
Sinergia | Ponorogo – Kenaikan harga telur ayam yang kini mencapai Rp28–Rp29 ribu per kilogram ternyata tidak selalu membawa kabar buruk. Di Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, sejumlah warga miskin justru merasa diuntungkan. Mereka adalah penerima bantuan ayam petelur dari pemerintah daerah melalui program Taskintul atau Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pangan yang Betul.
Program yang telah berjalan dua bulan terakhir itu memberikan 40 hingga 50 ekor ayam petelur lengkap dengan subsidi pakan untuk setiap kepala keluarga. Tujuannya sederhana: memperkuat ketahanan pangan keluarga dan menambah penghasilan rumah tangga.
Kini, di tengah harga telur yang melonjak, manfaat program itu semakin terasa. Salah satu penerima bantuan, Sarmini, mengaku tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarganya, tetapi juga memperoleh penghasilan tambahan dari penjualan telur.
“Dari 45 ekor ayam, setiap hari bisa panen belasan butir telur. Sebagian buat makan anak-anak, sebagian dijual. Alhamdulillah pas harga telur lagi mahal,” ujar Sarmini, Selasa (14/10).
Cerita serupa datang dari Sukarman, warga lainnya yang memelihara ayam bantuan di lahan belakang rumahnya. Ia menyebut program ini bukan sekadar bantuan ternak, tetapi bentuk nyata ketahanan hidup masyarakat kecil di tengah naiknya harga bahan pokok.
“Sekarang enggak perlu beli telur. Harga di pasar naik, tapi kami tetap bisa makan telur tiap hari,” katanya.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menjelaskan, pemberian ayam petelur merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan rumah tangga. Pemerintah daerah, kata dia, ingin membangun kemandirian pangan mulai dari pekarangan warga.
“Kami ingin masyarakat tahan pangan. Tidak bergantung pada pasar. Dari kandang kecil di rumah pun bisa menjaga gizi keluarga dan menambah penghasilan,” terang Sugiri.
Dari balik kandang sederhana di desa, warga Gelang Kulon kini memahami makna ketahanan pangan sesungguhnya. Di saat harga telur terus merangkak naik, mereka justru menemukan sumber harapan baru — bukan dari bantuan uang, melainkan dari ayam-ayam yang terus bertelur setiap hari.
Ega Patria – Sinergia