BTPN Syariah dan UNIPMA Gelar Aksi Semarak Daya, Mahasiswa Dampingi UMKM Tingkatkan Akses Pasar
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 42
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – BTPN Syariah bersama Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) menggelar Aksi Semarak Daya di Graha Cendekia, Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi antara BTPN Syariah dan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UNIPMA dalam mengimplementasikan pembelajaran kewirausahaan secara langsung melalui pendampingan kepada pelaku usaha mikro.Acara dibuka oleh Rektor UNIPMA, Supri Wahyudi Utomo, didampingi Kepala Pembiayaan Area Madiun BTPN Syariah, Alfatelsa Purwandani, serta Daya Activation & Partnership Head BTPN Syariah, Vini Daru Perdana.
Kolaborasi tersebut mempertemukan mahasiswa dengan pelaku UMKM binaan BTPN Syariah. Selama satu semester, mahasiswa terlibat dalam berbagai pendampingan, mulai dari desain kemasan, strategi pemasaran, hingga membantu memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.
Rektor UNIPMA Supri Wahyudi Utomo mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata pembelajaran berbasis praktik yang sejalan dengan semangat “Kampus Berdampak” yang diusung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Mahasiswa belajar langsung di dunia kerja dengan menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus untuk membantu pelaku UMKM, baik dalam desain kemasan, pemasaran, maupun kebutuhan lainnya. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga memberikan solusi nyata kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Supri, perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
UNIPMA, lanjutnya, juga terus mengembangkan metode pembelajaran inovatif seperti problem-based learning dan project-based learning agar mahasiswa terbiasa menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.
“Kita tidak lagi mengandalkan ceramah. Tetapi kita sudah memulai menggunakan model-model pembelajaran inovatif. Jadi mahasiswa benar-benar bisa menyelesaikan masalah yang ada di lapangan,” ujar Supri.

Ia menilai antusiasme mahasiswa dalam mengikuti Aksi Semarak Daya sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya peserta dan pengunjung yang hadir selama kegiatan berlangsung.
Ke depan, UNIPMA berharap kerja sama dengan BTPN Syariah dapat diperluas, tidak hanya dalam program kewirausahaan, tetapi juga melalui penelitian bersama (joint research) dan kegiatan pengabdian masyarakat yang memberikan manfaat bagi UMKM binaan BTPN Syariah.
“Kedepan tentu harus lebih ditingkatkan lagi. Bisa lewat joint research, penelitian bersama antara BTPN dengan UNIPMA. Nanti hasilnya bisa diimplementasikan untuk UMKM yang menjadi binaan BTPN Syariah,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pembiayaan Area Madiun BTPN Syariah, Alfatelsa Purwandani, menyampaikan bahwa kolaborasi ini memberikan manfaat bagi seluruh pihak, baik mahasiswa, kampus, maupun nasabah BTPN Syariah.
Menurutnya, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif, sedangkan pelaku UMKM mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan omzet, jumlah pelanggan, serta memperluas akses pasar.
“Selama satu semester mahasiswa mendampingi nasabah kami. Hasil yang diharapkan bukan hanya peningkatan penjualan, tetapi juga bertambahnya pelanggan dan berkembangnya kemampuan kewirausahaan mahasiswa,” jelasnya.
Produk yang dipamerkan dalam Aksi Semarak Daya berasal dari sejumlah pelaku UMKM binaan BTPN Syariah di wilayah Madiun, seperti Kecamatan Taman, Jiwan, Wungu, hingga Gemarang. Produk yang ditampilkan didominasi sektor makanan dan minuman, serta produk unggulan lain seperti minyak cengkeh.
Alfatelsa berharap program tersebut dapat terus berlanjut setiap tahun sehingga semakin banyak pelaku usaha mikro yang memperoleh kesempatan memperluas pasar melalui pendampingan mahasiswa.
“Kita memilih nasabah-nasabah tertentu yang berdekatan dan memang membutuhkan akses pasar yang lebih luas. Nah, mahasiswa-mahasiswa di UNIPMA ini pembelajaran kewirausahaannya itu untuk membuka akses pasar bagi pelaku UMKM,” tegasnya.
Di sisi lain, Daya Activation & Partnership Head BTPN Syariah, Vini Daru Perdana, menjelaskan bahwa kolaborasi serupa telah dijalankan bersama berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan mulai dilaksanakan sejak tahun lalu.
Ia menyebut UNIPMA menjadi salah satu kampus yang memberikan respons positif terhadap program tersebut sehingga kerja sama dapat berlanjut pada tahun ini.
Vini berharap Aksi Semarak Daya dapat menjadi program berkelanjutan yang diselenggarakan setiap tahun atau setiap semester. Selain itu, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menginspirasi kampus lain di Madiun, Jawa Timur, hingga berbagai daerah di Indonesia untuk ikut terlibat dalam pemberdayaan pelaku usaha mikro.
“Dengan semakin banyak perguruan tinggi yang terlibat, semakin banyak pula perempuan pelaku usaha mikro di berbagai daerah yang memperoleh kesempatan untuk berkembang melalui pendampingan mahasiswa dan perluasan akses pasar,” katanya.
Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan sektor perbankan syariah, Aksi Semarak Daya diharapkan menjadi contoh kolaborasi yang tidak hanya memperkuat kompetensi mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi UMKM di Indonesia. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





