DTKS Dilebur DTSEN, Mensos Dorong Kepala Daerah Hapus Kemiskinan Ekstrem
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
- visibility 20
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kab. Madiun – Kementerian Sosial RI melebur Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi Data Tunggal Sosial Dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf saat mengisi dialog bersama pilar-pilar sosial di pendopo Ronggo DJumeno, Caruban Kabupaten Madiun, Jumat siang (21/2/2025).
Didampingi Wamensos RI Agus Jabo Priyono, Mantan wakil Gubernur Jawa Timur itu menyatakan pengentasan kemiskinan di Indonesia perlu segera diselesaikan dimulai dari daerah.
“Ya, kita tentu ingin lebih cepatlah penurunan kemiskinan ekstremnya dan juga penurunan kemiskinan secara umum” ucap Saifullah Yusuf.
Dialog bareng ratusan pilar sosial dari 4 daerah, Gus Ipul menegaskan bakal melibatkan pilar sosial, Dinas Sosial, Bupati, Walikota, dan Gubernur, guna mengecek keabsahan data tersebut.
“Kami akan mengundang ormas atau organisasi non pemerintahan, yang memang punya program serupa, untuk terjun lapangan memastikan apakah sesuai dengan kenyataan,sambil memantau data terbaru,” tuturnya.
Pihaknya ingin angka kemiskinan ekstrem dan kemiskinan umum mengalami penurunan.
“Nilainya persentasenya turun terus. Tetapi, data terbaru dari BPS, jumlah orang miskin terbanyak masih di tiga provinsi. Yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Di tempat yang sama Wakil Bupati Madiun, dr Purnomo Hadi menjelaskan, penanganan kemiskinan di Kabupaten Madiun harus segera dientaskan dengan menuju satu data.
“Insya Allah kami akan kolaborasi dengan pemerintah pusat, maupun pemerintah provinsi. Bagaimana bahu membahu menyatukan data, dan pemberdayaan agar masyarakat tidak terus terusan miskin,” tandas dr Purnomo Hadi.
Mantan Direktur RSUD Dolopo itu juga menegaskan bahwasanya penanganan atau penurunan angka kemiskinan berprinsip pada pemberdayaan masyarakat.
“Penanganan Kemiskinan ini kan prinsipnya pemberdayaan masyarakat agar masyarakat lebih sejahtera” pungkas Purnomo Hadi.
Dana – Sinergia
- Penulis: Tova Pradana


