
Sinergia | Ponorogo – DPRD Kabupaten Ponorogo menilai RSUD dr. Harjono harus segera berbenah. Legislatif menegaskan bahwa rumah sakit daerah terbesar di kabupaten ini membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki rekam jejak profesional dan kemampuan manajerial yang kuat. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi D DPRD Ponorogo, Ribut Riyanto, menanggapi kekosongan posisi Direktur Utama RSUD dr. Harjono setelah pejabat sebelumnya tersangkut kasus gratifikasi.
Ribut menyatakan bahwa DPRD menginginkan figur direksi yang bersih, berintegritas, serta mampu memimpin institusi kesehatan berskala besar. Menurutnya, tantangan pengelolaan rumah sakit daerah cukup kompleks, sehingga posisi tersebut tidak boleh diisi oleh figur yang sekadar memenuhi persyaratan administratif.
“Itu rumah sakit rujukan kabupaten. Direkturnya nanti harus orang yang punya trek record baik, paham manajemen kesehatan, dan bisa memimpin organisasi sebesar itu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan direktur yang kompeten akan berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan masyarakat serta stabilitas manajemen rumah sakit. Hal itu setelah gejolak yang muncul akibat proses hukum yang menimpa direktur sebelumnya.
DPRD berharap pemerintah daerah berhati-hati dalam melakukan seleksi agar pemimpin RSUD dr. Harjono ke depan benar-benar mampu mengembalikan kepercayaan publik dan menjaga kontinuitas program, termasuk penyusunan RKA 2026 yang masih berjalan. (Ega/Krs/Adv).