Berita Terkini
Trending Tags

Suasana Perayaan Galungan dan Piodalan di Pura Sanggha Bhuwana Lanud Iswahjudi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
  • visibility 189
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Suasana upacara Hari Raya Galungan di Pura Sanggha Bhuwana, Maospati. Foto: Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Umat Hindu dari wilayah Karesidenan Madiun yang meliputi Kabupaten Magetan, Kota/Kabupaten Madiun, Ngawi, hingga Ponorogo, berkumpul di Pura Sanggha Bhuwana, Lanud Iswahjudi, Maospati pada Rabu (19/11/2025). Mereka melaksanakan rangkaian upacara Hari Raya Galungan yang tahun ini bertepatan dengan Rebo Kliwon Wuku Dungulan.

Perayaan Galungan di pura tersebut berlangsung istimewa karena sekaligus dirangkaikan dengan Piodalan atau hari ulang tahun pura. Rangkaian ritual pun berlangsung lebih besar dan meriah.

Sejak pagi, umat telah memadati area pura untuk melakukan rangkaian persembahyangan Galungan. Selain itu, juga melaksanakan mecaru, ritual penyucian alam dan lingkungan sekitar pura.

Kemudian dilanjutkan dengan mebejian atau melasti ke beji, yaitu prosesi membawa senjata-senjata pusaka milik pura serta sesaji menuju sumber mata air yang berada di lingkungan pura.

Prosesi dilanjutkan dengan ngider atau mengitari bangunan utama pura, Utama Mandala, sebanyak tiga kali sebelum senjata pusaka dikembalikan ke tempat semula untuk melanjutkan ritual persembahyangan berikutnya.

Sebelum memasuki acara inti, sekelompok ibu-ibu menampilkan tari Rejang Renteng, tari sakral khas Bali yang melambangkan kesucian dan rasa bhakti. Gerakan lembut para penari menambah suasana teduh dan khidmat, sekaligus menghibur umat yang sejak awal antusias mengikuti seluruh rangkaian upacara.

Jro Mangku Tjening Sutarna, Jro Mangku Pura Sanggha Bhuwana, menjelaskan bahwa Hari Raya Galungan memiliki makna yang sangat dalam bagi umat Hindu.

“Hari Galungan adalah hari kemenangan Dharma melawan Adharma. Dharma merupakan tuntunan dan jalan kebenaran, sementara adharma adalah segala bentuk pelanggaran atau hal-hal negatif dalam kehidupan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa perayaan di Pura Sanggha Bhuwana selalu berlangsung lebih besar karena Galungan sekaligus dirangkaikan dengan Otonan Pura atau Piodalan.

“Di sini setiap Hari Raya Galungan kami merayakan ulang tahun pura sekaligus persembahyangan Galungan, sehingga upacaranya lebih lengkap dan penuh rangkaian sakral,” ujarnya.

Rangkaian upacara ditutup dengan sembahyang bersama seluruh umat sebagai puncak perayaan Hari Suci Galungan dan Piodalan. Suasana damai dan kebersamaan mewarnai seluruh prosesi, mencerminkan makna Galungan sebagai momentum memperteguh keyakinan akan kemenangan kebaikan dalam kehidupan. (Kus/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madiun Serahkan Sapi Jumbo Untuk Kurban, Ajak ASN Berdayakan Peternak Lokal

    Bupati Madiun Serahkan Sapi Jumbo Untuk Kurban, Ajak ASN Berdayakan Peternak Lokal

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto menyerahkan hewan kurban berupa sapi jenis Limousin seberat 850 kilogram kepada Panitia Hari Raya Idul Adha Masjid Quba, Kecamatan Mejayan, Caruban, Kabupaten Madiun, Rabu (27/5/2026). Penyerahan sapi jumbo untuk kurban dilakukan usai Salat Idul Adha yang juga dihadiri Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi dan Sekretaris Daerah Kabupaten […]

    Bagikan
  • DPRD Madiun Tolak WFH dalam SE Hemat Energi, Usul ASN Wajib Bersepeda hingga Jalan Kaki

    DPRD Madiun Tolak WFH dalam SE Hemat Energi, Usul ASN Wajib Bersepeda hingga Jalan Kaki

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ketua DPRD Kabupaten Madiun memberikan tanggapan tegas terkait rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun yang akan menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang gerakan hemat energi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (6/4/2026). Dalam pernyataannya, Ketua DPRD Fery mendorong agar Bupati Madiun segera merealisasikan SE tersebut. Namun, ia menekankan bahwa kebijakan hemat energi tidak […]

    Bagikan
  • Wacana Pemkot Madiun Revitalisasi Bekas Pasar Bunga Akan Disulap Jadi Ruang Publik

    Wacana Pemkot Madiun Revitalisasi Bekas Pasar Bunga Akan Disulap Jadi Ruang Publik

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Kawasan di belakang GOR Wilis Kota Madiun yang selama ini terkesan terbengkalai bakal mendapat sentuhan baru. Pemerintah Kota Madiun berencana merevitalisasi area yang dahulu dikenal sebagai bekas pasar bunga tersebut menjadi ruang publik yang lebih tertata dan ramah bagi masyarakat. Rencana penataan itu mulai disiapkan setelah Pelaksana Tugas (Plt) Wali […]

    Bagikan
  • Disnaker Tegaskan THR Pekerja Wajib Dibayar Penuh Paling Lambat 7 Hari Sebelum Lebaran

    Disnaker Tegaskan THR Pekerja Wajib Dibayar Penuh Paling Lambat 7 Hari Sebelum Lebaran

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 568
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah memastikan pekerja swasta di Kota Madiun akan menerima tunjangan hari raya (THR) menjelang Hari Raya Idul Fitri. Perusahaan diwajibkan membayarkan THR secara penuh paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran dan tidak diperbolehkan mencicil pembayaran. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disnaker-KUM) Kota Madiun, Ahsan Sri Hasto, menegaskan […]

    Bagikan
  • Kemarau Basah Ancam Petani Tembakau, Masa Tanam Mundur Hingga Juli

    Kemarau Basah Ancam Petani Tembakau, Masa Tanam Mundur Hingga Juli

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Musim kemarau tahun ini tak sepenuhnya membawa angin segar bagi petani tembakau di Kabupaten Madiun. Fenomena cuaca tak lazim yang dikenal sebagai kemarau basah menjadi kekhawatiran tersendiri. Hal itu mengingat curah hujan masih terpantau tinggi di tengah musim yang semestinya kering. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi ini […]

    Bagikan
  • Jamasan Wayang dan Gamelan di Magetan, Wujud Penghormatan terhadap Warisan Seni Leluhur

    Jamasan Wayang dan Gamelan di Magetan, Wujud Penghormatan terhadap Warisan Seni Leluhur

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Bulan Suro atau Muharram identik dengan berbagai tradisi budaya masyarakat Jawa. Salah satu yang masih lestari hingga kini adalah tradisi jamasan, yakni kegiatan membersihkan dan merawat benda-benda pusaka sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur. Jika umumnya jamasan dilakukan pada keris, tombak, pedang, maupun pusaka peninggalan keluarga, tradisi serupa justru diterapkan pada […]

    Bagikan
expand_less