Harga Pangan di Magetan Stabil Selama Ramadan, Cabai Rawit Masih Tertinggi
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 19
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan — Tim Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan (Saber Pangan) Jawa Timur melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan pokok di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Magetan. Kegiatan ini merupakan rangkaian pemantauan di sejumlah wilayah seperti Madiun, Lamongan, Tulungagung, Blitar, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, dan Nganjuk.
Di Magetan, pemeriksaan difokuskan di Pasar Sayur Magetan, yang menjadi pusat aktivitas perdagangan harian masyarakat.
Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maya Safrina, menyebut sebagian besar harga pangan di Magetan masih stabil sepanjang Ramadan.
“Secara umum harga komoditas di Magetan relatif stabil. Hanya beberapa komoditas yang bergerak naik, terutama cabai rawit merah. Tren ini tidak hanya terjadi di Magetan, tetapi juga secara nasional akibat faktor cuaca,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Maya menjelaskan harga cabai rawit merah di Pasar Sayur tercatat sekitar Rp90 ribu per kilogram. Sementara itu, harga bahan pokok (sembako) berada pada level aman dan tidak menunjukkan gejolak berarti.
“Harga sembako stabil, pasokan aman. Para pedagang juga sudah memahami ketentuan HET dan harga acuan penjualan. Beberapa kenaikan hanya sebatas pembulatan harga, namun secara umum masih sesuai ketentuan,” tambahnya.
Untuk beras premium, harga penjualan rata-rata berada di kisaran Rp14.900 per kilogram, sedikit disesuaikan oleh pedagang saat transaksi eceran. Adapun harga daging sapi stabil pada level Rp135 ribu per kilogram, masih di bawah harga acuan pemerintah.
Maya memastikan seluruh stok pangan di Magetan dalam kondisi aman. “Pasokan aman, tidak ada kelangkaan. Alhamdulillah kondisi Magetan stabil,” tegasnya.
Selain memantau harga, tim Saber Pangan juga menilai kualitas dan keamanan pangan. Secara berkala dilakukan pengambilan sampel sayuran dan komoditas lain dari dinas terkait untuk memastikan tidak ada penggunaan bahan berbahaya, terutama kandungan pestisida berlebih.
Hingga pemantauan terbaru, belum ditemukan pelanggaran mutu pangan di Magetan. Namun di daerah lain, seperti Ponorogo, tim menemukan indikasi penggunaan formalin pada ikan asin.
“Di Magetan belum ada temuan. Namun jika ditemukan pelanggaran mutu, kami akan menelusuri lebih lanjut dan memberikan edukasi kepada pedagang maupun produsen,” jelas Maya.
Seorang pedagang di Pasar Sayur Magetan, Asmina, mengungkapkan harga cabai rawit memang sering berubah dalam beberapa pekan terakhir.
“Sekarang rawit sekitar Rp96 ribu per kilo. Dulu pernah sampai Rp120 ribu. Setelah turun ke Rp85 ribu, naik lagi ke Rp90 ribu,” tuturnya.
Menurut Asmina, harga cabai besar berada di kisaran Rp28 ribu per kilogram dan relatif stabil. Namun fluktuasi harga cabai rawit berdampak pada penjualan. Ia mengakui daya beli masyarakat menurun.
“Biasanya saya habis sampai dua puluh kilogram. Sekarang sepuluh kilogram saja tidak habis. Konsumen mengurangi pembelian, yang dulu beli seperempat kilo sekarang hanya beli sedikit,” katanya.
Asmina menambahkan bahwa faktor kenaikan harga berasal dari tingginya harga tingkat pemasok, sehingga pedagang tidak bisa melakukan banyak penyesuaian,(Kus)




- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez

