Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Harga Beras dan Telur Naik, Ratusan Warga Madiun Serbu Pasar Murah

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 22
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ratusan warga memadati pasar sembako murah, Foto : Tova – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan warga memadati pasar sembako murah yang digelar di Lapangan Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Minggu (20/07/2025). Mereka rela mengantre panjang di bawah terik matahari demi mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah di tengah kenaikan harga di pasar tradisional.

Lonjakan harga sejumlah komoditas seperti beras dan telur ayam ras membuat warga berbondong-bondong memanfaatkan pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM).

“Antrenya padat, desak-desakan, tapi Alhamdulillah tadi dapat sepaket, ada dua liter minyak, gula, dan telur,” kata Rusmini, salah satu warga yang turut mengantre di lokasi.

Harga sembako di pasar murah tersebut dipatok lebih rendah dari harga pasar. Beras dijual Rp11.800 per kilogram dijual per paket 5 kilograman senilai Rp59.000 dibandingkan dengan harga dipasaran mencapai Rp13.500 perkilogramnya, telur ayam ras Rp22.500 dari harga pasar Rp27.000, dan gula pasir Rp13.250 dari harga pasar Rp17.000. Sementara minyak goreng premium dijual Rp16.000 per liter, lebih murah Rp4.000 dari harga pasar.

Warga diwajibkan membawa Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat pembelian. Beberapa di antara mereka bahkan membeli lebih dari satu paket untuk keperluan rumah tangga atau usaha kecil.

“Saya selalu datang kalau ada pasar murah. Harganya lumayan selisih. Ini buat dipakai sendiri, karena saya juga jualan makanan di rumah,” ujar Dwi Sawetri, warga lainnya.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Disperdakop-UM Kabupaten Madiun, Hendah Dwi Wijayani, pasar murah tersebut menyediakan lima komoditas pokok, yakni beras, telur ayam ras, gula pasir, bawang putih, dan minyak goreng.

“Kami menyediakan sekitar satu ton beras, seribu liter minyak goreng, satu ton gula pasir, 300 kilogram telur, dan 1 kuintal bawang putih. Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Koperasi Nasional dan membantu meringankan beban masyarakat,” jelas Hendah.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional Madiun, harga beras kini berkisar antara Rp13.500 hingga Rp15.000 per kilogram tergantung jenisnya, sementara harga telur ayam ras bertahan di kisaran Rp27.000 per kilogram.

Lonjakan harga ini disinyalir akibat fluktuasi pasokan dan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang musim panen berikutnya.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Ambrol Ancam Warga, DPRD Ponorogo Minta Inventarisasi Menyeluruh

    Jembatan Ambrol Ancam Warga, DPRD Ponorogo Minta Inventarisasi Menyeluruh

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Ambrolnya sejumlah jembatan penghubung antarwilayah di Ponorogo dalam beberapa bulan terakhir menyingkap persoalan serius tata kelola infrastruktur daerah. Keterbatasan fiskal akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat dinilai membuat ruang gerak pemerintah daerah kian sempit dalam memperbaiki infrastruktur dasar. Sekretaris Komisi C DPRD Ponorogo, Agung Priyanto, menilai persoalan jembatan tidak bisa […]

    Bagikan
  • Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Disperta Madiun Perketat Pengawasan Penyaluran

    Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Disperta Madiun Perketat Pengawasan Penyaluran

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah menetapkan penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga 20 persen mulai Oktober 2025. Menyikapi kebijakan tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun memperkuat pengawasan distribusi sekaligus mempercepat penyerapan pupuk bersubsidi di tingkat petani. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Disperta Kabupaten Madiun, Zainul Arifin, menjelaskan pihaknya […]

    Bagikan
  • Satpol PP Bongkar Modus Pemuda Minta Sumbangan Berkedok Yayasan Ilegal di Ponorogo

    Satpol PP Bongkar Modus Pemuda Minta Sumbangan Berkedok Yayasan Ilegal di Ponorogo

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ponorogo mengungkap modus puluhan pemuda yang meminta sumbangan dengan mengatasnamakan sebuah yayasan. Modus tersebut terbongkar setelah Satreskrim Polres Ponorogo menyerahkan 21 dari total 23 orang yang diamankan. Dua orang lainnya, berinisial RD dan IM, ditahan karena menggunakan uang hasil sumbangan untuk berjudi di hotel […]

    Bagikan
  • Menteri KKP Targetkan Indonesia Hasilkan 2,25 Juta Ton Garam Pada 2025

    Menteri KKP Targetkan Indonesia Hasilkan 2,25 Juta Ton Garam Pada 2025

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, menargetkan produksi garam nasional mencapai 2,25 juta ton pada 2025. Target ini sejalan dengan program pemerintah di bidang ketahanan pangan dan sebagai langkah menuju swasembada garam pada 2027. Untuk memastikan distribusi dan ketersediaan garam di pasaran, Menteri KKP melakukan inspeksi mendadak […]

    Bagikan
  • Peternak Sapi Perah Tak Merasakan Dampak PMK, Permintaan Susu Segar Meningkat

    Peternak Sapi Perah Tak Merasakan Dampak PMK, Permintaan Susu Segar Meningkat

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) tidak begitu dirasakan dampaknya bagi peternak sapi perah di Kabupaten Madiun. Justru permintaan susu segar saat momen Imlek dan Isra’ Mi’raj meningkat dibanding hari biasanya.  Seperti yang dialami oleh kelompok peternak sapi perah Nedyo Rahayu di Desa Kresek, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun […]

    Bagikan
  • Tingkatkan Kewaspadaan, Pemkab Madiun Bahas Ancaman Bencana Hidrometeorologi

    Tingkatkan Kewaspadaan, Pemkab Madiun Bahas Ancaman Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun bersiap menghadapi peningkatan risiko bencana hidrometeorologi seiring peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Kesiapsiagaan ini dibahas dalam rapat koordinasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pada Senin, (1/12/2025). Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, menjelaskan bahwa rapat […]

    Bagikan
expand_less