Berita Terkini
Trending Tags

Dispendikbud Madiun Akui Ada Kelalaian Sistem Perihal Siswa Tak Terdaftar Meski Ikut MPLS di SMPN 2 Dagangan

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
  • visibility 106
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Suasana belajar mengajar di kelas, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Madiun akhirnya angkat bicara terkait polemik seorang siswa yang sempat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 2 Dagangan, namun belakangan dinyatakan tidak terdaftar secara resmi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Insiden ini memicu kegaduhan publik, mengingat siswa tersebut telah mengikuti seluruh rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan MPLS sebelum akhirnya diminta mencari sekolah lain.

Sekretaris Dispendikbud Kabupaten Madiun, Mohammad Hasan, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi bersama empat sekolah pada Kamis (24/07/2025) untuk menelusuri akar persoalan. Sekolah yang diundang dalam pertemuan itu yakni pihak SMPN 2 Dagangan, SMPN 1 Dagangan, SMP Terpadu Al Kautsar, dan SMP PGRI 2 Dagangan.

“Dari hasil klarifikasi, siswa tersebut awalnya mendaftar secara kolektif dari sekolah dasar asalnya. Namun, dokumen penting seperti Kartu Keluarga tidak diunggah ke aplikasi SPMB karena sempat dibawa pulang, sehingga data tidak masuk dalam sistem,” kata Hasan saat dikonfirmasi, Jumat (25/07/2025).

Meski tidak tercatat dalam sistem, pihak SMPN 2 Dagangan tetap memperbolehkan siswa tersebut mengikuti kegiatan pra-MPLS hingga MPLS berakhir. Kesalahan baru terdeteksi pada hari kelima saat pembagian kelas, saat itu pihak sekolah menyadari nama siswa tidak ada dalam daftar resmi dan menyarankan untuk mencari sekolah alternatif.

Dispendikbud langsung bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Camat Dagangan, Kepala Desa Ngranget, serta menyambangi rumah orang tua siswa guna mencari solusi terbaik. Hasilnya, tiga kesepakatan berhasil dicapai.

Orang tua siswa menerima penjelasan dan menyetujui anaknya melanjutkan sekolah di SMPN 1 Dagangan. Kemudian Dispendikbud akan mengevaluasi mekanisme SMPB secara menyeluruh, termasuk memperkuat koordinasi antara operator SD dan SMP. SMPN 2 Dagangan diminta melakukan pembenahan menyeluruh dari proses penerimaan hingga pelaksanaan MPLS.

“Kesalahan teknis tidak boleh mengorbankan hak anak atas pendidikan. Ini menjadi catatan serius bagi kami untuk memperbaiki sistem dan pengawasan ke depan,” tegas Hasan.

Dispendikbud berkomitmen untuk meningkatkan akurasi data, transparansi, serta keteraturan dalam setiap tahapan PPDB, agar insiden serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasca OTT KPK, Pemkot Madiun Pastikan Program Kerja Tetap Jalan Sesuai RPJMD

    Pasca OTT KPK, Pemkot Madiun Pastikan Program Kerja Tetap Jalan Sesuai RPJMD

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kedua kalinya menindak kasus dugaan korupsi di lingkup Pemerintah Kota Madiun. Terbaru, KPK melakukan penindakan dugaan korupsi terkait gratifikasi yang menyeret Wali Kota Madiun non aktif, Maidi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Thariq Megah serta Rochim Ruhdiyanto. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka […]

    Bagikan
  • Ironi Dunia Pendidikan, Ratusan Sekolah di Ponorogo Tidak Memiliki Kepala Sekolah

    Ironi Dunia Pendidikan, Ratusan Sekolah di Ponorogo Tidak Memiliki Kepala Sekolah

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ratusan sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo diketahui tidak memiliki kepala sekolah. Kekosongan ini terjadi di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berdasarkan data dari Dindik Kabupaten Ponorogo, jumlah sekolah yang belum memiliki kepala sekolah mencapai 115 sekolah, terdiri dari 96 SD dan 19 SMP […]

    Bagikan
  • Sepanjang 2025, 13 ASN Magetan Ajukan Perceraian, Ekonomi Jadi Faktor Utama

    Sepanjang 2025, 13 ASN Magetan Ajukan Perceraian, Ekonomi Jadi Faktor Utama

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Magetan mencatat sebanyak 13 aparatur sipil negara (ASN) mengajukan perceraian sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, dua pasangan memilih untuk rujuk, sedangkan 11 perkara lainnya masih berproses. Analis SDM Aparatur BKPSDM Magetan, Nyta, menyampaikan bahwa persoalan ekonomi menjadi faktor utama penyebab retaknya […]

    Bagikan
  • Hadiri Suran Agung PSHW Tunas Muda, Ini Pesan Gubernur Jatim Khofifah

    Hadiri Suran Agung PSHW Tunas Muda, Ini Pesan Gubernur Jatim Khofifah

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW-TM) dari berbagai daerah di Indonesia memadati Kota Madiun dalam rangka mengikuti Suran Agung Minggu (06/07/2025). Kegiatan yang digelar setiap bulan Muharram ini menjadi momentum spiritual dan kebangsaan yang disambut antusias oleh para pendekar PSHW. Acara Suran Agung tahun ini turut dihadiri […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Siapkan Lahan 5 Hektar untuk Sekolah Rakyat

    Pemkab Madiun Siapkan Lahan 5 Hektar untuk Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun bergerak cepat menindaklanjuti instruksi Presiden terkait rencana pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 5 hektar di wilayah Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun. Langkah ini sebagai bentuk komitmen Pemkab Madiun dalam mendukung pendidikan yang merata dan terjangkau bagi masyarakat. “Lahan […]

    Bagikan
  • Cuaca Ekstrem Rusak Tanaman Sayur, Petani Ponorogo Merugi Dua Kali Lipat

    Cuaca Ekstrem Rusak Tanaman Sayur, Petani Ponorogo Merugi Dua Kali Lipat

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah lereng Gunung Wilis dalam dua pekan terakhir membuat petani sayur-mayur di Ponorogo mengalami kerugian besar. Curah hujan tinggi menyebabkan banyak tanaman rusak dan membusuk sebelum masa panen. Langgeng Setiyono, seorang petani di Desa Pudak Kulon, Kecamatan Pudak, mengaku hasil panennya turun drastis. Biasanya ia bisa memanen […]

    Bagikan
expand_less