Berita Terkini
Trending Tags

Hutan Gunung Bancak Terbakar, Warga Khawatir Api Merembet ke Permukiman

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • visibility 98
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga dan petugas berjibaku memadamkan api di kawasan hutan Gunung Bancak di Desa Giripurno, Kawedanan, Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kebakaran melanda kawasan hutan Gunung Bancak di Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (19/8/2026). Api sempat bergerak dari kawasan atas menuju bagian bawah hingga mendekati permukiman dan sejumlah jaringan utilitas warga.

Titik api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 13.30 WIB. Melihat kobaran yang berpotensi meluas, sekitar pukul 16.00 WIB warga bersama personel TNI, Polri, BPBD, dan perangkat kewilayahan segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Upaya penanganan berlangsung hingga malam dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia. Api akhirnya berhasil dipadamkan seluruhnya sekitar pukul 21.00 WIB.

Warga Desa Giripurno, Iswahyudi, mengatakan kebakaran bermula dari bagian atas kawasan Gunung Bancak. Kobaran kemudian terlihat bergerak ke arah bawah sehingga warga berupaya melakukan pemadaman secara bergotong royong.

“Warga mengantisipasi dan memadamkan api dengan alat seadanya. Kami dibantu Babinsa, Kapolsek, dan seluruh warga sekitar,” ujar Iswahyudi.

Ia mengaku belum mengetahui penyebab munculnya api. Warga juga belum dapat memastikan apakah kebakaran tersebut terjadi akibat kelalaian maupun faktor lainnya.

“Belum tahu penyebabnya. Tiba-tiba sudah terbakar. Apakah disengaja atau tidak, kami tidak tahu,” katanya.

Kondisi tersebut sempat membuat warga cemas karena lokasi kebakaran berada di sekitar kawasan yang berbatasan dengan permukiman. Api juga berpotensi menjangkau jaringan listrik, WiFi, hingga lampu penerangan jalan.

“Yang dikhawatirkan kalau merembet ke rumah-rumah warga. Di sini juga ada jaringan listrik, WiFi, lampu jalan dan lainnya,” tutur Iswahyudi.

Kapolsek Kawedanan AKP Joko Yuhono mengatakan laporan kebakaran diterima setelah warga menemukan titik api di bagian atas Gunung Bancak. Dalam perkembangannya, kobaran meluas dan bergerak mendekati permukiman serta akses jalan.

Mendapat laporan tersebut, petugas bersama masyarakat langsung melakukan penanganan. Kecepatan warga dalam memberikan informasi dan ikut turun ke lokasi dinilai membantu menghambat pergerakan api.

“Dari masyarakat ada gerak cepat melaporkan kepada kami dan Koramil. Kami bersama masyarakat terus melakukan upaya pemadaman,” jelas Joko.

Menurutnya, sebagian besar kobaran berhasil dikendalikan. Namun, petugas sempat kesulitan menjangkau satu titik yang berada di area rumpun bambu karena kondisi medan.

“Sebagian besar sudah dapat kita jinakkan. Masih ada satu titik di tumbuhan bambu yang sulit dijangkau. Namun kami pastikan titik tersebut tidak akan meluas karena di kanan-kirinya terdapat sungai dan area lainnya sudah terbakar,” katanya.

Joko menyebut luasan hutan yang terdampak belum dapat dihitung secara pasti. Medan Gunung Bancak yang memiliki kemiringan cukup terjal menjadi kendala dalam melakukan pengukuran, terlebih penanganan berlangsung hingga malam hari. Namun data sementara di lapangan menunjukan luasan hutan yang terdampak kurang lebih sekitar 5 hektar.

Di sisi lain, Joko menyampaikan bahwa sosialisasi mengenai potensi kebakaran telah dilakukan sebelumnya. Petugas telah mengingatkan warga, khususnya pemilik lahan kebun di sekitar kawasan hutan, untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kering.

“Kami sudah jauh-jauh hari melakukan imbauan, khususnya kepada warga Giripurno yang memiliki area lahan kebun. Imbauan dilakukan melalui kantor desa maupun secara langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia mengapresiasi keterlibatan warga yang segera bergerak ketika mengetahui adanya kebakaran. Kolaborasi antara masyarakat dan petugas menjadi penting mengingat karakteristik medan yang menyulitkan proses pemadaman.

