Plt Wali Kota Madiun Cek Pompa Air hingga Penataan Jalan Barito, Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Pengembangan Wisata
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 53
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, melakukan inspeksi lapangan guna memastikan kesiapan infrastruktur menghadapi potensi cuaca hidrometeorologi yang masih berlangsung, Kamis (23/4/2026). Pengecekan bersama Sekda Kota Madiun ini dilakukan mulai dari fasilitas pompa air hingga penataan kawasan perkotaan.
Bagus menyebut bahwa langkah ini merupakan upaya antisipatif Pemerintah Kota Madiun dalam menghadapi potensi genangan maupun banjir akibat curah hujan tinggi. Salah satu fokus utama adalah pengecekan fasilitas pompa air di kawasan Pompa Pandan.
“Dari empat mesin pompa yang ada, dua dalam kondisi sangat baik. Sementara dua lainnya mengalami kendala pada aki dan langsung kami tindak lanjuti untuk perbaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, kesiapan peralatan menjadi kunci agar petugas dapat merespons cepat apabila terjadi peningkatan debit air. Pompa tersebut nantinya akan difungsikan untuk mengalirkan air ke Bengawan Madiun guna mencegah genangan di wilayah kota.
“Ini juga untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi yang saat ini terus kita pantau. Apalagi kondisi saat ini tengah peralihan musim atau pancaroba. Itu perlu kita waspadai bersama,” jelas Bagus.
Selain itu, Bagus juga meninjau kondisi lingkungan di Jalan Barito. Ia menyoroti keberadaan pohon Ketapang Kencana yang dinilai terlalu rimbun dan berpotensi membahayakan, sekaligus mengganggu estetika kawasan.

“Daunnya mudah rontok, membuat trotoar terlihat kotor dan kurang terawat. Apalagi kawasan ini akan dikembangkan menjadi Kampung Pecinan sebagai destinasi wisata,” jelasnya.
Rencana penataan Jalan Barito ke depan akan difokuskan pada perbaikan trotoar dan penataan lingkungan guna mendukung pengembangan wisata kuliner. Kawasan tersebut diharapkan menjadi salah satu pusat rujukan kuliner khas di Kota Madiun. Pemangkasan pohon-pohon tinggi juga dilakukan guna mengantisipasi pohon roboh saat cuaca ekstrem.
“Karena sudah tinggi begitu terus tadi kelihatan rimbun dan membahayakan, selain fokus ke kebersihan, terus sudah terlalu lama begitu ya kita potong begitu,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Plt Wali Kota juga memantau penataan kawasan Taman Hijau Demangan (THD). Ia memastikan proses pembersihan lapak lama telah selesai dilakukan oleh para pedagang melalui kerja bakti, dan saat ini tinggal tahap pengangkutan sisa material.
Selanjutnya, kawasan tersebut akan memasuki tahap pemeliharaan oleh dinas terkait sebelum ditempati kembali dengan konsep lapak baru yang lebih tertata. “Lapak yang sebelumnya terlihat kumuh kini sudah dibersihkan. Ke depan akan kita tata lebih rapi agar terlihat bersih dan nyaman,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Madiun menargetkan upaya penataan ini tidak hanya meningkatkan kesiapan menghadapi cuaca ekstrem, tetapi juga memperkuat daya tarik kota melalui pengembangan kawasan wisata dan penataan lingkungan yang berkelanjutan. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





