
Sinergia | Ngawi – Hujan deras disertai angin kencang melanda sebagian wilayah Kabupaten Ngawi pada Kamis (02/10/2025) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Dampaknya cukup luas, mulai dari rumah warga rusak, fasilitas umum terdampak, hingga pohon tumbang yang menutup akses jalan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi, kerusakan paling banyak terjadi di Kecamatan Mantingan dan Karanganyar. Di Mantingan, sebuah garasi milik warga Dusun Tambak, Desa Jatimulyo, ambruk setelah dihantam angin. Bangunan itu diketahui milik Ali Kasim dengan taksiran kerugian sekitar Rp5 juta.
Tak jauh dari lokasi tersebut, rumah milik Arif Yuwono juga mengalami kerusakan sedang. Atap dan genteng rumahnya rusak, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Sementara itu, di Desa Sekarjati, Kecamatan Karanganyar, sekitar 100 rumah warga dilaporkan mengalami rusak ringan akibat genteng beterbangan. Fasilitas umum juga terdampak. Sebuah pohon beringin tumbang menimpa area parkir, sedangkan pohon waru roboh dan mengenai ruang kelas SMPN 1 Karanganyar.
Selain itu, jalur utama Ngawi–Solo sempat terhambat karena pohon tumbang menutup bahu jalan di Desa Mantingan. Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo, menjelaskan bahwa tim gabungan segera diterjunkan untuk menangani situasi pasca-bencana.
“Tim kami langsung melakukan penanganan di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar jalan dan fasilitas umum kembali bisa digunakan masyarakat,” jelasnya.
Langkah cepat dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Ngawi bersama Damkar serta relawan kebencanaan. Mereka melakukan asesmen sekaligus pembersihan di lokasi terdampak. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana angin kencang ini menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Kusnanto – Sinergia