jumlah kuota atau pagu yang belum terpenuhi di sejumlah SMA negeri seperti SMA 1, 2, 4, 5, dan 6. Data tersebut baru akan tersedia pada 1 Juli 2025.

“Harapannya siswa yang belum tertampung di SMA bisa diberi kesempatan mendaftar ke SMK. Jalur nilai untuk SMK baru dibuka tanggal 2 dan 3 Juli. Tapi tentu tetap harus memperhatikan syarat-syarat khusus, seperti kondisi kesehatan dan lainnya,” jelas Didik.

Ia menambahkan, keterbatasan jumlah SMA negeri di Kota Madiun menjadi salah satu pemicu permasalahan ini. Saat ini terdapat 14 SMP negeri di Kota Madiun, namun hanya ada 5 SMA negeri yang tersedia. Belum lagi harus bersaingi dengan siswa dari sekolah lain setingkat SMP di Kota Madiun.

“Sebagian besar masyarakat kota masih berorientasi pada SMA karena ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Perbandingannya sekitar 70 persen memilih SMA, sisanya ke SMK. Sementara itu, dari Dinas Pendidikan Provinsi menyampaikan bahwa siswa yang tidak tertampung di negeri bisa melanjutkan ke sekolah swasta,” ujar Didik.

Namun, lanjutnya, solusi itu dinilai kurang berpihak pada kondisi ekonomi masyarakat. “Kalau diarahkan ke swasta, harus dipikirkan juga beban biayanya. Tidak semua orang tua mampu membayar. Apalagi setelah adanya keputusan MK soal pendidikan gratis dari SD sampai SMP. Di SMA swasta, konsep itu tidak berlaku,” pungkasnya.

Pihak DPRD Kota Madiun pun meminta Dinas Pendidikan Provinsi untuk mengevaluasi kembali sistem penerimaan yang berlaku dan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan warga Kota Madiun.

Surya – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Permendikdasmen Akan Hapus Guru Honorer Pada Tahun 2027, Dikbud Madiun Mulai Pendataan

    Permendikdasmen Akan Hapus Guru Honorer Pada Tahun 2027, Dikbud Madiun Mulai Pendataan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah pusat mulai menerapkan penataan tenaga non-ASN di lingkungan sekolah negeri. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur guru honorer di sekolah negeri hanya diperbolehkan mengajar hingga 31 Desember 2026. Mulai 1 Januari 2027, sekolah negeri dilarang menganggarkan maupun menggunakan tenaga […]

    Bagikan
  • Musrenbang Kecamatan Wungu Menjaring Aspirasi dan Prioritas Pembangunan Masyarakat

    Musrenbang Kecamatan Wungu Menjaring Aspirasi dan Prioritas Pembangunan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Wungu digelar di kantor kelurahan munggut pada Rabu (12/3/2025). Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 mengenai sistem perencanaan pembangunan nasional, forum tahunan ini bertujuan untuk menggali berbagai permasalahan yang ada di 14 desa dan kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Wungu. Musrenbang […]

    Bagikan
  • Aksi Emak-emak Hadang Bus Viral, Polisi Anugerahkan sebagai Duta Lalu Lintas Magetan 2026

    Aksi Emak-emak Hadang Bus Viral, Polisi Anugerahkan sebagai Duta Lalu Lintas Magetan 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi berani seorang pengendara sepeda motor yang viral di media sosial berujung apresiasi dari kepolisian. Sri, perempuan yang terekam menghadang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) karena diduga hendak menerobos lampu merah, kini dianugerahi gelar “Duta Lalu Lintas Polres Magetan 2026”. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, […]

    Bagikan
  • Diduga Korsleting Listrik, Rumah di Banjarsari Madiun Ludes Terbakar

    Diduga Korsleting Listrik, Rumah di Banjarsari Madiun Ludes Terbakar

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kebakaran melanda sebuah rumah di Desa Banjarsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Senin (24/8) malam. Api melahap rumah milik Sulasmi hingga menghanguskan sejumlah barang berharga serta menyebabkan tiga ekor kambing mati. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Madiun, Andy Koerniawan, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada Senin malam sekitar pukul 23.32 WIB. “Petugas […]

    Bagikan
  • MPLS Ramah 2025 di Magetan Tanpa Perpeloncoan, Fokus pada Pembiasaan Anak Indonesia Hebat

    MPLS Ramah 2025 di Magetan Tanpa Perpeloncoan, Fokus pada Pembiasaan Anak Indonesia Hebat

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 di Kabupaten Magetan resmi dimulai pada Senin (14/07/2025). Mengusung konsep MPLS Ramah, kegiatan ini digelar serentak di seluruh jenjang pendidikan—dari SD, SMP, hingga SMA/SMK—dengan penekanan pada pendekatan edukatif, tanpa unsur perpeloncoan. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan, Suwoto, menegaskan […]

    Bagikan
  • Retakan Tanah di Madiun Semakin Bertambah, Tim Kaji Cepat ITS Minta Warga Waspadai Longsor

    Retakan Tanah di Madiun Semakin Bertambah, Tim Kaji Cepat ITS Minta Warga Waspadai Longsor

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Tim Kaji Cepat dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memetakan retakan tanah di Dusun Morosowo, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, menggunakan teknologi LiDAR. Pemetaan dilakukan untuk membaca potensi pergerakan tanah sekaligus memperkuat sistem peringatan dini di wilayah rawan longsor tersebut. Kunjungan kedua tim yang dipimpin pakar geologi ITS, Prof. […]

    Bagikan
expand_less