Hutan Pinus Lereng Lawu di Jabung Magetan Terbakar, Petugas Berjibaku Cegah Api Meluas
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 26
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Kebakaran melanda kawasan hutan pinus di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (14/9/2026). Hingga Senin siang, petugas gabungan masih berupaya memadamkan kobaran api yang membakar sejumlah tegakan pinus.
Kebakaran terjadi di petak 50+A1 RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, KPH Lawu Ds. Api membakar vegetasi di kawasan hutan dan berpotensi menjalar karena kondisi lahan yang berada di lereng serta banyaknya material dan vegetasi kering.
Untuk mencegah api meluas, petugas tidak hanya melakukan pemadaman secara manual, tetapi juga membuat sekat bakar atau ilaran. Vegetasi di sekitar area kebakaran dibersihkan sehingga api diharapkan tidak memiliki jalur untuk merambat ke bagian hutan lainnya.
Sejumlah unsur dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Mereka terdiri atas Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD Kabupaten Magetan, Tagana, serta personel TNI dan Polri.
Pemadaman dilakukan dengan metode manual atau gepyok, yakni memukul titik-titik api menggunakan ranting maupun peralatan sederhana. Cara tersebut dilakukan untuk mengendalikan api di medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Petugas BPBD Magetan, Purwanto, mengatakan keberadaan titik api diketahui pada Senin pagi setelah warga melihat kobaran api dan melaporkannya kepada petugas. Tim gabungan kemudian segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

“Segenap masyarakat dan petugas gabungan memadamkan api di lokasi dengan cara manual dan segera membuat ilaran. Hingga saat ini api masih menyala,” ujar Purwanto.
Hingga sekitar pukul 13.50 WIB, petugas masih berdatangan dan melakukan pemadaman di sejumlah titik. Penyisiran juga dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi memicu penjalaran baru.
Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Petugas memprioritaskan pemadaman dan pengendalian api sebelum dilakukan penelusuran lebih lanjut mengenai sumber kebakaran.
Kebakaran hutan di kawasan lereng Gunung Lawu menjadi perhatian karena kondisi musim kemarau membuat vegetasi relatif mudah terbakar. Selain mengancam tegakan hutan, api yang tidak segera dikendalikan berpotensi menjalar mengikuti kondisi vegetasi dan arah angin. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





