Berita Terkini
Trending Tags

Cerita Al Arsy, Murid Tunggal Kelas 1 SDN Jalen Ponorogo yang Tak Gentar Sekolah Sendirian

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • visibility 22
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Al Arsy Al Farizi mengikuti MPLS di SDN Jalen, Foto : Ega – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Al Arsy Al Farizi menjadi satu-satunya siswa baru di SDN Jalen, Kecamatan Balong, Ponorogo. Saat ditemui di hari kedua masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (15/07/2025), Arsy tampak antusias mengikuti kegiatan bersama kakak kelasnya dalam satu ruang kelas.

Tak tampak sedikit pun rasa takut, canggung, atau minder di wajah bocah berusia tujuh tahun ini. Ia justru mengaku senang, meski harus belajar seorang diri di kelas satu tanpa teman seangkatan. Selain karena lokasi sekolah yang dekat dengan rumah, alasan lain yang membuatnya semangat adalah keinginannya mengikuti jejak sang kakak yang merupakan alumni SDN Jalen.

“Kakakku dulu juga sekolah di sini. Hari ini aku belajar menulis angka dan menggambar bareng teman-teman kelas 2,” ujarnya polos.

Sementara itu, Kepala SDN Jalen, Dedy Adhi Nugroho, mengatakan bahwa meski hanya menerima satu siswa di tahun ajaran 2025/2026, pelayanan pendidikan tetap diberikan secara optimal. Bahkan, perhatian guru justru lebih fokus, seperti pembelajaran privat.

“Jumlah satu siswa ini bukan hal baru bagi kami. Tiga tahun lalu juga pernah hanya menerima satu murid. Alhamdulillah, orang tua dan anaknya masih percaya kepada kami. Kami tetap memberikan perlakuan yang sama seperti siswa lainnya. Untuk merangsang semangat belajarnya, kami gabungkan dia dengan kelas 2 dalam ruang belajar yang sama, meskipun materi pelajarannya tetap dibedakan,” jelasnya.

Saat ini, jumlah siswa di SDN Jalen tercatat sebanyak 20 anak. Rinciannya, kelas 1 hanya satu siswa, kelas 2 sebanyak 11 siswa, kelas 3 tidak ada, kelas 4 tiga siswa, kelas 5 dua siswa, dan kelas 6 tiga siswa.

“Kemungkinan penyebabnya karena sebagian besar orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke lembaga pendidikan agama, seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI) maupun pondok pesantren,” pungkasnya.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • TKD Dipangkas, Magetan Hanya Dapat Perbaikan Dua Ruas Jalan di 2026

    TKD Dipangkas, Magetan Hanya Dapat Perbaikan Dua Ruas Jalan di 2026

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebijakan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat berdampak langsung terhadap rencana perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Magetan. Pada tahun 2026 mendatang, Pemerintah Kabupaten Magetan hanya akan melaksanakan preservasi atau perawatan jalan di dua ruas wilayah Kecamatan Parang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan, Muhtar Wakid, […]

    Bagikan
  • 5 Pekerja Diduga Terinfeksi HIV, Lokalisasi Pasar Janti Ponorogo Ditutup Total

    5 Pekerja Diduga Terinfeksi HIV, Lokalisasi Pasar Janti Ponorogo Ditutup Total

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Hiruk pikuk lokalisasi Pasar Janti, Kecamatan Jenangan, mendadak senyap. Puluhan warung kopi esek-esek yang selama ini beroperasi di kawasan tersebut resmi ditutup oleh Satpol PP Kabupaten Ponorogo. Penutupan dilakukan setelah muncul temuan mencengangkan yakni lima pekerjanya diduga terinfeksi HIV. Langkah tegas itu diambil menyusul hasil tracing yang dilakukan sejak April lalu […]

    Bagikan
  • Keranda Jenazah Diusung Melintasi Sungai, Warga Terisolasi Akibat Jembatan Putus

    Keranda Jenazah Diusung Melintasi Sungai, Warga Terisolasi Akibat Jembatan Putus

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah video memperlihatkan rombongan pengantar jenazah menyeberangi sungai di Ponorogo viral di media sosial. Kejadian ini terjadi lantaran jembatan penghubung yang sebelumnya ambruk belum juga diperbaiki. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (19/03/2025) sore di Dukuh Sambirejo, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Ponorogo. Jenazah Saitun (70) harus diantarkan ke pemakaman Blimbing dengan cara ditarik […]

    Bagikan
  • Mayat Perempuan di Dalam Koper Gemparkan Warga Kendal Ngawi

    Mayat Perempuan di Dalam Koper Gemparkan Warga Kendal Ngawi

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Masyarakat Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi dibuat curiga temuan paket yang terbungkus rapi, di sebuah selokan dekat pembuangan sampah pada Kamis (23/1/2025) sekira pukul 09.00 WIB. Pihak kepolisian yang mendatangi lokasi pun memasang garis polisi guna olah TKP. Kepala Desa Dadapan, Andik Bangga Satria Rama menjelaskan temuan itu diketahui […]

    Bagikan
  • Ratusan Guru, Siswa dan Warga Ikuti Bimtek Kepenulisan Budaya Lokal Madiun

    Ratusan Guru, Siswa dan Warga Ikuti Bimtek Kepenulisan Budaya Lokal Madiun

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan guru dan siswa dari berbagai sekolah dan sejumlah warga umum di Kabupaten Madiun antusias mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepenulisan berbasis konten budaya lokal yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun, Rabu (18/06/2025). Kegiatan yang digelar di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan itu bertujuan meningkatkan literasi sekaligus […]

    Bagikan
  • 427 Hektar Lahan Pertanian Terendam Banjir, Petani Terpaksa Tanam Ulang

    427 Hektar Lahan Pertanian Terendam Banjir, Petani Terpaksa Tanam Ulang

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Dampak banjir beberapa waktu lalu sejumlah tanaman padi yang baru berusia 7-21 hari terancam gagal tanam. Genangan air yang masih ada mengancam kondisi tanaman padi. Data menyebut sekitar 427 hektar lahan tanaman padi terendam banjir. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi Supardi menjelaskan, dampak hujan deras di wilayah […]

    Bagikan
expand_less