Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Gunung Lawu Siap Berstatus Tahura, Langkah Serius Jaga Sumber Air dan Ekosistem Alam

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
  • visibility 60
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Keindahan gunung lawu yang terletak diantara jawa timur dan jawa tengah, Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Gunung Lawu segera memasuki babak baru dalam pengelolaan kawasan hutannya. Setelah melalui kajian terpadu oleh tim teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada awal Desember 2025, sekitar 7.341 hektare hutan lindung direkomendasikan untuk dinaikkan statusnya menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat fungsi konservasi sekaligus menjaga keberlanjutan sumber air dan ekosistem di kawasan tersebut.

Proses ini merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sebelumnya mengajukan luas 10.244 hektare area hutan di wilayah Magetan dan Ngawi sebagai calon Tahura. Kajian lapangan yang dilakukan selama 10 hari menyimpulkan perlunya perubahan status demi pengamanan lingkungan jangka panjang. Jika tahapan administrasi berjalan lancar, penetapan resmi Tahura Gunung Lawu ditargetkan efektif berlaku mulai tahun 2026.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Madiun, Dwijo Saputro, mengungkapkan bahwa penurunan debit air yang terus terjadi dari tahun ke tahun menjadi salah satu alasan utama alih status tersebut. Menurutnya, Gunung Lawu kini berada dalam tekanan alam yang cukup serius, termasuk ancaman bencana hidrometeorologi yang dipicu perubahan iklim global.

“Dari tahun ke tahun sumber air dan debit air selalu menurun sehingga ini menjadi keprihatinan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bagaimana supaya keberlanjutan bagi anak cucu kita tetap tersedia air, tersedia kondisi lingkungan yang baik,” tuturnya, Sabtu (20/12/2025).

Dwijo menambahkan, dengan menjadi Tahura, pengelolaan kawasan dapat dilakukan secara lebih intensif dan bertingkat, mengingat Tahura merupakan bentuk tertinggi dalam kelas pengelolaan hutan konservasi. Ia menilai perubahan status ini akan memberi landasan kuat secara hukum untuk melindungi area hutan dari eksploitasi yang dapat merusak struktur ekologinya.

“Kita meningkatkan status kawasan hutan dari produksi dan lindung untuk menjadi hutan konservasi,” jelasnya. “Karena kewenangan provinsi itu hanya dalam bentuk Tahura, maka kami mengusulkan itu supaya ada jaminan keberlanjutan terhadap kehidupan, khususnya di Kabupaten Ngawi dan Magetan.”

Kawasan Gunung Lawu sendiri memiliki fungsi vital sebagai penyangga sumber air bagi masyarakat di sekitarnya. Debit air yang mengalir dari kawasan tersebut tak hanya dirasakan oleh warga Ngawi dan Magetan, tetapi juga mengalir melalui Bengawan Solo menuju Bojonegoro, Lamongan, hingga Gresik. Dwijo menegaskan bahwa manfaat ekologis Gunung Lawu sesungguhnya berskala regional.

“Air dari Gunung Lawu dinikmati tidak hanya Ngawi dan Magetan, alirannya bergabung ke Bengawan Solo yang muaranya di Gresik. Jadi otomatis penerima manfaat mulai dari Gresik, Lamongan, Bojonegoro, sampai Ngawi itu sendiri,” tambahnya.

Selain memiliki fungsi hidrologi penting, Gunung Lawu juga tercatat sebagai habitat bagi satwa langka seperti macan tutul Jawa, lutung Jawa, elang Jawa, hingga beragam flora identitas daerah seperti anggrek hutan. Bahkan, tim ahli yang datang dari Jakarta disebut terkejut dengan tingginya tingkat keanekaragaman hayati di kawasan ini.