Hingga api dinyatakan padam, penyebab kebakaran masih dalam penelusuran. Petugas belum dapat memastikan sumber awal kobaran karena titik api pertama kali terlihat di bagian atas kawasan Gunung Bancak.

Pasca-pemadaman, pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara atau titik api baru. Terlebih, kawasan hutan yang dipenuhi vegetasi kering masih memiliki potensi terbakar apabila terdapat bara yang belum sepenuhnya mati atau kembali tersulut oleh kondisi cuaca. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Cabai dan Tomat Melonjak di Pasar Sayur Magetan, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

    Harga Cabai dan Tomat Melonjak di Pasar Sayur Magetan, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Sayur Magetan, Jawa Timur, dalam sepekan terakhir mulai merangkak naik. Harga cabai keriting, cabai rawit, dan cabai merah besar nyaris seragam, berada di kisaran Rp40–45 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya masih di level Rp30–35 ribu per kilogram. “Sekarang cabai semua rata-rata Rp40 sampai Rp45 ribu […]

    Bagikan
  • Sepasang Sejoli Kepergok Bemesraan di Seputaran Masjid Quba

    Sepasang Sejoli Kepergok Bemesraan di Seputaran Masjid Quba

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Satpol PP Kabupaten Madiun mengamankan sepasang muda-mudi yang diduga melakukan perbuatan asusila di kawasan Masjid Quba, kompleks Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Kecamatan Mejayan, Senin (08/09/2025) pagi. Salah satu dari mereka diketahui masih berstatus pelajar. Video amatir saat keduanya diamankan petugas pun ramai jadi perbincangan di media sosial. Kejadian bermula sekitar […]

    Bagikan
  • Yuks Jangan Lewatkan Menikmati Perpaduan Unik Pecel Ayam Lodho

    Yuks Jangan Lewatkan Menikmati Perpaduan Unik Pecel Ayam Lodho

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Jika biasanya nasi pecel hanya disajikan dengan sayuran segar dan siraman sambal kacang, berbeda dengan yang ada di Warung Juanda Cinta Buk Tin, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Kota, Ponorogo. Di warung ini, pecel hadir dengan cita rasa berbeda, yakni dipadukan dengan ayam lodho lengkap dengan kuahnya. Meski berada di tengah kota, suasana […]

    Bagikan
  • Menilik Monumen Reog dari 518 Knalpot Brong

    Menilik Monumen Reog dari 518 Knalpot Brong

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Polres Ponorogo memanfaatkan 518 knalpot brong hasil sitaan menjadi sebuah karya seni berbentuk monumen reog. Monumen yang diberi nama Ponorogo Zero Knalpot Brong ini terletak di simpang empat Mlilir, pintu masuk Ponorogo dari sisi utara yang berbatasan dengan Kabupaten Madiun. Peresmian monumen dilakukan Senin (13/1/2025) oleh Kapolres Ponorogo AKBP Anton […]

    Bagikan
  • Dishub Anggarkan Rp928 Juta untuk 65 Titik Lampu Jalan Baru, Fokus Terangi Jalur Rawan Kecelakaan

    Dishub Anggarkan Rp928 Juta untuk 65 Titik Lampu Jalan Baru, Fokus Terangi Jalur Rawan Kecelakaan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengalokasikan anggaran sebesar Rp928 juta pada 2026 untuk membangun 65 titik Alat Penerangan Jalan (APJ) baru. Program tersebut diprioritaskan di sejumlah ruas jalan yang selama ini minim penerangan dan dinilai rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun, Suryanto, mengatakan seluruh APJ […]

    Bagikan
  • SPMB 2025, Ini Jawaban Cabdindik Jatim Soal Siswa Belum Tertampung di SMA Negeri

    SPMB 2025, Ini Jawaban Cabdindik Jatim Soal Siswa Belum Tertampung di SMA Negeri

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur wilayah Kota/Kabupaten Madiun Dan Ngawi angkat bicara terkait protes orang tua maupun wali murid terkait proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026. Diketahui, sejumlah orang tua siswa mendatangi kantor Cabdindik di Jalan Pahlawan Kota Madiun pada Senin (30/06/2025) lantaran anak mereka belum […]

    Bagikan
expand_less