Gempa Pacitan Terasa hingga Madiun, Menara Masjid di Kincang Wetan Dilaporkan “Ndoyong”
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- visibility 393
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Foto : Tova-Sinergia
Sinergia | Madiun — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang berpusat di wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari, dirasakan hingga Kabupaten dan Kota Madiun. Getaran yang terjadi sekitar pukul 01.06 WIB sempat membuat sebagian warga panik dan keluar rumah.
Di Kabupaten Madiun, gempa dilaporkan berdampak pada sebuah menara masjid di Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan. Menara tersebut tampak miring atau “ndoyong” setelah gempa terjadi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menyebutkan, berdasarkan hasil pengecekan awal di lokasi, pihak takmir masjid menjelaskan bahwa kemiringan menara sebenarnya sudah terlihat sejak Kamis pagi (5/2/2026), sebelum gempa terjadi.
Namun, getaran gempa yang berpusat di Samudra Hindia diduga memperparah kondisi tersebut.
Kepala Desa Kincang Wetan, Ety Soekilasmini, mengatakan pihaknya baru menerima laporan dari warga pada malam hari dan langsung melakukan koordinasi dengan pengurus masjid untuk memastikan penyebab kemiringan bangunan.
“Saya dapat laporan itu baru tadi malam. Katanya dari warga menaranya ndoyong. Saya masih koordinasi dengan takmir untuk memastikan penyebabnya, apakah karena bencana atau faktor lain,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada koordinat 8,99 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur, atau sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Meski cukup jauh dari pusat gempa, sejumlah warga di Madiun mengaku merasakan guncangan yang cukup kuat. Beberapa warga bahkan memilih keluar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Selain kerusakan pada menara masjid, BPBD juga menerima laporan kerusakan gapura makam di Desa Betek, Kecamatan Madiun, yang diduga dipicu oleh gempa yang sama.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana, termasuk kemungkinan gempa susulan.
“Meski tidak berada di titik pusat gempa, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dan potensi gempa yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” kata Boby
Hingga berita ini ditulis, BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan. Tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut.(Tova).




- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Kris

