
Foto : Tova/Sinergia
Sinergia | Madiun — Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun melakukan pengecekan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Assalam di Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Selasa (30/12/2025). Langkah ini menyusul adanya aduan dari wali murid terkait paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) berupa roti berjamur yang diterima peserta didik PAUD.
Tim Dinkes memantau lokasi penyimpanan bahan makanan serta meminta keterangan dari tim gizi SPPG Assalam. Setelah itu, petugas juga mendatangi salah satu UMKM pemasok roti kemasan di Desa Slambur, Kabupaten Madiun.
Namun, pihak Dinas Kesehatan enggan memberikan keterangan kepada awak media usai kegiatan pemeriksaan tersebut.
Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Assalam Purworejo, Rizka Nabela, mengatakan kunjungan Dinkes hanya sebatas klarifikasi atas kejadian yang dilaporkan.
“Tim Dinkes ke sini hanya konfirmasi terkait kejadian kemarin. Menanyakan bagaimana proses penerimaan bahan, apakah saat diterima sudah ada jamur atau tidak,” kata Rizka.

Ia menegaskan, bahan makanan yang diterima SPPG awalnya dalam kondisi baik. Setelah laporan muncul, pihak SPPG langsung berkoordinasi dengan sekolah agar makanan tersebut tidak dikonsumsi.
“Kepala SPPG hari ini juga sudah ke sekolah untuk menanyakan mekanisme penggantian MBG. Makanan kemarin akan diganti baru,” ujarnya.
Menurut Rizka, produk makanan tersebut berasal dari UMKM di wilayah Slambur dan Balerejo, Kabupaten Madiun, berupa kue kering. Untuk penggantian, SPPG akan menyiapkan menu berbeda meski tetap melibatkan pelaku UMKM.
“Ke depan quality control akan kami perketat, dicek dan dikroscek ulang apakah bahan yang diterima sudah sesuai standar atau belum,” tambahnya.
Di sisi lain, wali murid penerima paket MBG, Abdul Jalil, mengungkapkan kronologi kejadian. Ia mengatakan paket MBG diambil di sekolah pada hari Senin (29/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB untuk konsumsi satu pekan.
“Di dalam paket ada buah, keripik, susu, dan empat jenis kue. Setelah saya cek, semua kuenya berjamur,” ujarnya.
Ia mengaku satu jenis kue sempat dikonsumsi anaknya sebelum sempat diperiksa. Menurutnya, kondisi terparah terdapat pada bolu kukus dan roti pisang.
“Harapan saya ini jadi evaluasi serius. Quality control SPPG menurut saya tidak profesional. Ini soal kesehatan anak, apalagi yang menerima anak PAUD dan balita. Tidak seharusnya makanan berjamur dibagikan,” tegas Abdul Jalil.(Tov/Krs).