Berita Terkini
Trending Tags

Hutan Gunung Bancak Terbakar, Warga Khawatir Api Merembet ke Permukiman

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
  • visibility 170
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga dan petugas berjibaku memadamkan api di kawasan hutan Gunung Bancak di Desa Giripurno, Kawedanan, Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kebakaran melanda kawasan hutan Gunung Bancak di Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (19/8/2026). Api sempat bergerak dari kawasan atas menuju bagian bawah hingga mendekati permukiman dan sejumlah jaringan utilitas warga.

Titik api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 13.30 WIB. Melihat kobaran yang berpotensi meluas, sekitar pukul 16.00 WIB warga bersama personel TNI, Polri, BPBD, dan perangkat kewilayahan segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Upaya penanganan berlangsung hingga malam dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia. Api akhirnya berhasil dipadamkan seluruhnya sekitar pukul 21.00 WIB.

Warga Desa Giripurno, Iswahyudi, mengatakan kebakaran bermula dari bagian atas kawasan Gunung Bancak. Kobaran kemudian terlihat bergerak ke arah bawah sehingga warga berupaya melakukan pemadaman secara bergotong royong.

“Warga mengantisipasi dan memadamkan api dengan alat seadanya. Kami dibantu Babinsa, Kapolsek, dan seluruh warga sekitar,” ujar Iswahyudi.

Ia mengaku belum mengetahui penyebab munculnya api. Warga juga belum dapat memastikan apakah kebakaran tersebut terjadi akibat kelalaian maupun faktor lainnya.

“Belum tahu penyebabnya. Tiba-tiba sudah terbakar. Apakah disengaja atau tidak, kami tidak tahu,” katanya.

Kondisi tersebut sempat membuat warga cemas karena lokasi kebakaran berada di sekitar kawasan yang berbatasan dengan permukiman. Api juga berpotensi menjangkau jaringan listrik, WiFi, hingga lampu penerangan jalan.

“Yang dikhawatirkan kalau merembet ke rumah-rumah warga. Di sini juga ada jaringan listrik, WiFi, lampu jalan dan lainnya,” tutur Iswahyudi.

Kapolsek Kawedanan AKP Joko Yuhono mengatakan laporan kebakaran diterima setelah warga menemukan titik api di bagian atas Gunung Bancak. Dalam perkembangannya, kobaran meluas dan bergerak mendekati permukiman serta akses jalan.

Mendapat laporan tersebut, petugas bersama masyarakat langsung melakukan penanganan. Kecepatan warga dalam memberikan informasi dan ikut turun ke lokasi dinilai membantu menghambat pergerakan api.

“Dari masyarakat ada gerak cepat melaporkan kepada kami dan Koramil. Kami bersama masyarakat terus melakukan upaya pemadaman,” jelas Joko.

Menurutnya, sebagian besar kobaran berhasil dikendalikan. Namun, petugas sempat kesulitan menjangkau satu titik yang berada di area rumpun bambu karena kondisi medan.

“Sebagian besar sudah dapat kita jinakkan. Masih ada satu titik di tumbuhan bambu yang sulit dijangkau. Namun kami pastikan titik tersebut tidak akan meluas karena di kanan-kirinya terdapat sungai dan area lainnya sudah terbakar,” katanya.

Joko menyebut luasan hutan yang terdampak belum dapat dihitung secara pasti. Medan Gunung Bancak yang memiliki kemiringan cukup terjal menjadi kendala dalam melakukan pengukuran, terlebih penanganan berlangsung hingga malam hari. Namun data sementara di lapangan menunjukan luasan hutan yang terdampak kurang lebih sekitar 5 hektar.

Di sisi lain, Joko menyampaikan bahwa sosialisasi mengenai potensi kebakaran telah dilakukan sebelumnya. Petugas telah mengingatkan warga, khususnya pemilik lahan kebun di sekitar kawasan hutan, untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kering.

“Kami sudah jauh-jauh hari melakukan imbauan, khususnya kepada warga Giripurno yang memiliki area lahan kebun. Imbauan dilakukan melalui kantor desa maupun secara langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia mengapresiasi keterlibatan warga yang segera bergerak ketika mengetahui adanya kebakaran. Kolaborasi antara masyarakat dan petugas menjadi penting mengingat karakteristik medan yang menyulitkan proses pemadaman.

