Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Demi Anak Tetap Sekolah, Keringat Perempuan di Balik Manisnya Gula

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
  • visibility 17
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ibu-ibu warga Desa Gonggang saat menebang Tebu, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Di bawah terik matahari, deretan batang tebu menjulang seakan tak habis ditebang. Di sanalah, puluhan perempuan desa berjuang, menggenggam sabit dengan tangan kapalan. Mereka bukan sekadar buruh, tetapi ibu-ibu tangguh yang menjadikan pendidikan anak sebagai alasan utama untuk tetap bertahan.

Ngatmi (38), warga Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, sudah setahun terakhir menekuni pekerjaan ini. Dengan suara lirih ia bercerita, “Kalau uangnya nanti buat bekal sekolah anak, sama beli lauk-pauk. Walaupun panas dan capek, tetap saya jalani. Saya hanya ingin anak-anak saya bisa terus sekolah,” ujarnya.

Di sampingnya, Nurjanah (37) mengangguk sambil menambahkan, “Capek itu sudah pasti, apalagi panasnya luar biasa. Tapi harus dikuatkan, Mas. Suami saya kerja di mebel, penghasilannya pas-pasan. Kalau saya tidak ikut kerja, siapa yang akan bantu? Uang dari menebang ini untuk ragat anak sekolah. Harapannya sederhana, sekolah anak lancar, itu saja,” imbuhnya.

Dalam satu kelompok berisi 25–30 orang, mereka bisa menyelesaikan lima hingga enam truk tebu per hari. Namun upah yang dibawa pulang hanya Rp50–55 ribu. “Sehari dapat segitu, Mas. Ya disyukuri saja, yang penting bisa bawa uang pulang,” ujar Ngatmi.

Image Not Found
Warga Desa Gonggang saat menebang Tebu, Foto : Kusnanto – Sinergia

Meski tenaga perempuan sering dianggap tak sekuat laki-laki, mereka membuktikan ketegarannya. “Biasanya kan laki-laki yang tebang. Tapi saya ikut turun, supaya bisa bantu suami. Kalau tidak musim panen, ya di rumah saja, nganggur,” ungkap Nurjanah.

Keduanya mengaku, pekerjaan terberat adalah saat tebu roboh atau bengkok. “Kalau menarik tebu yang roboh itu, aduh, berat banget. Apalagi kalau hujan, makin susah,” tutur Ngatmi.

Beruntung, kini ada alat berat yang membantu mengangkat tebu ke atas truk. Meski begitu, tenaga mereka tetap menjadi penentu utama. “Ya kalau alat berat kan hanya mengangkat, tapi memotongnya tetap kami. Jadi tetap berat,” kata Nurjanah sembari menyeka keringat di dahinya.

Setelah musim panen tebu berakhir, pekerjaan pun berganti. Ada yang jadi buruh tanam padi, ada pula yang menggarap pekerjaan tani lain. Sementara sebagian perempuan yang sudah berumur lebih memilih tinggal di rumah, menjaga keluarga.

Bagi Ngatmi dan Nurjanah, upah yang kecil tidak pernah menyurutkan niat. “Yang penting sekolah anak-anak lancar. Itu sudah cukup buat saya,” tegas Ngatmi. Nurjanah menimpali dengan nada mantap, “Capek bisa hilang, panas bisa dilupakan, tapi kalau anak tidak bisa sekolah, itu yang paling berat bagi kami.”

Di tengah ladang tebu Magetan, mereka membuktikan bahwa kekuatan seorang ibu tidak hanya soal fisik yang tangguh, tetapi juga hati yang kokoh. Dari tangan mereka yang kapalan dan tubuh yang lelah, lahirlah pelajaran berharga: cinta seorang ibu adalah energi paling manis, bahkan lebih manis daripada gula itu sendiri.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • 299 Calon Jemaah Haji Asal Madiun Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Puskesmas

    299 Calon Jemaah Haji Asal Madiun Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Puskesmas

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 299 calon jemaah haji asal Kabupaten Madiun mulai menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas masing-masing. Proses ini menjadi tahap awal sebelum pemberangkatan haji tahun 2026. Pantauan di Puskesmas Mejayan, Senin (10/11/2025) siang, menunjukkan 19 calon jemaah tengah diperiksa oleh tim medis. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kadar gula darah, dan tes […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Maut di Magetan, Polda Jatim Olah TKP dengan Teknologi TAA 3D

    Kecelakaan Maut di Magetan, Polda Jatim Olah TKP dengan Teknologi TAA 3D

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur bersama Satlantas Polres Magetan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan maut yang menewaskan empat orang dan melukai lima lainnya di perlintasan kereta api Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Selasa (20/05/2025). Dalam proses penyelidikan, tim menggunakan alat canggih Traffic Accident Analysis (TAA) untuk […]

    Bagikan
  • Kapasitas TPA Milangasri Hampir Penuh, DLHP Magetan Siapkan Lokasi Baru

    Kapasitas TPA Milangasri Hampir Penuh, DLHP Magetan Siapkan Lokasi Baru

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Milangasri di Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terancam tidak lagi mampu menampung volume sampah yang masuk setiap harinya. TPA seluas 4,2 hektare tersebut disebut telah mendekati batas maksimum daya tampung. Menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan, setiap hari TPA Milangasri […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Terima 11 Sertifikat Aset Daerah, Nilai Capai Rp2,5 Miliar

    Pemkab Magetan Terima 11 Sertifikat Aset Daerah, Nilai Capai Rp2,5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Upaya Pemerintah Kabupaten Magetan dalam memperkuat legalitas aset daerah kembali menunjukkan progres. Sebanyak 11 sertifikat tanah diserahkan secara resmi oleh Kejaksaan Negeri Magetan kepada Pemkab Magetan dalam kegiatan Penyerahan Sertifikat Tanah Dalam Rangka Penyelamatan dan Pemulihan Aset Pemerintah Kabupaten Magetan, Jumat (23/1/2026). Penyerahan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara BPKPD […]

    Bagikan
  • Pro Kontra Program MBG Hingga Muncul Keracunan Massal di Madiun Raya

    Pro Kontra Program MBG Hingga Muncul Keracunan Massal di Madiun Raya

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Program Makanan Bergizi Gratis ( MBG) belakangan menuai pro dan kontra publik baik di Kab Magetan, Kab Ngawi dan Kab Madiun. Pemicunya sama yaitu peristiwa keracunan massal yang menimpa pelajar. Tercatat keracunan MBG di Madiun Raya pertama kali muncul di Kec Sine Kab Ngawi. Tak berapa lama, sejumlah pelajar di Kec […]

    Bagikan
  • Peminat KA BIAS dari Stasiun Caruban Tunjukkan Tren Positif, Jadi Pilihan Warga Madiun

    Peminat KA BIAS dari Stasiun Caruban Tunjukkan Tren Positif, Jadi Pilihan Warga Madiun

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Layanan kereta api (KA) lokal BIAS dari Stasiun Caruban menunjukkan tren positif sejak pertama kali beroperasi pada 17 Agustus 2025. Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun mencatat, okupansi penumpang cukup tinggi selama sebulan pertama. “Dalam periode 17 Agustus hingga 16 September 2025, jumlah okupansi keberangkatan dan kedatangan […]

    Bagikan
expand_less