Berita Terkini
Trending Tags

Simbol Perlawanan atau Tren Pop, Diskusi Bendera One Piece Soroti Kritik Sosial dalam Anime

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 127
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Puluhan pemuda berkumpul di sebuah kafe di Jalan Salak untuk mendalami makna cerita dalam One Piece, Foto : Tova – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Di tengah maraknya pengibaran bendera tengkorak bertopi jerami ala Jolly Roger dari anime One Piece yang ramai dijadikan simbol perlawanan, sekelompok pemuda di Madiun memilih pendekatan berbeda yakni berdiskusi.

Puluhan pemuda berkumpul di sebuah kafe di Jalan Salak, Kota Madiun, Madiun (03/08/2025), untuk mendalami makna cerita dalam One Piece, bukan sekadar ikut-ikutan tren. Mereka menggali nilai-nilai perjuangan dan kritik sosial yang terkandung dalam kisah bajak laut rekaan Eiichiro Oda itu.

“Lebih dari sekadar petualangan, One Piece bicara soal persahabatan, kebebasan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan,” ujar Husein Abdillah, salah satu narasumber diskusi.

Menurutnya, tren pengibaran bendera bajak laut seperti Jolly Roger bukan hal baru. Namun, viralnya baru terjadi belakangan ini, terutama setelah aksi tersebut dinilai sebagian pihak sebagai bentuk makar oleh pemerintah.

“Pemerintah terlalu baper. Justru ini cermin keresahan anak muda terhadap kondisi negeri dari korupsi, ketimpangan kekuasaan, hingga keadilan hukum yang timpang,” tegas Husein.

Septian Kharisma, narasumber lain menyoroti bagaimana One Piece menggambarkan dunia yang dikendalikan oleh sistem totaliter. Pemerintah dunia dalam anime itu menggunakan kekuatan elit untuk mempertahankan status quo. Bahkan dengan cara menindas kelompok lain.

“Elite dunia dalam One Piece memanipulasi sejarah dan menindas mereka yang berbeda pandangan. Realitas itu terasa familiar bagi banyak anak muda di Indonesia,” ujar Septian.

Ia menambahkan, dalam dunia One Piece, struktur sosial sangat hierarkis: dari kaum elit Tenryuubito yang hidup mewah dan semena-mena, hingga rakyat biasa dan budak yang mengalami penindasan struktural. Lapisan kelas ini diperkuat oleh aparat negara—serupa dengan kekuatan angkatan laut dalam cerita anime tersebut—yang berfungsi sebagai alat kekuasaan.

“Ini bukan soal suka anime, tapi bagaimana cerita fiksi justru memantulkan wajah nyata dunia kita. One Piece jadi semacam cermin sosial,” kata Husein yang juga mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu kampus di Madiun.

Ia bahkan membandingkan One Piece dengan anime lain seperti Naruto. Jika dulu masyarakat Indonesia merasa dekat dengan cerita Naruto yang sederhana dan penuh harapan, kini, menurut Husein, masyarakat melihat dirinya lebih mirip dunia One Piece—penuh intrik, ketimpangan, dan perjuangan yang kompleks.

“Kalau dulu Indonesia digambarkan seperti anime Naruto, sekarang narasinya lebih cocok One Piece. Ribet, penuh tipu daya, dan banyak pihak yang tertindas,” ujarnya.

Tren simbol anime menjadi bentuk ekspresi sosial ini mengindikasikan satu hal: generasi muda tak lagi diam. Mereka menggunakan media populer sebagai ruang perlawanan dan artikulasi kritik. Entah lewat bendera, meme, atau diskusi, suara-suara ini tak bisa diabaikan begitu saja.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Kare Tumplek Blek Peringati Harkitnas Jalan Kaki Sepanjang 3 Km

    Warga Kare Tumplek Blek Peringati Harkitnas Jalan Kaki Sepanjang 3 Km

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ribuan warga lereng gunung wilis tumplek blek di halaman Kantor Kecamatan Kare Kabupaten Madiun. Suasana kebersamaan mewarnai kegiatan jalan sehat dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang digelar di Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, pada Minggu (26/05/2025). Bupati Madiun Hari Wuryanto memberangkatkan peserta jalan sehat yang diprakarsai oleh Lembaga Pemberdayaan […]

    Bagikan
  • Dinkes Madiun Temukan 16 Suspek Campak, Sampel Darah Dikirim ke Surabaya

    Dinkes Madiun Temukan 16 Suspek Campak, Sampel Darah Dikirim ke Surabaya

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mencatat adanya 16 kasus suspek Campak pada anak sejak Januari hingga pertengahan Maret 2026. Meski begitu, hingga kini belum ditemukan kasus campak yang terkonfirmasi positif di wilayah Kabupaten Madiun. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujiyanto, mengatakan laporan suspek campak […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Bersama DJKA Cek Kesiapan Sarana Prasarana Jelang Angkutan Lebaran 2026

    KAI Daop 7 Madiun Bersama DJKA Cek Kesiapan Sarana Prasarana Jelang Angkutan Lebaran 2026

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melakukan inspeksi keselamatan atau ramp check serta pemantauan Standar Pelayanan Minimum (SPM) pada Rabu (11/2/2026). Inspeksi dilakukan oleh tim DJKA melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya bersama jajaran […]

    Bagikan
  • Perumdam Tirta Dharma Purabaya Kembangkan Digitalisasi dan Produk Air Minum Yoiki

    Perumdam Tirta Dharma Purabaya Kembangkan Digitalisasi dan Produk Air Minum Yoiki

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun terus berbenah dengan menghadirkan berbagai inovasi, mulai dari digitalisasi layanan hingga memperluas pemasaran produk air minum dalam kemasan (AMDK) merek Yoiki. Direktur Utama Perumdam Tirta Dharma Purabaya, Irmansyah Novianto, mengatakan sejumlah program strategis akan dijalankan secara masif untuk memperkuat […]

    Bagikan
  • Dugaan Penyebab Kematian Bayi X, Lahir Tanpa Bantuan Medis

    Dugaan Penyebab Kematian Bayi X, Lahir Tanpa Bantuan Medis

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tim Inafis Polres Madiun bersama Tim Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Kediri melaksanakan Identifikasi jenazah Bayi X di Ruangan Jenazah RSUD dr Soedono Kota Madiun Jumat ( 10/1/2025) Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara melaksanakan autopsi terhadap penemuan mayat bayi jenis kelamin laki-laki tanpa indentitas di wilayah Sungai Sono Desa Tiron Kecamatan/Kabupaten Madiun […]

    Bagikan
  • TPID Kota Madiun Pantau Bapokting, Cabai Aman Minyak Goreng Curah Naik

    TPID Kota Madiun Pantau Bapokting, Cabai Aman Minyak Goreng Curah Naik

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun memastikan harga cabai di wilayahnya masih terkendali. Hingga akhir April, harga cabai merah dan cabai keriting berada di kisaran Rp 55 ribu per kilogram, atau masih di bawah harga eceran tertinggi (HET). Kabag Perekonomian dan Kesra Setda Kota Madiun, Danang Novianto, mengatakan kondisi […]

    Bagikan
expand_less