
Sinergia | Ponorogo – Sebuah rumah bergaya joglo milik Agus Santoso di Desa Kutu Wetan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, rusak parah pada bagian atapnya setelah diterjang angin kencang disertai sambaran petir. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (28/10) sore, bersamaan dengan hujan ringan yang melanda wilayah tersebut.
Genteng rumah Agus berhamburan akibat terjangan angin dan getaran sambaran petir. Meski hujan hanya berintensitas ringan, angin kencang dan petir yang menyertainya menyebabkan kerusakan signifikan. Rumah joglo tersebut memang menjulang lebih tinggi dibandingkan bangunan di sekitarnya, sehingga lebih rentan terhadap cuaca ekstrem.
“Saya sedang duduk di depan rumah saat tiba-tiba terdengar suara petir yang sangat keras. Genteng langsung berjatuhan. Saya segera masuk untuk memeriksa, dan ternyata atap sudah berantakan dengan serpihan genteng berserakan di dalam rumah,” ujar Agus Santoso kepada wartawan.
Agus menjelaskan bahwa petir tidak menyambar rumahnya secara langsung, melainkan menghantam area di depan rumah. Namun, getaran yang ditimbulkan cukup kuat hingga merusak struktur atap.
“Petir memang tidak mengenai rumah saya langsung, tapi efek getarannya sangat kuat,” tambahnya.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo bersama perangkat desa segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan dan membantu pembersihan material bangunan yang berserakan.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materiil dialami oleh pemilik rumah. Warga setempat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah Ponorogo dalam beberapa hari mendatang.
Ega Patria – Sinergia