Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Demi Anak Tetap Sekolah, Keringat Perempuan di Balik Manisnya Gula

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
  • visibility 160
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ibu-ibu warga Desa Gonggang saat menebang Tebu, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Di bawah terik matahari, deretan batang tebu menjulang seakan tak habis ditebang. Di sanalah, puluhan perempuan desa berjuang, menggenggam sabit dengan tangan kapalan. Mereka bukan sekadar buruh, tetapi ibu-ibu tangguh yang menjadikan pendidikan anak sebagai alasan utama untuk tetap bertahan.

Ngatmi (38), warga Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, sudah setahun terakhir menekuni pekerjaan ini. Dengan suara lirih ia bercerita, “Kalau uangnya nanti buat bekal sekolah anak, sama beli lauk-pauk. Walaupun panas dan capek, tetap saya jalani. Saya hanya ingin anak-anak saya bisa terus sekolah,” ujarnya.

Di sampingnya, Nurjanah (37) mengangguk sambil menambahkan, “Capek itu sudah pasti, apalagi panasnya luar biasa. Tapi harus dikuatkan, Mas. Suami saya kerja di mebel, penghasilannya pas-pasan. Kalau saya tidak ikut kerja, siapa yang akan bantu? Uang dari menebang ini untuk ragat anak sekolah. Harapannya sederhana, sekolah anak lancar, itu saja,” imbuhnya.

Dalam satu kelompok berisi 25–30 orang, mereka bisa menyelesaikan lima hingga enam truk tebu per hari. Namun upah yang dibawa pulang hanya Rp50–55 ribu. “Sehari dapat segitu, Mas. Ya disyukuri saja, yang penting bisa bawa uang pulang,” ujar Ngatmi.

Image Not Found
Warga Desa Gonggang saat menebang Tebu, Foto : Kusnanto – Sinergia

Meski tenaga perempuan sering dianggap tak sekuat laki-laki, mereka membuktikan ketegarannya. “Biasanya kan laki-laki yang tebang. Tapi saya ikut turun, supaya bisa bantu suami. Kalau tidak musim panen, ya di rumah saja, nganggur,” ungkap Nurjanah.

Keduanya mengaku, pekerjaan terberat adalah saat tebu roboh atau bengkok. “Kalau menarik tebu yang roboh itu, aduh, berat banget. Apalagi kalau hujan, makin susah,” tutur Ngatmi.

Beruntung, kini ada alat berat yang membantu mengangkat tebu ke atas truk. Meski begitu, tenaga mereka tetap menjadi penentu utama. “Ya kalau alat berat kan hanya mengangkat, tapi memotongnya tetap kami. Jadi tetap berat,” kata Nurjanah sembari menyeka keringat di dahinya.

Setelah musim panen tebu berakhir, pekerjaan pun berganti. Ada yang jadi buruh tanam padi, ada pula yang menggarap pekerjaan tani lain. Sementara sebagian perempuan yang sudah berumur lebih memilih tinggal di rumah, menjaga keluarga.

Bagi Ngatmi dan Nurjanah, upah yang kecil tidak pernah menyurutkan niat. “Yang penting sekolah anak-anak lancar. Itu sudah cukup buat saya,” tegas Ngatmi. Nurjanah menimpali dengan nada mantap, “Capek bisa hilang, panas bisa dilupakan, tapi kalau anak tidak bisa sekolah, itu yang paling berat bagi kami.”

Di tengah ladang tebu Magetan, mereka membuktikan bahwa kekuatan seorang ibu tidak hanya soal fisik yang tangguh, tetapi juga hati yang kokoh. Dari tangan mereka yang kapalan dan tubuh yang lelah, lahirlah pelajaran berharga: cinta seorang ibu adalah energi paling manis, bahkan lebih manis daripada gula itu sendiri.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinkes Madiun Akan Lakukan Pembinaan Pelaku Usaha Kerupuk Yang Diduga Pakai Boraks

    Dinkes Madiun Akan Lakukan Pembinaan Pelaku Usaha Kerupuk Yang Diduga Pakai Boraks

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun merespons temuan dugaan kandungan boraks pada sejumlah sampel takjil yang diuji oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya di kawasan Alun-Alun Caruban, Kamis (5/3/2026) sore. Pemerintah daerah menilai pengawasan tersebut penting untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat selama Ramadan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr […]

    Bagikan
  • DPRD Kabupaten Madiun Gelar Sertijab Bupati, Tekankan Fungsi Pengawasan

    DPRD Kabupaten Madiun Gelar Sertijab Bupati, Tekankan Fungsi Pengawasan

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna Serah Terima Jabatan (Sertijab) di ruang paripurna DPRD setempat Senin (3/3/2025). Selain dihadiri jajaran legislatif dan Forkopimda Madiun, prosesi serah terima jabatan dari PJ Bupati Madiun Tontro Pahlawanto kepada Bupati Madiun definitif Hari Wuryanto disaksikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak. Dalam kesempatan […]

    Bagikan
  • Tim Dokkes Polres Magetan Cek Menu Makan Bergizi di SPPG Poncol

    Tim Dokkes Polres Magetan Cek Menu Makan Bergizi di SPPG Poncol

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tim Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes) Polres Magetan melakukan pemeriksaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Magetan 2 Yayasan Kemala Bhayangkari, Kecamatan Poncol. Kegiatan ini guna memastikan makanan yang disajikan kepada anak-anak penerima manfaat aman, sehat, dan bergizi. Dalam pemeriksaan, tim Dokkes didampingi Kasi […]

    Bagikan
  • Rem Blong di Jalur Lama Sarangan, PNS Asal Tulungagung Tewas di Lokasi

    Rem Blong di Jalur Lama Sarangan, PNS Asal Tulungagung Tewas di Lokasi

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan maut kembali menimpa pengguna jalan di jalur wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Sebuah sepeda motor Yamaha Vixion bernomor polisi AG 2685 RCK mengalami rem blong di Jalan Lama Mandoran–Plaosan, tepatnya di tikungan dekat tempat pencucian kendaraan Dusun Ngerong, Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, pada Minggu malam (2/11/2025). Korban pengendara […]

    Bagikan
  • Tiga Dapur MBG Polres Magetan Kembali Beroperasi, Ribuan Pelajar Terima Makan Bergizi Gratis

    Tiga Dapur MBG Polres Magetan Kembali Beroperasi, Ribuan Pelajar Terima Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Magetan kembali mengoperasikan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah sempat berhenti selama masa libur sekolah. Kembalinya operasional dapur gizi ini ditujukan untuk memastikan ribuan pelajar dan kelompok penerima manfaat lainnya kembali memperoleh asupan makanan bergizi sejak hari pertama […]

    Bagikan
  • DPRD Madiun Soroti Potensi Pariwisata Belum Tergarap, Dinilai Bisa Dongkrak PAD

    DPRD Madiun Soroti Potensi Pariwisata Belum Tergarap, Dinilai Bisa Dongkrak PAD

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menilai masih banyak potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum dimaksimalkan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun. Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah adalah pariwisata. Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun, Purwadi, mengatakan Kabupaten Madiun memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan sektor wisata. Selain […]

    Bagikan
expand_less