Berita Terkini
Trending Tags

Manfaatkan Pekarangan, Pasutri di Magetan Sukses Budidayakan Cabai Rawit

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
  • visibility 124
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wawan Mariadi menyulap lahan kosong menjadi kebun cabai rawit menggunakan metode greenhouse (rumah tanaman), Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Di tengah upaya pemerintah mendorong program ketahanan dan swasembada pangan nasional, pasangan suami istri di Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berhasil membudidayakan tanaman cabai rawit secara mandiri. Budidaya dilakukan di lahan pekarangan rumah yang sebelumnya tak produktif.

Pasangan Wawan Mariadi dan Fitri Rahmawati awalnya prihatin melihat lingkungan sekitar yang banyak dibiarkan terbengkalai. Beberapa kebun milik warga tampak seperti lahan tidur, dipenuhi semak belukar hingga tumpukan sampah.

Berangkat dari keprihatinan itu, mereka berinisiatif mengajak warga sekitar untuk bergotong royong membersihkan dan mengolah pekarangan tidak terpakai. Lahan tersebut kemudian disulap menjadi kebun cabai rawit menggunakan metode greenhouse (rumah tanaman).

“Dulunya di sini itu lahan kosong, banyak semak dan juga jadi tempat buang sampah. Akhirnya kami ajak warga kerja bakti untuk membersihkan. Kami olah lahannya, awalnya tanam terong, lalu beralih ke cabai rawit. Lalu kami bangun green house dengan bantuan dari kas RT dan pemerintah desa,” ujar Wawan Mariadi.

Image Not Found
Fitri Rahmawati, menyiram tanaman cabai. Foto : Kusnanto – Sinergia

Menurut Wawan, metode green house terbukti mampu menekan risiko serangan hama dan penyakit tanaman seperti jamur. Cabai yang ditanam pun tumbuh lebih sehat dan produktif. Meski luas lahannya terbatas, setiap panen yang dilakukan tiga hari sekali mampu menghasilkan 2,5 hingga 3 kilogram cabai.

Dengan harga cabai rawit yang saat ini melambung tinggi, keuntungan yang didapat pun kian terasa. Di tingkat petani, harga cabai rawit bisa mencapai Rp. 50 ribu hingga Rp. 55 ribu per kilogram. Sementara di pasar, harga bisa menyentuh Rp. 60 ribu hingga Rp. 65 ribu per kilogram.

“Alhamdulillah, harganya sekarang lumayan. Selain bisa menambah penghasilan harian, hasil panen juga kami gunakan untuk kas lingkungan,” tambah Wawan.

Kisah sukses Wawan dan Fitri tak hanya berdampak secara ekonomi, tapi juga menginspirasi warga sekitar untuk mulai memanfaatkan lahan pekarangan rumah masing-masing. Di tengah melonjaknya harga pangan dan dorongan pemerintah terhadap swasembada pangan, upaya pasangan ini menjadi contoh nyata bagaimana ketahanan pangan bisa dimulai dari rumah.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polemik PAW Gus Wahid di PKB Magetan Dinilai Sarat Muatan Politik

    Polemik PAW Gus Wahid di PKB Magetan Dinilai Sarat Muatan Politik

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atas nama Nur Wahid atau Gus Wahid terus menuai sorotan publik. Selain dianggap sarat nuansa politik pasca-Pilkada 2024, keputusan itu juga dinilai berpotensi mengikis marwah ke-NU-an di dalam tubuh PKB Magetan. Pengamat politik, Muries Subiyantoro menilai langkah […]

    Bagikan
  • Hujan Deras, 12 Rumah Warga Gang Kakatua Terdampak Sungai Meluap

    Hujan Deras, 12 Rumah Warga Gang Kakatua Terdampak Sungai Meluap

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Hujan deras melanda wilayah Kota Madiun lebih dari satu jam pada Jumat sore (10/1/2025). Hal itu mengakibatkan sekitar 12 rumah di Jalan Cendrawasih Gang Kakatua dan Gang Gereja Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun terdampak luapan sungai. Ketua RT 17 RW V, Hariyadi mengatakan terdapat 12 KK yang terdampak […]

    Bagikan
  • Wujudkan Remaja Berkarakter, Pemkab Madiun Kukuhkan Bunda GenRe di 15 Kecamatan

    Wujudkan Remaja Berkarakter, Pemkab Madiun Kukuhkan Bunda GenRe di 15 Kecamatan

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Kabupaten Madiun, resmi mengukuhkan Bunda GenRe (Generasi Berencana) tingkat kecamatan. Pengukuhan tersebut sebagai upaya memperkuat pendampingan dan pembinaan remaja di seluruh wilayah. Pengukuhan ini merupakan amanah dari program nasional Kementerian BKKBN yang menekankan pentingnya peran […]

    Bagikan
  • Anggaran Pembangunan di Magetan Hanya 9,67 Persen, DPRD Kritik Keras

    Anggaran Pembangunan di Magetan Hanya 9,67 Persen, DPRD Kritik Keras

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Alokasi anggaran pembangunan atau belanja modal dalam Rancangan Perubahan APBD (P-APBD) 2025 Kabupaten Magetan kembali menuai kritik tajam. Dari delapan fraksi yang menyampaikan pandangan umum, mayoritas menyoroti porsi belanja modal yang hanya 9,67 persen dari total anggaran. DPRD menilai angka tersebut terlalu kecil untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur. Sebagai perbandingan, pada […]

    Bagikan
  • Pohon Trembesi Tumbang Tutup Jalan Kaibon–Nglandung Madiun, Akses Sempat Lumpuh 1,5 Jam

    Pohon Trembesi Tumbang Tutup Jalan Kaibon–Nglandung Madiun, Akses Sempat Lumpuh 1,5 Jam

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sebuah pohon trembesi berukuran besar tumbang dan menutup akses Jalan Raya Kaibon–Nglandung, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Senin (16-02-2026) pagi. Peristiwa ini diduga akibat hujan deras yang mengguyur wilayah setempat. Dampaknya sempat mengganggu arus lalu lintas warga. Pohon dengan diameter sekitar 1,5 meter dan tinggi kurang lebih 10 meter itu roboh melintang […]

    Bagikan
  • Remaja 13 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam dan Tertindih Motor di Parit

    Remaja 13 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam dan Tertindih Motor di Parit

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – MD, remaja berusia 13 tahun ditemukan dalam kondisi tewas tenggelam di parit dalam kondisi tertindih sepeda motor di Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, pada Jumat (23/05/2025). Warga awalnya melihat sepeda motor Honda Beat dalam kondisi ringsek tercebur ke ke parit. Saat evakuasi dilakukan, mereka dikejutkan dengan penemuan jasad remaja […]

    Bagikan
expand_less