Kamis, 29 Okt 2026
Trending Tags

Manfaatkan Pekarangan, Pasutri di Magetan Sukses Budidayakan Cabai Rawit

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
  • visibility 234
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wawan Mariadi menyulap lahan kosong menjadi kebun cabai rawit menggunakan metode greenhouse (rumah tanaman), Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Di tengah upaya pemerintah mendorong program ketahanan dan swasembada pangan nasional, pasangan suami istri di Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berhasil membudidayakan tanaman cabai rawit secara mandiri. Budidaya dilakukan di lahan pekarangan rumah yang sebelumnya tak produktif.

Pasangan Wawan Mariadi dan Fitri Rahmawati awalnya prihatin melihat lingkungan sekitar yang banyak dibiarkan terbengkalai. Beberapa kebun milik warga tampak seperti lahan tidur, dipenuhi semak belukar hingga tumpukan sampah.

Berangkat dari keprihatinan itu, mereka berinisiatif mengajak warga sekitar untuk bergotong royong membersihkan dan mengolah pekarangan tidak terpakai. Lahan tersebut kemudian disulap menjadi kebun cabai rawit menggunakan metode greenhouse (rumah tanaman).

“Dulunya di sini itu lahan kosong, banyak semak dan juga jadi tempat buang sampah. Akhirnya kami ajak warga kerja bakti untuk membersihkan. Kami olah lahannya, awalnya tanam terong, lalu beralih ke cabai rawit. Lalu kami bangun green house dengan bantuan dari kas RT dan pemerintah desa,” ujar Wawan Mariadi.

Image Not Found
Fitri Rahmawati, menyiram tanaman cabai. Foto : Kusnanto – Sinergia

Menurut Wawan, metode green house terbukti mampu menekan risiko serangan hama dan penyakit tanaman seperti jamur. Cabai yang ditanam pun tumbuh lebih sehat dan produktif. Meski luas lahannya terbatas, setiap panen yang dilakukan tiga hari sekali mampu menghasilkan 2,5 hingga 3 kilogram cabai.

Dengan harga cabai rawit yang saat ini melambung tinggi, keuntungan yang didapat pun kian terasa. Di tingkat petani, harga cabai rawit bisa mencapai Rp. 50 ribu hingga Rp. 55 ribu per kilogram. Sementara di pasar, harga bisa menyentuh Rp. 60 ribu hingga Rp. 65 ribu per kilogram.

“Alhamdulillah, harganya sekarang lumayan. Selain bisa menambah penghasilan harian, hasil panen juga kami gunakan untuk kas lingkungan,” tambah Wawan.

Kisah sukses Wawan dan Fitri tak hanya berdampak secara ekonomi, tapi juga menginspirasi warga sekitar untuk mulai memanfaatkan lahan pekarangan rumah masing-masing. Di tengah melonjaknya harga pangan dan dorongan pemerintah terhadap swasembada pangan, upaya pasangan ini menjadi contoh nyata bagaimana ketahanan pangan bisa dimulai dari rumah.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lakukan Penyelidikan, Kepolisian Ambil Sampel Menu MBG Untuk Uji Lab Forensik

    Lakukan Penyelidikan, Kepolisian Ambil Sampel Menu MBG Untuk Uji Lab Forensik

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Polisi terus mendalami kasus dugaan keracunan massal siswa sekolah dasar di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Hal itu setelah puluhan siswa mengalami gejala mual dan muntah usai menyantap menu nasi goreng dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Polres Madiun memastikan penanganan medis dan penyelidikan berjalan paralel, sembari menunggu hasil laboratorium forensik […]

    Bagikan
  • Uji Petik PDPB Bawaslu Magetan Ungkap Data Pemilih Baru dan TMS Meningkat Signifikan

    Uji Petik PDPB Bawaslu Magetan Ungkap Data Pemilih Baru dan TMS Meningkat Signifikan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya menjaga akurasi data pemilih terus dilakukan Bawaslu Kabupaten Magetan melalui rangkaian pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Data pengawasan menunjukkan hasil uji petik yang dilakukan melalui koordinasi dengan lembaga pendidikan, pemerintah desa/kelurahan, hingga aparat keamanan. Dari hasil itu, ditemukan 172 data pemilih baru dan 158 data pemilih TMS. Sementara pada […]

    Bagikan
  • 18,6 Juta Mata Bibit Tebu Bersertifikat Disalurkan ke Madiun, Jadi Modal Tingkatkan Produksi Gula Nasional

    18,6 Juta Mata Bibit Tebu Bersertifikat Disalurkan ke Madiun, Jadi Modal Tingkatkan Produksi Gula Nasional

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan 18,6 juta mata bibit tebu bersertifikat kepada petani di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pengembangan tanaman tebu di lahan seluas 310 hektare sebagai upaya meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat target swasembada gula nasional. Bibit yang disalurkan merupakan bibit unggul yang telah mengantongi sertifikasi, […]

    Bagikan
  • Wadir Antikekerasan Wartawan PWI Pusat Desak Kapolres Ngawi Usut Tuntas Kasus Intimidasi Jurnalis

    Wadir Antikekerasan Wartawan PWI Pusat Desak Kapolres Ngawi Usut Tuntas Kasus Intimidasi Jurnalis

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Wakil Direktur (Wadir) Antikekerasan Wartawan PWI Pusat, Supardi, turut prihatin dan menyampaikan kecaman keras atas tindakan pengusiran dan intimidasi terhadap sejumlah jurnalis yang tengah melakukan peliputan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bintang Mantingan, Kabupaten Ngawi. Peristiwa itu merupakan bentuk nyata penghalangan kerja jurnalistik dan pelanggaran atas hak publik untuk mendapatkan […]

    Bagikan
  • Polisi Olah TKP Kebakaran Rumah di Jalan Bali

    Polisi Olah TKP Kebakaran Rumah di Jalan Bali

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kebakaran rumah di Jalan Bali Gang 2 Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun yang terjadi pada Rabu (22/1/2025) kemarin diselidiki oleh kepolisian. Tim Inafis Polres Madiun Kota bersama Polsek Kartoharjo melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis (23/1/2025). Petugas menyisir sejumlah titik yang ditengarai sebagai titik munculnya api. Kanit Reskrim Polsek […]

    Bagikan
  • Wisatawan Asal Ponorogo Meninggal Mendadak di Telaga Sarangan

    Wisatawan Asal Ponorogo Meninggal Mendadak di Telaga Sarangan

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ketenangan lokasi wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, terusik dengan insiden mengejutkan pada Minggu (9/11/2025) siang. Seorang wisatawan asal Ponorogo, Wahyu Eko Apriliyono (34), ditemukan tak sadarkan diri di pinggir jalan kawasan tikungan selatan Hotel Kintamani. Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Plaosan, namun nyawanya tak tertolong. Peristiwa itu bermula saat Wahyu datang […]

    Bagikan
expand_less