Gerilia Jadi Model Baru Kepedulian Sosial di Magetan, RT Mulai Aktif Memantau Lansia Rentan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 40
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Upaya Pemerintah Kabupaten Magetan dalam memperkuat jejaring perlindungan sosial berbasis komunitas mulai menunjukkan hasil nyata. Melalui program Gerakan RT Peduli Lansia (Gerilia), sejumlah wilayah kini membangun sistem pemantauan yang lebih dekat dan responsif terhadap kondisi warga lanjut usia.
Program ini diluncurkan Dinas Sosial (Dinsos) Magetan sejak akhir 2025 dan kini mulai berkembang pesat, terutama di Desa Sukawinangun. Kepala Dinas Sosial Magetan, Parminto Budi Utomo, menyebut desa tersebut mencatatkan pertumbuhan kelompok Gerilia paling signifikan.
“Di Sukawinangun sudah muncul lima kelompok Gerilia baru di tingkat RT. Ini menunjukkan masyarakat mulai merasa bahwa memantau lansia adalah kebutuhan bersama, bukan hanya urusan pemerintah,” ujarnya.
Konsep Gerilia menempatkan RT sebagai aktor terdepan dalam pemantauan lansia. Setiap kelompok diberi tugas mengidentifikasi kebutuhan lansia, mendata kondisi kesehatan, mendampingi aktivitas harian, hingga memastikan lingkungan sekitar mengetahui apakah seorang lansia sedang membutuhkan bantuan.
Menurut Parminto, system ini dirancang berdasarkan realitas di lapangan yang sebagian lansia, terutama yang tinggal sendiri, sering luput dari perhatian.
“Masih ada kasus lansia rentan yang tidak terpantau. Dengan Gerilia, masalah-masalah seperti itu bisa dicegah sejak awal,” tegasnya.
Di beberapa desa, kegiatan Gerilia semakin beragam. Mulai dari pengumpulan data, pembagian bantuan, senam bersama, pemeriksaan kesehatan, pendampingan psikososial, hingga jalan santai untuk menguatkan koneksi sosial.
Gerakan ini membuat masyarakat menyadari bahwa kesejahteraan lansia adalah bagian dari kualitas hidup lingkungan.
“Kegiatan-kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai tergerak,” kata Parminto.
Dinsos juga mendorong desa mengaktifkan Karang Werdha, organisasi sosial khusus lansia yang berperan mirip Karang Taruna. Jika Karang Werdha dan Gerilia saling terkoneksi, keduanya dapat menjadi ekosistem yang lebih kuat untuk mendukung pendampingan lansia secara jangka panjang.
Hingga kini terdapat sekitar enam hingga delapan kelompok Gerilia yang tercatat aktif. Dinsos memperkirakan jumlahnya akan terus meningkat seiring pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perlindungan lansia.(Kusnanto).
- Penulis: Kusnanto

