DPC PKB Madiun Ajak Kader Teladani 3 Sosok Pahlawan Nasional 2025 Asal Jatim
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
- visibility 36
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kab. Madiun – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Madiun menggelar Ngaji Politik Kebangsaan sekaligus tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tahun 2025 kepada tiga tokoh besar bangsa yakni K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Syaikhona Kholil Bangkalan, dan Marsinah. Acara berlangsung di kantor DPC PKB Kabupaten Madiun, Kamis (13/11/2025), dan dihadiri sejumlah kader partai yang memanjatkan doa serta sholawat untuk ketiganya.
Ketua DPC PKB Kabupaten Madiun, Muhtarom, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur dan refleksi perjuangan tokoh-tokoh bangsa yang dinilai mewariskan nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan keadilan sosial.
“Hari ini kami bersyukur atas kabar gembira penetapan tiga tokoh besar bangsa sebagai Pahlawan Nasional. Terutama, kami bangga karena salah satunya adalah Guru Bangsa kami, Bapak K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur,” ujar Muhtarom dalam sambutannya.
Menurutnya, ketiga tokoh tersebut merepresentasikan tiga pilar perjuangan bangsa: nasionalisme-religius dari Gus Dur, keulamaan dan keilmuan dari Syaikhona Kholil, serta perjuangan keadilan rakyat, khususnya kaum buruh, dari Marsinah.
“Melalui Ngaji Politik ini, kami ingin menegaskan bahwa perjuangan PKB di Kabupaten Madiun berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan yang diwariskan para pahlawan,” lanjutnya.
Muhtarom menilai, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan merupakan bentuk pengakuan negara atas jasa besar ulama karismatik asal Madura tersebut dalam mencetak generasi ulama dan tokoh bangsa.
Syaikhona Kholil, kata dia, memiliki kontribusi penting dalam pendidikan agama serta pembinaan umat, yang melahirkan banyak pendidik dan ulama sebagai sumber otoritas moral masyarakat. Muhtarom juga menjelaskan pemikiran dan teladan Gus Dur yang diwujudkan dalam laku politik dan aktivitas sosial-keagamaannya menjadi panduan berpolitik bagi kader PKB.
“Beliau sosok ulama dan aktivis yang ingin membenahi demokrasi waktu itu, beliau juga aktivis forum demokrasi,” ucapnya.
Selain itu, PKB juga memberikan apresiasi kepada pemerintah atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, sosok buruh perempuan yang dikenal karena perjuangannya menegakkan keadilan pekerja. “Perjuangan Marsinah masih relevan hingga kini. Semangatnya menjadi inspirasi perjuangan kaum pekerja menghadapi tantangan zaman,” tutur Muhtarom.
Ia menambahkan, momen ini menjadi refleksi politik bagi PKB untuk memperkuat komitmen melayani masyarakat. “Kami berharap semangat para pahlawan akan meresap ke dalam setiap jiwa kader PKB di Kabupaten Madiun, menjadikan kami pelayan sejati bagi rakyat,” katanya menutup acara.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar pahlawan nasional tahun 2025 kepada 10 tokoh Penganugerahan tersebut dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Penganugerahan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. (Tov/Krs).
- Penulis: Tova Pradana


