Berita Terkini
Trending Tags

Simbol Perlawanan atau Tren Pop, Diskusi Bendera One Piece Soroti Kritik Sosial dalam Anime

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 31
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Puluhan pemuda berkumpul di sebuah kafe di Jalan Salak untuk mendalami makna cerita dalam One Piece, Foto : Tova – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Di tengah maraknya pengibaran bendera tengkorak bertopi jerami ala Jolly Roger dari anime One Piece yang ramai dijadikan simbol perlawanan, sekelompok pemuda di Madiun memilih pendekatan berbeda yakni berdiskusi.

Puluhan pemuda berkumpul di sebuah kafe di Jalan Salak, Kota Madiun, Madiun (03/08/2025), untuk mendalami makna cerita dalam One Piece, bukan sekadar ikut-ikutan tren. Mereka menggali nilai-nilai perjuangan dan kritik sosial yang terkandung dalam kisah bajak laut rekaan Eiichiro Oda itu.

“Lebih dari sekadar petualangan, One Piece bicara soal persahabatan, kebebasan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan,” ujar Husein Abdillah, salah satu narasumber diskusi.

Menurutnya, tren pengibaran bendera bajak laut seperti Jolly Roger bukan hal baru. Namun, viralnya baru terjadi belakangan ini, terutama setelah aksi tersebut dinilai sebagian pihak sebagai bentuk makar oleh pemerintah.

“Pemerintah terlalu baper. Justru ini cermin keresahan anak muda terhadap kondisi negeri dari korupsi, ketimpangan kekuasaan, hingga keadilan hukum yang timpang,” tegas Husein.

Septian Kharisma, narasumber lain menyoroti bagaimana One Piece menggambarkan dunia yang dikendalikan oleh sistem totaliter. Pemerintah dunia dalam anime itu menggunakan kekuatan elit untuk mempertahankan status quo. Bahkan dengan cara menindas kelompok lain.

“Elite dunia dalam One Piece memanipulasi sejarah dan menindas mereka yang berbeda pandangan. Realitas itu terasa familiar bagi banyak anak muda di Indonesia,” ujar Septian.

Ia menambahkan, dalam dunia One Piece, struktur sosial sangat hierarkis: dari kaum elit Tenryuubito yang hidup mewah dan semena-mena, hingga rakyat biasa dan budak yang mengalami penindasan struktural. Lapisan kelas ini diperkuat oleh aparat negara—serupa dengan kekuatan angkatan laut dalam cerita anime tersebut—yang berfungsi sebagai alat kekuasaan.

“Ini bukan soal suka anime, tapi bagaimana cerita fiksi justru memantulkan wajah nyata dunia kita. One Piece jadi semacam cermin sosial,” kata Husein yang juga mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu kampus di Madiun.

Ia bahkan membandingkan One Piece dengan anime lain seperti Naruto. Jika dulu masyarakat Indonesia merasa dekat dengan cerita Naruto yang sederhana dan penuh harapan, kini, menurut Husein, masyarakat melihat dirinya lebih mirip dunia One Piece—penuh intrik, ketimpangan, dan perjuangan yang kompleks.

“Kalau dulu Indonesia digambarkan seperti anime Naruto, sekarang narasinya lebih cocok One Piece. Ribet, penuh tipu daya, dan banyak pihak yang tertindas,” ujarnya.

Tren simbol anime menjadi bentuk ekspresi sosial ini mengindikasikan satu hal: generasi muda tak lagi diam. Mereka menggunakan media populer sebagai ruang perlawanan dan artikulasi kritik. Entah lewat bendera, meme, atau diskusi, suara-suara ini tak bisa diabaikan begitu saja.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • 20 Saksi Dihadirkan dalam Sidang Perkara Dugaan Korupsi Dana BOS SMK PGRI 2 Ponorogo

    20 Saksi Dihadirkan dalam Sidang Perkara Dugaan Korupsi Dana BOS SMK PGRI 2 Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sidang kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK PGRI 2 Ponorogo terus bergulir di Pengadilan Tipikor Surabaya. Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo, Agung Riyadi, menyatakan majelis telah menghadirkan 20 saksi untuk memberikan keterangan. “Sejauh ini sudah ada 20 saksi yang kami hadirkan di persidangan. Tahapan pemeriksaan saksi […]

    Bagikan
  • Tambang di Magetan, Izin Dari Provinsi Jateng, Operasi di Jatim

    Tambang di Magetan, Izin Dari Provinsi Jateng, Operasi di Jatim

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Aktivitas Tambang Parang Magetan Tuai Protes Warga Sinergia | Kab. Magetan – Aktivitas tambang seluas lebih dari 10 hektar di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, mendadak menjadi sorotan. Pasalnya, kegiatan pertambangan yang dijalankan oleh CV Putra Anugerah tersebut diduga belum mengantongi izin resmi dari Provinsi Jawa Timur, meski telah beroperasi di wilayah Magetan. Kondisi […]

    Bagikan
  • Bhabinkamtibmas Polsek Ngebel Dorong Ketahanan Pangan melalui Pertanian Padi

    Bhabinkamtibmas Polsek Ngebel Dorong Ketahanan Pangan melalui Pertanian Padi

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo | Dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Bripka Purbayu Satriawan, S.H., melakukan pengecekan lokasi pertanian padi di Dusun Krajan, Desa Talun. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan motivasi kepada petani setempat. Bripka Purbayu mengunjungi lahan milik Bapak Sugito seluas 1.200 m² yang produktif ditanami padi. […]

    Bagikan
  • BPBD Magetan Petakan Titik Rawan Bencana, Fokus Pengawasan di Wilayah Dataran Tinggi

    BPBD Magetan Petakan Titik Rawan Bencana, Fokus Pengawasan di Wilayah Dataran Tinggi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya intensitas hujan. Pemantauan difokuskan pada kawasan dataran tinggi yang memiliki potensi longsor lebih besar. Plt Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Cahaya Wijaya, menjelaskan bahwa wilayah rawan bencana kini terbagi menjadi dua zona besar, yaitu daerah bawah dengan risiko banjir, […]

    Bagikan
  • Modus Warung Kopi, Belasan PSK Diamankan Satpol PP Madiun, Petugas Temukan Alat Kontrasepsi

    Modus Warung Kopi, Belasan PSK Diamankan Satpol PP Madiun, Petugas Temukan Alat Kontrasepsi

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun menggelar razia penegakan peraturan daerah di sejumlah titik pada Senin (22/09/2025). Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan belasan pekerja seks komersial (PSK) serta menyita minuman beralkohol dari beberapa warung dan tempat kos. Kepala Bidang Penegakan Peraturan dan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
  • Banyak Kendaraan Tak Kuat di Tanjakan Sarangan, Tim Drogba Polres Magetan Sigap Lakukan Penyelamatan

    Banyak Kendaraan Tak Kuat di Tanjakan Sarangan, Tim Drogba Polres Magetan Sigap Lakukan Penyelamatan

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Arus wisatawan yang memadati kawasan Telaga Sarangan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membuat jalur menanjak kembali menjadi titik rawan. Tidak sedikit kendaraan pribadi, roda empat maupun dua, yang tiba-tiba kehilangan tenaga di tengah tanjakan dan memicu kepanikan pengemudi dan penumpang. Di momen-momen genting itulah, personel Tim Drogba (Dorong […]

    Bagikan
expand_less