Berita Terkini
Trending Tags

Memasuki Tahun Ajaran baru, Penjahit di Kota Madiun Kebanjiran Pesanan Seragam Sekolah

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
  • visibility 157
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sri Purwantini penjahit rumahan yang tengah kebanjiran pesanan jahitan seragam sekolah, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Tahun ajaran baru 2025/2026 membawa berkah tersendiri bagi para penjahit di Kota Madiun. Salah satunya dirasakan oleh Sri Purwantini (39), penjahit rumahan yang tinggal di Jalan Terate Gang Tengah, RT 18 RW 06, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman. Sejak awal tahun ajaran baru, ia mengaku kebanjiran pesanan seragam sekolah dari berbagai jenjang.

“Tahun ini lumayan meningkat pesanan seragamnya. Apalagi ada program dari Pak Wali Kota, dapat kain dari Pemkot terus dijahitkan ke penjahit. Jadi lebih banyak yang datang,” ungkap Sri saat ditemui di rumahnya pada Kamis (10/07/2025).

Menurut Sri, dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah pesanan mengalami peningkatan signifikan. Jika tahun lalu hanya sekitar 50 persen penghasilannya berasal dari menjahit seragam, tahun ini naik menjadi sekitar 70 persen.

“Dulu lebih banyak beli jadi di luar, penjahit hanya diminta vermak. Sekarang justru banyak yang minta jahit baru dari awal. Sehari saya bisa terima 2 sampai 4 setel seragam,” jelasnya.

Sri menerima pesanan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA. Dalam sehari, biasanya ada dua hingga tiga orang pelanggan datang, masing-masing membawa tiga hingga empat setel seragam untuk dijahit.

Meski dikerjakan sendiri, Sri mampu menyelesaikan dua setel seragam dalam waktu dua hingga tiga hari. Ongkos jahit sekitar Rp. 100 ribu per setel, namun juga tergantung jenis seragam dan panjang pendeknya seragam.

“Alhamdulillah, dari segi omset juga meningkat. Ini sangat membantu kami para penjahit rumahan,” tuturnya.

Program pengadaan kain seragam dari Pemerintah Kota Madiun tidak hanya memberikan manfaat bagi para siswa, tetapi juga menghidupkan kembali ekonomi pelaku usaha mikro seperti penjahit lokal.

Surya – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambang Ilegal Makin Marak, Walhi Jatim Desak Penegakan Hukum Tegas

    Tambang Ilegal Makin Marak, Walhi Jatim Desak Penegakan Hukum Tegas

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Aktivitas tambang ilegal di wilayah Magetan, Jawa Timur, masih menjadi sorotan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap perusahaan yang terbukti melanggar aturan, terutama di kawasan Parang dan sekitarnya. Direktur Eksekutif Walhi Jatim, Wahyu Eka Setyawan, mengungkapkan bahwa kegiatan penambangan yang berlangsung tanpa […]

    Bagikan
  • Diduga Keracunan Makanan, 1 Warga Tewas dan Puluhan Lainnya di Rawat

    Diduga Keracunan Makanan, 1 Warga Tewas dan Puluhan Lainnya di Rawat

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Tim Inafis Polres Ponorogo Sabtu (1/2/2025) siang diterjunkan di Desa Bondrang Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo usai menerima laporan puluhan warga diduga mengalami keracunan makanan. Bahkan, satu warga atas nama Miskun (60) meninggal dunia. Menurut informasi, mereka menyantap makanan di kediaman Miswaji yang menggelegar hajatan dzikir fida’ pada hari kamis (30/1/2025) […]

    Bagikan
  • Petani Ponorogo Gigit Jari, Puluhan Hektare Tanaman Padi Rusak Akibat Banjir

    Petani Ponorogo Gigit Jari, Puluhan Hektare Tanaman Padi Rusak Akibat Banjir

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Ponorogo pada awal Januari 2026 menjadi petaka bagi para petani. Ratusan hektare lahan pertanian dilaporkan tergenang air, bahkan sebagian di antaranya dipastikan mengalami gagal panen atau puso. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo mencatat, sedikitnya 538 hektare lahan pertanian terendam banjir yang terjadi pada […]

    Bagikan
  • Dinas Pertanian Pemkab Madiun Adaptasi Tehnologi Drone Pupuk, Lahan Seluas 1.5 Hektar Bisa Disemprot Presisi

    Dinas Pertanian Pemkab Madiun Adaptasi Tehnologi Drone Pupuk, Lahan Seluas 1.5 Hektar Bisa Disemprot Presisi

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkab Madiun tengah getol uji drone untuk proses pemupukan. Efisiensi pemakaian selama 20 menit terbang, burung besi itu mampu menyemprotkan pupuk secara presisi di lahan sawah seluas 1.5 hektar. Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkab Madiun, Raswiyanto mengaku drone ini merupakan salah satu adaptasi inovasi tehnologi kekinian. […]

    Bagikan
  • 62 Ribu KPM di Kabupaten Madiun Terima Bantuan Pangan berupa Beras

    62 Ribu KPM di Kabupaten Madiun Terima Bantuan Pangan berupa Beras

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bantuan pangan dari pemerintah pusat mulai disalurkan kepada puluhan ribu penerima manfaat di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Penyaluran bantuan berupa beras ini dimulai pada Kamis (17/07/2025) dan ditujukan untuk alokasi dua bulan yakni Juni dan Juli 2025. Tercatat, sebanyak lebih dari 62 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) di 15 kecamatan […]

    Bagikan
  • Trauma Usai Diduga Dirundung Guru, Siswi SMPN 1 Maospati Enggan Sekolah

    Trauma Usai Diduga Dirundung Guru, Siswi SMPN 1 Maospati Enggan Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Dugaan kasus perundungan di lingkungan pendidikan kembali mencuat. Kali ini, peristiwa diduga melibatkan seorang guru di SMP Negeri 1 Maospati, Magetan, yang disebut melakukan tindakan tidak pantas terhadap seorang siswi kelas 8.bPeristiwa yang terjadi dua hari lalu ini meninggalkan luka batin mendalam bagi korban. Saat disambangi di kediamannya, ibu korban […]

    Bagikan
expand_less