Berita Terkini
Trending Tags

Simbol Perlawanan atau Tren Pop, Diskusi Bendera One Piece Soroti Kritik Sosial dalam Anime

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 198
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Puluhan pemuda berkumpul di sebuah kafe di Jalan Salak untuk mendalami makna cerita dalam One Piece, Foto : Tova – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Di tengah maraknya pengibaran bendera tengkorak bertopi jerami ala Jolly Roger dari anime One Piece yang ramai dijadikan simbol perlawanan, sekelompok pemuda di Madiun memilih pendekatan berbeda yakni berdiskusi.

Puluhan pemuda berkumpul di sebuah kafe di Jalan Salak, Kota Madiun, Madiun (03/08/2025), untuk mendalami makna cerita dalam One Piece, bukan sekadar ikut-ikutan tren. Mereka menggali nilai-nilai perjuangan dan kritik sosial yang terkandung dalam kisah bajak laut rekaan Eiichiro Oda itu.

“Lebih dari sekadar petualangan, One Piece bicara soal persahabatan, kebebasan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan,” ujar Husein Abdillah, salah satu narasumber diskusi.

Menurutnya, tren pengibaran bendera bajak laut seperti Jolly Roger bukan hal baru. Namun, viralnya baru terjadi belakangan ini, terutama setelah aksi tersebut dinilai sebagian pihak sebagai bentuk makar oleh pemerintah.

“Pemerintah terlalu baper. Justru ini cermin keresahan anak muda terhadap kondisi negeri dari korupsi, ketimpangan kekuasaan, hingga keadilan hukum yang timpang,” tegas Husein.

Septian Kharisma, narasumber lain menyoroti bagaimana One Piece menggambarkan dunia yang dikendalikan oleh sistem totaliter. Pemerintah dunia dalam anime itu menggunakan kekuatan elit untuk mempertahankan status quo. Bahkan dengan cara menindas kelompok lain.

“Elite dunia dalam One Piece memanipulasi sejarah dan menindas mereka yang berbeda pandangan. Realitas itu terasa familiar bagi banyak anak muda di Indonesia,” ujar Septian.

Ia menambahkan, dalam dunia One Piece, struktur sosial sangat hierarkis: dari kaum elit Tenryuubito yang hidup mewah dan semena-mena, hingga rakyat biasa dan budak yang mengalami penindasan struktural. Lapisan kelas ini diperkuat oleh aparat negara—serupa dengan kekuatan angkatan laut dalam cerita anime tersebut—yang berfungsi sebagai alat kekuasaan.

“Ini bukan soal suka anime, tapi bagaimana cerita fiksi justru memantulkan wajah nyata dunia kita. One Piece jadi semacam cermin sosial,” kata Husein yang juga mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu kampus di Madiun.

Ia bahkan membandingkan One Piece dengan anime lain seperti Naruto. Jika dulu masyarakat Indonesia merasa dekat dengan cerita Naruto yang sederhana dan penuh harapan, kini, menurut Husein, masyarakat melihat dirinya lebih mirip dunia One Piece—penuh intrik, ketimpangan, dan perjuangan yang kompleks.

“Kalau dulu Indonesia digambarkan seperti anime Naruto, sekarang narasinya lebih cocok One Piece. Ribet, penuh tipu daya, dan banyak pihak yang tertindas,” ujarnya.

Tren simbol anime menjadi bentuk ekspresi sosial ini mengindikasikan satu hal: generasi muda tak lagi diam. Mereka menggunakan media populer sebagai ruang perlawanan dan artikulasi kritik. Entah lewat bendera, meme, atau diskusi, suara-suara ini tak bisa diabaikan begitu saja.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Bawang Merah di Pasar Legi Naik Dua Kali Lipat

    Harga Bawang Merah di Pasar Legi Naik Dua Kali Lipat

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Harga bawang merah di Pasar Legi, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, melonjak tajam dalam sepekan terakhir. Kenaikannya bahkan mencapai dua kali lipat dari harga normal. Saat ini, harga bawang merah di pasar tradisional terbesar di Ponorogo tersebut berada di kisaran Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya harga normal berkisar antara Rp25.000 […]

    Bagikan
  • Kebijakan Impor Bebas Gula Dikhawatirkan Rugikan Petani, APTRI Angkat Suara

    Kebijakan Impor Bebas Gula Dikhawatirkan Rugikan Petani, APTRI Angkat Suara

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia| Kota Madiun – Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menghapus kuota impor untuk komoditas vital seperti gula mulai menimbulkan gejolak. Suara keberatan datang dari kalangan petani, khususnya yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI). Dalam sebuah pertemuan di Pabrik Gula Rejo Agung Baru, Kamis (17/4/2025), APTRI menyampaikan kecemasan mendalam. […]

    Bagikan
  • Lepas Anggota Baru, Danrem 081/DSJ : Rangkul Semua Elemen Masyarakat!

    Lepas Anggota Baru, Danrem 081/DSJ : Rangkul Semua Elemen Masyarakat!

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto melepas anggota baru untuk masuk ke berbagai satuan di jajarannya, bertempat di Aula Jenderal Sudirman Makorem, Jl. Pahlawan No. 50 Kota Madiun, Rabu (19/03/2025). Mayoritas mereka akan menjabat sebagai Babinsa. Danrem pun memerintahkan agar segera dapat menyesuaikan dengan tugas barunya. “Banyak sekali nanti kamu […]

    Bagikan
  • Ini Arahan Kepala BKN terkait Peran Strategis ASN di Lingkup Pemkot Madiun

    Ini Arahan Kepala BKN terkait Peran Strategis ASN di Lingkup Pemkot Madiun

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar kegiatan sosialisasi manajemen talenta bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlangsung di Ballroom Sun Hotel, Rabu (14/05/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, yang juga bertindak sebagai narasumber utama. Wali Kota Madiun dan Wakil WaliKota Madiun turut hadir dalam […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Beruntun di Takeran Magetan, Pemuda 22 Tahun Tewas

    Kecelakaan Beruntun di Takeran Magetan, Pemuda 22 Tahun Tewas

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 988
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang merenggut korban jiwa terjadi di depan lapangan Desa Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Selasa pagi (12/5/2026). Ilham M. Budiarto (22), warga Desa Bogem, Kecamatan Kawedanan, meninggal dunia di tempat kejadian setelah terlibat tabrakan antara mobil boks dan dua sepeda motor. Peristiwa nahas tersebut bermula saat korban […]

    Bagikan
  • Optimalisasi Lahan Terbatas, DKPP Kota Madiun Dorong Pertanian Terpadu

    Optimalisasi Lahan Terbatas, DKPP Kota Madiun Dorong Pertanian Terpadu

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun terus berinovasi dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah meski dengan keterbatasan lahan. Melalui konsep integrated farming atau pertanian terpadu, DKPP berupaya memaksimalkan pemanfaatan lahan yang ada agar tetap produktif. Kepala DKPP Kota Madiun, Totok Sugiarto, menjelaskan bahwa wilayah Kota Madiun tergolong kecil dengan […]

    Bagikan
expand_less