Hingga api dinyatakan padam, penyebab kebakaran masih dalam penelusuran. Petugas belum dapat memastikan sumber awal kobaran karena titik api pertama kali terlihat di bagian atas kawasan Gunung Bancak.

Pasca-pemadaman, pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara atau titik api baru. Terlebih, kawasan hutan yang dipenuhi vegetasi kering masih memiliki potensi terbakar apabila terdapat bara yang belum sepenuhnya mati atau kembali tersulut oleh kondisi cuaca. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan Tunggal Elf di Jiwan Madiun, Sopir Diduga Mengantuk hingga Kendaraan Terguling

    Kecelakaan Tunggal Elf di Jiwan Madiun, Sopir Diduga Mengantuk hingga Kendaraan Terguling

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 506
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Hindarilah berkendara dalam kondisi mengantuk. Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Raya Madiun–Solo, tepatnya di Desa Jiwan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Peristiwa tersebut menimpa satu unit kendaraan Elf berwarna putih kombinasi dengan nomor polisi AE-7122-AB. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh seorang pria berinisial […]

    Bagikan
  • Upacara Hari Jadi ke-107 Kota Madiun Digelar di TPA Winongo dan Dapat Penghargaan dari Google

    Upacara Hari Jadi ke-107 Kota Madiun Digelar di TPA Winongo dan Dapat Penghargaan dari Google

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun hari ini, Kamis (20/06/2025), resmi memperingati hari jadinya yang ke-107. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan kali ini digelar secara unik dan sarat makna, dengan lokasi upacara yang tidak biasa yakni Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Pemerintah Kota Madiun berencana mengubah TPA Winongo […]

    Bagikan
  • Badai Hantam Maospati, Puluhan Rumah dan Masjid di Dukuh Sumber Rusak

    Badai Hantam Maospati, Puluhan Rumah dan Masjid di Dukuh Sumber Rusak

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Magetan. Hujan deras yang berlangsung cukup lama disertai terpaan angin kencang menyebabkan kerusakan serius di Dukuh Sumber, Kelurahan Kraton, Kecamatan Maospati, pada Rabu (24/12/2025). Sejumlah rumah dan masjid dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap. Suprianto (62), pemilik salah satu rumah yang terdampak, menceritakan bahwa hujan mulai turun […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Ajak Masyarakat Tingkatkan Keindahan Makam

    Pemkot Madiun Ajak Masyarakat Tingkatkan Keindahan Makam

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun kembali mengadakan lomba kebersihan makam yang memasuki tahun kelima pelaksanaannya. Lomba ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan keindahan makam di Kota Madiun. Tidak hanya itu, kegiatan ini guna meningkatkan manajemen pengelolaan makam secara lebih modern. Budi Santoso, Juri Perlombaan Makam, mengungkapkan bahwa lomba ini bertujuan agar tidak […]

    Bagikan
  • Pasien DBD di RS Muslimat Ponorogo Terus Bertambah

    Pasien DBD di RS Muslimat Ponorogo Terus Bertambah

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo | Rumah Sakit Muslimat Ponorogo mencatat lonjakan jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) sejak awal Januari 2025. Hingga saat ini, 14 pasien telah dirawat akibat penyakit dari gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut. Salah satu pasien, Muhammad Hilman, menceritakan pengalamannya dirawat di rumah sakit setelah mengalami demam tinggi selama beberapa hari. “Setelah […]

    Bagikan
  • Antusiasme Tinggi, Kuota Program Balik Gratis Pemkab Madiun Habis Kurang dari 24 Jam

    Antusiasme Tinggi, Kuota Program Balik Gratis Pemkab Madiun Habis Kurang dari 24 Jam

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Antusiasme masyarakat terhadap program Balik Gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menjelang arus balik Lebaran 2026 sangat tinggi. Kuota yang disediakan untuk ratusan penumpang bahkan langsung habis dalam waktu kurang dari 24 jam sejak pendaftaran dibuka. Program yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun itu mulai membuka pendaftaran pada Kamis […]

    Bagikan
expand_less