Antisipasi Banjir Musim Hujan, Pemkab Magetan Kucurkan Anggaran Rp3,8 Miliar
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 37
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran Rp3,8 miliar untuk mengurangi risiko banjir saat musim hujan. Dana tersebut digunakan untuk membenahi saluran air, membangun sudetan sungai, memperkuat konstruksi pengairan, hingga memasang bronjong di sejumlah titik rawan banjir dan longsor.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan, Muhtar Wahid, menjelaskan anggaran penanganan tersebut bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp2,5 miliar dan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) 2026 sebesar Rp1,3 miliar.
“Total dari BTT gabungan Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) ada Rp2,5 miliar. Itu untuk menangani beberapa lokasi yang terdampak banjir sebelumnya sekaligus mengantisipasi banjir susulan,” ujarnya.
Salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah pembangunan dua sodetan di Desa Terung, Kecamatan Panekan, dan kawasan Kebun Buah Srogo, Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan. Kedua lokasi tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya terdampak banjir kiriman.
Sudetan itu dirancang untuk mengalihkan aliran air menuju Sungai Sadon sehingga luapan air dapat dikendalikan dan potensi kerusakan di kawasan terdampak bisa ditekan.
Selain membangun sodetan, DPUPR Magetan memperlebar saluran air di belakang Kantor Samsat Magetan. Saluran yang semula memiliki lebar sekitar dua meter kini diperlebar menjadi lima meter, disertai penguatan konstruksi untuk meningkatkan kapasitas aliran air.
“Yang di belakang Samsat, saluran yang lebarnya dua meter itu sudah kita lebarkan menjadi lima meter. Lokasi-lokasi kecil yang mengalami kerusakan akibat banjir kemarin juga sudah kita tangani,” jelas Muhtar.
Penanganan juga dilakukan di Jalan Tripandita, Dusun Kebonagung, Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan. Di lokasi tersebut, saluran air ditinggikan untuk mengurangi risiko luapan yang dapat menggenangi pemukiman dan lahan persawahan warga ketika hujan deras.
Sementara itu, anggaran Perubahan APBD 2026 sebesar Rp1,3 miliar difokuskan untuk penanganan banjir di Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo. Kawasan tersebut sebelumnya terdampak banjir kiriman sehingga kapasitas saluran air menjadi salah satu aspek yang diperbaiki.
Pekerjaan dilakukan dengan memperlebar saluran hingga kawasan depan SMP Negeri Ngariboyo. Saluran yang sebelumnya berupa tanah akan dibangun menggunakan pasangan cor beton agar aliran air lebih terkendali dan daya tampungnya meningkat.
Di sisi lain, upaya mengurangi risiko longsor dan erosi juga dilakukan melalui pemasangan bronjong di sejumlah titik, antara lain wilayah Desa Selotinatah, Kecamatan Ngariboyo, serta ruas jalan Ngariboyo–Parang. Struktur bronjong digunakan untuk membantu menahan tanah dari gerusan aliran air, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Pekerjaannya menggunakan anggaran P-APBD untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan. Untuk longsor, sementara kita tangani dengan membersihkan material dan menstabilkan tanah. Di beberapa lokasi juga sudah kita pasang bronjong untuk mengantisipasi longsor,” kata Muhtar. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Krz/Diez