“Perubahan status ini bukan semata-mata untuk kepentingan perlindungan lingkungan pada saat ini, tetapi lebih luas sebagai warisan ekologis bagi generasi yang akan datang,” tegasnya. Dengan dorongan kuat berbagai pihak dan dukungan penelitian lapangan, alih status Gunung Lawu menjadi Tahura dinilai menjadi tonggak penting dalam sejarah konservasi lingkungan provinsi Jawa Timur.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kartini Zaman Now, Sosok Kowad  Sertu (K) Mira Martika Sukses Peternak Sapi Perah

    Kartini Zaman Now, Sosok Kowad  Sertu (K) Mira Martika Sukses Peternak Sapi Perah

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Sinergia | Malang – Sertu (K) Mira Martika yang kesehariannya bertugas di Koramil 15/Gandusari, jajaran Kodim 0808/Blitar, dikenal sebagai salah satu peternak sapi perah sukses di Kabupaten Malang. Berkat ketekunan dan kegigihannya, sapi perah milikinya sekarang mencapai 30 ekor. Mira menyebut, usaha yang digeluti bersama suaminya, Helmi Cahyo Candra Kirana, belajar dari mertuanya yang telah […]

    Bagikan
  • Berkah Ramadhan, Persit KCK Koorcab Rem 081 Bagi 100 Paket Takjil

    Berkah Ramadhan, Persit KCK Koorcab Rem 081 Bagi 100 Paket Takjil

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan. Umat muslim berlomba-lomba untuk mendapatkan keberkahan dengan melakukan berbagai amal ibadah. Tak terkecuali para istri prajurit TNI AD di Madiun yang tergabung dalam Persit KCK Koorcab Rem 081 PD V/Brawijaya. Di momen Ramadan 1446 H kali ini digunakan untuk aksi sosial dengan membagi-bagikan takjil. […]

    Bagikan
  • Jembatan Darurat Ngebel ditargetkan Rampung Tiga Pekan photo_camera 3

    Jembatan Darurat Ngebel ditargetkan Rampung Tiga Pekan

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Rencana pembangunan jembatan darurat di Dukuh Dayakan, Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, kini memasuki tahap publikasi. Jembatan tersebut disiapkan sebagai solusi sementara atas kerusakan akses penghubung antar desa akibat longsor yang terjadi berulang kali. Jembatan di lokasi tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan Desa Wagir Lor dengan Desa Wates, […]

    Bagikan
  • Diterjang Banjir Pondasi Jembatan Wates Terkikis hingga Sayap Jembatan Ambles

    Diterjang Banjir Pondasi Jembatan Wates Terkikis hingga Sayap Jembatan Ambles

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Sebuah jembatan  di Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo menambah daftar jumlah jembatan rusak akibat terjangan banjir di musim hujan yang terjadi beberapa bulan terakhir. Tingginya debit air sungai Klitik mengakibatkan sayap Jembatan Wates bagian selatan ambles sekitar 10 meter.  Pantauan dilapangan pondasi jembatan terkikis hingga menyebabkan keretakan pada pilar penyangga jembatan. […]

    Bagikan
  • Dua Motor Tabrakan di Maospati Magetan, Dua Pengendara Alami Luka Serius

    Dua Motor Tabrakan di Maospati Magetan, Dua Pengendara Alami Luka Serius

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Raya Maospati–Magetan, tepatnya di depan Kantor Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Kamis (31/07/2025) sekitar pukul 07.30 WIB. Dua sepeda motor bertabrakan hingga mengakibatkan dua orang pengendara mengalami luka cukup serius. Kejadian ini melibatkan sepeda motor Yamaha Vixion AE 5866 OW yang dikendarai […]

    Bagikan
  • Atasi Kemacetan, Dishub Kota Madiun Terapkan Sistem Satu Arah Bagi Kendaraan Roda Empat di Jalan Kapuas

    Atasi Kemacetan, Dishub Kota Madiun Terapkan Sistem Satu Arah Bagi Kendaraan Roda Empat di Jalan Kapuas

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan Jalan Kapuas, Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan penataan ulang sistem lalu lintas di area tersebut. Terhitung mulai 1 Juli 2025, Jalan Kapuas resmi diberlakukan sebagai jalur satu arah khusus kendaraan roda empat, dari arah timur ke barat. Kebijakan ini bukan keputusan […]

    Bagikan
expand_less