Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

UMK Magetan 2026 Resmi Naik, DPRD Ingatkan Pengusaha Wajib Patuh

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
  • visibility 891
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Suasana Pekerja Pabrik tekstil di Magetan, Foto : Nan/Sinergia

Sinergia | Magetan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya merilis besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2026 untuk seluruh 38 daerah. Ketetapan itu tertuang dalam SK Gubernur Jawa Timur yang diteken Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada Rabu (24/12/2025) menjelang tengah malam. Hal itu setelah melalui rangkaian pembahasan panjang bersama perwakilan pekerja dan kalangan usaha.

Untuk Kabupaten Magetan, UMK 2026 dipatok sebesar Rp. 2,55 juta, naik dari tahun sebelumnya dan menjadi acuan bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Komisi B DPRD Magetan, Rita Haryati, mengingatkan bahwa kenaikan UMK harus diikuti kepatuhan mutlak oleh para pemberi kerja. Ia menegaskan masih sering menemukan praktik pelanggaran hak normatif buruh di lapangan.

Menurut Rita, meski pemerintah sudah menetapkan angka baku, sebagian perusahaan masih membayar buruh di bawah standar, mencicil gaji, atau menunda hak-hak seperti THR dan lembur.

“Keputusan gubernur itu mengikat. Namun di kenyataannya, masih ada pelanggaran yang terus terulang. Situasi seperti ini seharusnya tidak terjadi lagi,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga menilai bahwa nominal UMK Magetan berada di kisaran menengah dibandingkan daerah lain di Jawa Timur. Karena itu, alasan perusahaan tidak mampu mengikuti ketentuan upah dinilai tak dapat dibenarkan. Rita menuturkan bahwa Rp2,55 juta bukanlah angka yang tinggi jika dibandingkan kebutuhan layak para buruh.

“Itu batas minimal agar pekerja bisa bertahan hidup dengan layak. Jadi ketika upah masih di bawah nilai tersebut, artinya ada masalah serius pada komitmen perusahaan terhadap hubungan industrial yang adil,” tegasnya.

Rita mendorong Pemkab Magetan melalui Dinas Ketenagakerjaan untuk meningkatkan intensitas pengawasan, khususnya di sektor padat karya dan sektor yang kerap dilaporkan rawan pelanggaran.

Ia menambahkan bahwa langkah pengawasan seharusnya tidak menunggu adanya protes ataupun laporan pekerja.

“Pendekatan harus lebih aktif. Jangan sampai pengawasan hanya bergerak saat buruh sudah turun ke jalan,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya koordinasi cepat antara pemkab dan pengawas ketenagakerjaan provinsi yang memegang kewenangan pemberian sanksi.

“Kalau tanggung jawab ada di provinsi, koordinasinya jangan lambat. Buruh tidak boleh menjadi korban tarik-ulur wewenang,” kata Rita.

Di sisi lain, serikat pekerja di Magetan dinilai cukup vokal tetapi masih kesulitan menjangkau perusahaan-perusahaan yang berada di sektor informal. Daya pengawasan mereka pun terbatas karena jumlah anggota tidak sebanding dengan luas cakupan industri. “Ketika kesejahteraan buruh meningkat, daya beli masyarakat ikut terdorong. UMKM berjalan, dan ekonomi Magetan ikut tumbuh. Jadi kepatuhan terhadap UMK adalah investasi sosial, bukan beban,” pungkasnya.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ular Berbisa Masuk Rumah Warga Pulung, Damkar Evakuasi Dini Hari

    Ular Berbisa Masuk Rumah Warga Pulung, Damkar Evakuasi Dini Hari

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ponorogo mengevakuasi seekor ular berbisa yang masuk ke rumah warga di Desa Wotan, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (22/1/2025) dini hari. Laporan diterima sekitar pukul 02.20 WIB. Ular yang masuk ke rumah tersebut diketahui merupakan jenis banjang taring (Boiga Cynodon), dengan panjang sekitar dua meter. […]

    Bagikan
  • Sabet Penghargaan Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan, Pemkot Madiun Terus Tingkatkan Inovasi

    Sabet Penghargaan Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan, Pemkot Madiun Terus Tingkatkan Inovasi

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pendidikan merupakan fondasi untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, terampil dan berdaya saing. Karenanya, Pemerintah Daerah memiliki kewenangan dan tanggung jawab penting dalam merencanakan, mengatur dan mengelola layanan pendidikan di wilayahnya. Hal itu bertujuan dalam mengembangkan kapasitas satuan pendidikan, literasi, numerasi, serta karakter peserta didik melalui sinergi program […]

    Bagikan
  • Jelang Ramadhan, Puluhan Ibu-Ibu Serbu Lapak Gerakan Pangan Murah

    Jelang Ramadhan, Puluhan Ibu-Ibu Serbu Lapak Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun  – Puluhan warga Desa Sumberejo Kecamatan/Kabupaten Madiun mengantre panjang di lapak Gerakan Pasar Murah ( GPM ) jelang bulan Ramadhan Kamis (20/2/2025) pukul 08.00 WIB. GPM ini merupakan inisiasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun yang masif dilaksanakan sebagai upaya menekan laju inflasi daerah. Hanya butuh waktu satu jam, […]

    Bagikan
  • Mengintip Keseruan Fashion Batik on the Train and Station

    Mengintip Keseruan Fashion Batik on the Train and Station

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Batik merupakan identitas budaya bangsa Indonesia. 2 Oktober pun diperingati sebagai Hari Batik Nasional. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan serta pegiat batik dan desainer lokal Magetan, menghadirkan gelaran unik bertajuk “Fashion Batik on the Train and Station”, […]

    Bagikan
  • Sering Gedor Gedor Kaca Mobil, Pengemis Tanpa Identitas Disikat Sat Pol PP Madiun

    Sering Gedor Gedor Kaca Mobil, Pengemis Tanpa Identitas Disikat Sat Pol PP Madiun

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Seorang pengemis tanpa identitas yang kerap bertindak meresahkan pengguna jalan di kawasan traffic light Jalan Ahmad Yani, Caruban, berhasil diamankan petugas Satpol PP Kabupaten Madiun. Aksi pengemis tersebut sempat dikeluhkan warga karena dianggap mengganggu ketertiban. Ia dilaporkan sering mencoret hingga menggedor kaca kendaraan di lampu merah, sehingga membuat resah para pengendara. […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Imbau Warga Tak Beraktivitas di Jalur Rel Pasca Insiden Tertemper KA

    KAI Daop 7 Madiun Imbau Warga Tak Beraktivitas di Jalur Rel Pasca Insiden Tertemper KA

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun kembali mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur rel kereta api. Imbauan ini disampaikan menyusul insiden tertempernya seorang pejalan kaki oleh KA Jayakarta Premium (KA 252) relasi Pasar Senen – Surabaya Gubeng pada Sabtu dini hari (17/05/2025). Peristiwa tersebut terjadi […]

    Bagikan
expand_less