Berita Terkini
Trending Tags

Dugaan Keracunan MBG di Ngawi, SPPG Kawu Belum Kantongi Sertifikat Laik Higieni

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • visibility 159
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Ngawi – Kasus dugaan keracunan makanan kembali menimpa puluhan siswa SD dan SMP di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, setelah mereka menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (26/11/2025). Insiden tersebut memicu perhatian publik, terutama terkait standar kelayakan fasilitas yang menyiapkan ribuan porsi makanan bagi peserta didik.

Fokus mengarah pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kawu, tempat menu MBG tersebut diproduksi. Fasilitas yang baru beroperasi sekitar delapan hari itu ternyata belum mengantongi Sertifikat Laik Higieni Sanitasi (SLHS), sebuah dokumen wajib untuk memastikan pemenuhan standar higienitas dapur pengolahan.

Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko, mengungkap bahwa selain belum memiliki SLHS, terdapat sejumlah komponen kelayakan SPPG yang berstatus Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“Saya menerima laporan bahwa beberapa aspek di SPPG yang memasok makanan MBG untuk para siswa ini dinyatakan TMS. Jika belum memenuhi ketentuan, seharusnya aktivitas produksi dihentikan sementara,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).

Yuwono yang akrab disapa Pak King mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) agar patuh terhadap aturan dan SOP yang disusun lembaga tersebut. Menurutnya, pelaksanaan program MBG tidak boleh dipaksakan jika fasilitas penyedia makanan masih bermasalah.

“Kami meminta BGN benar-benar mengikuti regulasi yang mereka buat. Bila ada SPPG yang belum siap secara prosedural maupun administratif, maka operasionalnya perlu ditunda,” tegasnya.

Untuk memastikan pemulihan para siswa, Yuwono juga meminta Dinas Kesehatan Ngawi terus melakukan pendampingan di Puskesmas Gemarang. Ia menekankan bahwa pihak SPPG yang memasok menu MBG harus bertanggung jawab apabila terbukti proses pengolahan makanan menjadi penyebab munculnya gejala keracunan.

“Kami berharap pihak SPPG bisa mempertanggungjawabkan insiden ini dan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Heri Nur Fahrudin, membenarkan bahwa SPPG Kawu memang belum memiliki SLHS. Ia menyampaikan bahwa sertifikat tersebut masih dalam tahap pengurusan.

“SLHS-nya masih dalam proses. Data terbaru menunjukkan ada 94 siswa dengan dugaan intoleransi makanan, dan 93 dari mereka sudah diperbolehkan pulang. Saat ini tinggal satu pasien yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Gemarang,” jelas Heri. (Nan/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Magetan Siapsiagakan Personil Gabungan Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

    Polres Magetan Siapsiagakan Personil Gabungan Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menghadapi potensi meningkatnya bencana hidrometeorologi di awal musim penghujan, Polres Magetan bersama BPBD, TNI, Satpol PP, serta gabungan relawan Tim SAR dari berbagai organisasi menggelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025, di halaman Mapolres Magetan, Rabu (05/11/2025). Apel yang dipimpin oleh Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo, ini menjadi langkah […]

    Bagikan
  • Pertamina Kembali Perbolehkan Pengecer Jual LPG 3 Kg 

    Pertamina Kembali Perbolehkan Pengecer Jual LPG 3 Kg 

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Peraturan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atas pelarangan pengecer menjual gas LPG 3 kilogram sempat diberlakukan per Sabtu (1/2/2025). Namun, hal itu malah menimbulkan gejolak di masyarakat. Untuk itu, per Rabu (5/3/2025), Pemerintah Pusat resmi mencabut peraturan pelarangan yang baru berjalan empat hari itu, dan kembali memperbolehkan pengecer […]

    Bagikan
  • Tradisi Tari Ikan Kutuk Hidupkan Warisan Mataram Kuno di Petirtaan Dewi Sri Simbatan

    Tradisi Tari Ikan Kutuk Hidupkan Warisan Mataram Kuno di Petirtaan Dewi Sri Simbatan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suara gamelan mengalun di antara rindangnya pepohonan saat puluhan warga berkumpul di kawasan Petirtaan Dewi Sri, Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Jumat Pahing bulan Suro. Di tengah prosesi bersih desa yang telah berlangsung turun-temurun, perhatian masyarakat tertuju pada ritual unik penarikan ikan kutuk atau ikan gabus yang hanya dapat dijumpai di situs […]

    Bagikan
  • Mayat Perempuan Misterius Ditemukan di Semak – Semak Area Pemakaman

    Mayat Perempuan Misterius Ditemukan di Semak – Semak Area Pemakaman

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Warga Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, digemparkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan tanpa identitas di semak-semak ilalang samping pemakaman umum, Rabu (20/5/2026) siang. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi tergeletak kaku di antara rimbunnya semak yang hampir menyamarkan keberadaan tubuh korban. Penemuan mayat misterius tersebut langsung menjadi perhatian warga […]

    Bagikan
  • Bentrokan Pecah di Saradan, 4 Orang Terluka dan 3 Sepeda Motor Rusak

    Bentrokan Pecah di Saradan, 4 Orang Terluka dan 3 Sepeda Motor Rusak

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Bentrokan antara rombongan pesilat dan warga terjadi di Dusun Bandungan, Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Rabu malam (9/7/2025). Insiden ini mengakibatkan empat warga mengalami luka-luka, dua rumah rusak, dan tiga sepeda motor hancur. Kericuhan dipicu saat rombongan pesilat melintas di kawasan tersebut usai menghadiri acara tasyakuran di wilayah Kabupaten […]

    Bagikan
  • Rumah Warga di Ngariboyo Magetab Roboh Diterpa Hujan dan Angin

    Rumah Warga di Ngariboyo Magetab Roboh Diterpa Hujan dan Angin

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, pada Rabu (22/10/2025) menyebabkan rumah milik Jumiran (60),warga Dukuh Natah, Desa Selotinatah roboh. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa robohnya bangunan bagian dapur tersebut. Namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp. 15 juta. Kasi Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten […]

    Bagikan
expand_less